Logo BeritaSatu

KAI Minta TAC Diberlakukan Setelah Dapat IMO

Minggu, 14 Juni 2015 | 18:18 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / HS

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengharapkan pemerintah tidak mengenakan track access charge (TAC) sebelum diturunkannya anggaran infrastructure maintenance and operation (IMO) sekitar Rp 1,7 triliun pada tahun ini.

Pasalnya, bila TAC sudah dikenakan sebelum alokasi IMO disalurkan, dikhawatirkan akan mengganggu sistem keuangan berjalan perseroan tersebut.

“Sebenarnya bagi kami tidak ada keberatan apa-apa karena ada klausul di situ, dalam aturannya yang sudah keluar bahwa TAC itu maksimal 75 % dari IMO. Sehingga mau diapakan pun tidak akan mengganggu sistem keuangan di KAI. Persoalannya adalah jangan sampai TAC itu ditagihkan sebelum IMO diberikan, pasti cast flow-nya terganggu,” ungkap Direktur Utama KAI Edi Sukmoro kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Edi menyatakan bahwa aturan tentang TAC yang dikenakan kepada KAI dalam menggunakan lintasan kereta api diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11/ Tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas jenis pendapatan negara bukan pajak yang (PNBP) berlaku pada Kementerian Perhubungan.

Ia menyiratkan, jika TAC diimplementasikan sesudah pihaknya mendapatkan jatah IMO, maka dipastikan tak akan ada kenaikan tarif tiket KA.

“Kalau perintah Menteri Perhubungan mengatakan aturan tersebut berlaku semenjak ditandatangani. Namun, saat ini pemerintah dan kami tengah menghitung besaran TAC yang dikenakan karena menggunakan rel KA. Hitungannya kan harus detail benar,” papar dia.

Menhub Ignasius Jonan sempat menjelaskan, pemberlakuan TAC kepada operator perkeretaapian bertujuan menggenjot PNBP di lingkup kementerian yang dipimpinnya. Kendati demikian, dengan adanya TAC tersebut, tidak ada penaikan harga tiket KA.

“Itu diberlakukannya TAC tidak akan ada pengaruhnya ke harga tiket. Selama ini, operasional kereta api PT KAI tidak pernah membayar penggunaan rel,” tegas dia.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dolar Tembus Rp 15.100, Saatnya Akumulasi Pounds Selagi Murah

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (26/9/2022), terpantau terdepresiasi ke kisaran Rp 15.105.

EKONOMI | 26 September 2022

Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjungkal 1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,98% ke 7.108,5 pada awal perdagangan hari ini, Senin (26/9/2022).

EKONOMI | 26 September 2022

Tekanan Jual Masih Kuat, Bursa Asia Dibuka Melemah

Masih ditekan sentimen suku bunga, Bursa Asia dibuka melemah tajam pada awal perdagangan hari ini, Senin (26/9/2022).

EKONOMI | 26 September 2022

Pegadaian Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transaksi Digital

PT Pegadaian ( Persero) Kanwil VIII Jakarta 1 fokus mendorong UMKM naik kelas lewat transaksi digital.

EKONOMI | 26 September 2022

PHK Karyawan, Beban Pesangon Indosat Melonjak 148%

Indosat mencatatkan kenaikan beban karyawan hingga 68,29% sepanjang Januari-Juni 2022 menjadi Rp 1,75 triliun dibanding tahun lalu Rp 1,04 triliun.

EKONOMI | 26 September 2022

IHSG Berpeluang Melemah Pekan Ini Imbas The Fed dan Inflasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan kembali mengalami pelemahan pada rentang 7.150 – 7.215.

EKONOMI | 26 September 2022

IHSG Bakal Menguat, Ini Rekomendasi Saham Artha Sekuritas

IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada resistance 7.205-7.235 dan support 7.141-7.158. Cermati WIIM hingga TBIG.

EKONOMI | 26 September 2022

IHSG Diperkirakan Sideways, Perhatikan Saham-saham Energi

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG sideway di kisaran 7.130-7.230. Perhatikan saham-saham energi, salah satunya INDY.

EKONOMI | 26 September 2022

IFG: Kapabilitas Reasuransi Nasional Kurang Proporsional

IFG Progress dalam risetnya berjudul "Reasuransi 101" membeberkan bahwa peran reasuransi cukup besar dalam mem-backup risiko di industri asuransi.

EKONOMI | 25 September 2022

AXA Financial dan BAV Kerja Sama Proteksi Asuransi bagi UMKM

AXA Financial Indonesia bersama Bina Artha Ventura (BAV) menjalin kerja sama menyasar pelaku UMKM mendapat perlindungan asuransi.

EKONOMI | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Optimistis Teknologi Digital Jadi Solusi Krisis Pangan

Jokowi Optimistis Teknologi Digital Jadi Solusi Krisis Pangan

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings