Aksi "Menyapa Indonesia" Ubah Melinjo Bernilai Ekonomi Tinggi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Aksi "Menyapa Indonesia" Ubah Melinjo Bernilai Ekonomi Tinggi

Senin, 13 Juli 2015 | 11:23 WIB
Oleh : Firda Puri Agustine / B1

Jakarta - Para calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI mengadakan aksi Menyapa Indonesia, serangkaian program pemberdayaan masyarakat di sejumlah daerah yang dianggap masuk dalam kawasan tertinggal.

Di tahap awal, Menyapa Indonesia akan melakukan sejumlah kegiatan di Provinsi Banten. Salah satunya adalah di desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

Di desa yang dihuni sekitar 3.600 jiwa ini, beberapa kegiatan yang diadakan para calon penerima BPI LPDP yang tergabung dalam kelompok Persiapan Keberangkatan (PK) 35 hingga 37 ini adalah perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 3 km, serta pelatihan pengolahan produk kulit melinjo untuk para perempuan dan ibu rumah tangga.

"Untuk perbaikan jalan, akan kami mulai pada akhir bulan Juli 2015 nanti dan targetnya bisa tuntas dalam jangka waktu satu tahun," kata Nur Khairusy Syakirin, Ketua Panitia Bidang Teknis Menyapa Indonesia Nur Khaiarusy Syakirin dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Senin (13/7).

Sedangkan terkait pelatihan pengolahan kulit melinjo sendiri, sudah dimulai sejak Sabtu (11/7/2015). Pelatihan ini diadakan mengingat potensi tanaman melinjo di Desa Cikumbueun yang cukup besar dan mengangkat perekonomian masyarakat setempat apabila dikelola secara tepat.

Karena itu, rangkaian pelatihan ini tidak hanya akan berhenti pada cara mengolah kulit melinjo menjadi produk dengan nilai lebih, tetapi juga termasuk pelatihan pemasaran produk.

"Melalui Menyapa Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa masih ada orang- orang atau para pemimpin muda Indonesia yang peduli terhadap orang - orang yang terpinggirkan," ujar Hendra Etri Gunawan, Penanggung Jawab angkatan PK 35 dan 36 yang sekaligus salah satu konseptor Menyapa Indonesia.

Desa Cikumbueun dipilih menjadi salah satu wilayah sasaran program Menyapa Indonesia karena perekonomian masyarakatnya yang terbilang lemah. Di sini, mayoritas warga bekerja sebagai petani dengan pendapatan yang cukup jauh di bawah Upah Minimum Kota /Kabupaten (UMK) Pandeglang yang sebesar Rp 1.737.000.

Kondisi demikian membuat mereka sulit mengakses kesejahteraan. Bahkan sebagian besar warga hanya mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang Sekolah Dasar. Setiap tahun, hasil panen tanaman tersebut bisa mencapai 50 ton.

Belum meratanya perekonomian masyarakat setempat, juga dipicu kondisi infrastruktur yang belum memadai dan mendukung pertumbuhan perekonomian. Sebagian besar jalan di Desa Cikumbueun rusak parah. Kondisinya yang berbatu-batu, sulit diakses pada saat hujan karena rawan menyebabkan kecelakaan.

Kondisi yang demikian juga menyebabkan masyarakat luar sulit menembus desa ini. Salah satu dampaknya, pertumbuhan investasi pun rendah. Padahal potensi hasil bumi di desa ini cukup luar biasa. Salah satu komoditas yang banyak ditemukan di desa ini adalah Melinjo.

Sumber: PR

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Freeport Menunggu Kepastian Perpanjangan Kontrak (3-Habis)

Freeport membayar PPh badan sebesar 35 persen, perusahaan lain hanya 25 persen.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Freeport Menunggu Kepastian Perpanjangan Kontrak (2)

Pemerintah harus segera mengeluarkan kebijakan yang tegas agar ada kepastian bagi pelaku usaha.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Freeport Menunggu Kepastian Perpanjangan Kontrak (1)

PT FI bersedia melaksanakan semua permintaan presiden.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Perluas Bisnis, Asuransi Inhealth Lirik Segmen Ritel

Saat ini bisnis asuransi perseroan masih didominasi segmen kumpulan dengan sekitar 400 rekanan korporasi.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Kurs Jual Rupiah di BRI Pagi Ini Rp 13.360

Kurs jual melemah 10 poin dibandingkan Jumat (10/7).

EKONOMI | 13 Juli 2015

Proyek Pipa Gresik-Semarang Ditargetkan Rampung 2016

Pipa gas kemungkinan lebih panjang daripada Jalan Anyer-Panarukan.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Hari Ini Presiden Gelar Rapat Kabinet Bahas Pembangunan KA Cepat

Jepang dan Tiongkok bersedia jadi investor.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Penjualan Kayu Lesu, Perhutani Genjot Obyek Wisata

Perhutani menggandeng Dinas Pariwisata kabupaten/kota setempat dengan pola bagi hasil retribusi biaya masuk.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Harga Indeks Pasar BBN Diterbitkan

Besaran HIP BBN itu ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit enam bulan.

EKONOMI | 13 Juli 2015

Pusat Perbelanjaan di Bengkulu Diserbu Pengunjung

Saya bersyukur hari ini omzet saya tembus Rp 10 juta atau meningkat tiga kali lipat dari hari biasanya.

EKONOMI | 13 Juli 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS