Perluas Bisnis, Asuransi Inhealth Lirik Segmen Ritel
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perluas Bisnis, Asuransi Inhealth Lirik Segmen Ritel

Senin, 13 Juli 2015 | 09:40 WIB
Oleh : Devie Kania / B1

Jakarta – PT Asuransi Jiwa Inhealth (Inhealth) tengah mengkaji menggarap segmen ritel atau asuransi kesehatan untuk individu pada 2016. Saat ini bisnis asuransi perseroan masih didominasi segmen kumpulan dengan sekitar 400 rekanan korporasi.

Chief Executive Officer (CEO) Inhealth Iwan Pasila mengatakan, pangsa pasar (market share) perseroan cukup besar untuk asuransi kumpulan. Namun, ketika seorang pekerja berpindah kerja belum tentu kantor yang baru menggunakan jasa dari Inhealth. Padahal, ada kemungkinan pekerja tersebut sudah cocok dengan proteksi yang selama ini diberikan oleh perseroan.

"Jadi kami mencoba lihat dan mengkaji ke arah sana. Pasalnya, kalau mereka menyukai produk kami kan bisa diteruskan (sekalipun sudah pindah kerja). Sejauh ini, pasar untuk produk kesehatan cukup bagus," ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Saat ini, Inhealth memiliki 6.300 jaringan provider yang terdiri dari rumah sakit, fasilitas kesehatan tingkat I, dan apotek. Menurut Iwan, sekitar 15,08 persen atau setara dengan 950 rumah sakit telah menjalin kerja sama dengan perseroan.

"Kami dapat manfaatkan jaringan provider yang luas untuk mengembangkan bisnis. Jadi potensi yang dapat digarap perseroan untuk invidu cukup besar. Itu hal itu, kami optimistis," jelas dia.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I lalu, Inhealth berhasil membukukan premi bruto sebesar Rp 351,31 miliar. Dari sisi klaim dan biaya manfaat yang dibayar tercatat mencapai Rp 205,80 miliar.

Sementara itu, Inheath mencatatkan beban usaha sebesar Rp 334,76 miliar dan laba yang berhasil dibukukan menyentuh Rp 40,96 miliar pada akhir Maret lalu. Hingga kuartal I-2015, posisi rasio pencapaian solvabilitas (risk based capital/RBC) Inhealth masih berada di level aman, yaitu sebesar 716,55 persen.

Sedangkan tahun ini, Inhealth menargetkan laba maupun premi bruto (gross written premiun/GWP) dapat tumbuh sekitar 15 persen. Dengan asumsi pencapaian pertumbuhan tersebut perseroan dapat membukukan premi bruto sekitar Rp 1,61 triliun dan laba Rp 233,13 miliar pada akhir 2015.

Pasalnya, berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2014 tercatat Inhealth berhasil membukukan GWP Rp 1,40 triliun dan laba bersih (earning after taxes) sebesar Rp 202,72 miliar.

Selain meningkatkan jaringan provider, perseroan juga memfokuskan peningkatan pemasaran dan pelayanan berbasis teknologi informasi (TI). Sebab, jelas Iwan, pengembangan TI merupakan suatu hal yang sangat utama dalam menjalankan usaha.

Oleh karena itu, saat ini Inhealth memiliki website untuk sistem informasi jaringan obat (SIMO) dan costumer service online untuk penanganan klaim dari pemegang polis.

Mengenai pengembangan TI, Finance Director Inhealth Armenda memaparkan, Inhealth menganggarkan belanja modal (capital expendicture/Capex) untuk TI kurang dari Rp 1 miliar sepanjang tahun ini.

"Pada 2015, nilai investasi IT kami tidak terlalu besar, karena di bawah Rp 1 miliar. Untuk TI, kami mengembangkan sendiri," ujarnya.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kurs Jual Rupiah di BRI Pagi Ini Rp 13.360

Kurs jual melemah 10 poin dibandingkan Jumat (10/7).

EKONOMI | 13 Juli 2015

Proyek Pipa Gresik-Semarang Ditargetkan Rampung 2016

Pipa gas kemungkinan lebih panjang daripada Jalan Anyer-Panarukan.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Hari Ini Presiden Gelar Rapat Kabinet Bahas Pembangunan KA Cepat

Jepang dan Tiongkok bersedia jadi investor.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Penjualan Kayu Lesu, Perhutani Genjot Obyek Wisata

Perhutani menggandeng Dinas Pariwisata kabupaten/kota setempat dengan pola bagi hasil retribusi biaya masuk.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Harga Indeks Pasar BBN Diterbitkan

Besaran HIP BBN itu ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit enam bulan.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Pusat Perbelanjaan di Bengkulu Diserbu Pengunjung

Saya bersyukur hari ini omzet saya tembus Rp 10 juta atau meningkat tiga kali lipat dari hari biasanya.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Jelang Lebaran, Defisit Telur di Banten Dikhawatirkan Picu Kenaikan Harga

Kondisi seperti ini bisa memicu harga telur melonjak tinggi dan tidak stabil.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Surplus Beras 105.098 Ton, Kebutuhan Konsumsi Lebaran Banten Aman

Dengan ketersediaan barang bisa menekan kenaikan harga beras.

EKONOMI | 13 Juli 2015

HUT Koperasi, JK Minta Koperasi Bangkit

Dari 200 ribu koperasi, hanya 70 persen yang aktif

EKONOMI | 13 Juli 2015

Djarum dan Kaskus Santuni Anak Yatim dan Orang Jompo

Kampanye ini telah menginspirasi masyarakat untuk berbagi kebaikan kepada semua orang.

EKONOMI | 13 Juli 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS