Moeldoko: Perlu Solusi Baru Atasi Kebakaran Hutan
Logo BeritaSatu

Moeldoko: Perlu Solusi Baru Atasi Kebakaran Hutan

Selasa, 28 Juli 2015 | 16:51 WIB
Oleh : Damiana Ningsih / HS

Pelelawan - Mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, perlu ada solusi baru untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Harus ada solusi out of the box yang di luar kebiasan untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan," kata Moeldoko usai menyaksikan peluncuran Desa Bebas Api di Kerinci, Pelalawan, Riau, Selasa (28/7).

Program tersebut diinisiasi PT Riau Andalan Pulp and Paper, unit bisnis dari APRIL Group. Turut hadir Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Danrem Wira Bima Brigjen TNI Nurendi dan Bupati Pelalawan HM Harris.

Moeldoko mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Riau seolah menjadi tradisi. Situasi tersebut terjadi karena ada kebutuhan pengolahan lahan sementara masyarakat tidak memiliki peralatan yang memadai.

"Jadi, daripada mengeluarkan dana besar untuk pemadaman, lebih baik untuk menyediakan perlengkapan dan bantuan untuk pengolahan lahan yang tentu lebih murah," kata dia.

Sementara itu, Direktur RAPP Rudi Fajar menjelaskan, Desa Bebas Api adalah program kerja sama multipihak yang bertujuan mencegah kebakaran sebelum menyala.

"Kami akan menghibahkan Rp 100 juta dana pembangunan bagi desa yang berhasil mencegah terjadinya kebakaran. Program tahun ini mencakup 9 desa rawan kebakaran di sekitar sungai Kampar. Program Desa Bebas Api menggunakan lima pendekatan termasuk insentif bagi masyarakat yang tidak membakar lahan, membangun kepemimpinan dalam pencegahan kebakaran, memberikan pertanian alternatif yang berkelanjutan, pemantauan kualitas udara, dan penyuluhan tentang dampak negatif kebakaran," kata Rudi.

Turut terlibat dalam program tersebut LSM Rumah Pohon dan Blue Green yang akan membantu mengidentifikasi dan mencari alternatif selain membakar dalam pengolahan lahan masyarakat, mendukung Masyarakat Peduli Api, serta meningkatkan kesadaran tentang bahaya ekonomi dan lingkungan jika kebakaran terjadi.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Natsir Mansyur Meninggal Dunia

Natsir memiliki sejumlah jabatan antara lain Direktur PT Indosmelt, dan Ketua Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI).

EKONOMI | 28 Juli 2015

PLN Diminta Garap Transmisi Listrik 35.000 MW

Jangan sampai pembangkit selesai dan transmisi terhambat.

EKONOMI | 28 Juli 2015

Tugu Mandiri Himpun Premi 182 Miliar

"Pencapaian premi kami mencapai 50% dari target. Kendati, kalau melihat kondisi perekonomian yang melambat tentu ada pengaruh terhadap bisnis asuransi."

EKONOMI | 28 Juli 2015

Kurs Jual Rupiah Siang Ini Rp 13.490

Rupiah menguat tipis tujuh poin.

EKONOMI | 28 Juli 2015

JK Isyaratkan Terima Kredit Finansial Inggris 1 Miliar Pound Sterling

"Selama itu (kredit) kondisinya baik, ya kita pasti terima."

EKONOMI | 28 Juli 2015

Jokowi: Saya Tidak Mau Jualan Sumber Daya Alam

Ia fokus menawarkan pembangunan infrastruktur pada investor di Singapura.

EKONOMI | 28 Juli 2015

Pembahasan Ekonomi Komprehensif dengan Inggris Dimulai September

JK memaparkan selama ini Indonesia selalu terbuka dengan investasi yang masuk dari Inggris

EKONOMI | 28 Juli 2015

Tutup Forum Bisnis Indonesia-Inggris, JK Tawarkan Investasi di Indonesia

JK mengatakan bahwa Indonesia tengah fokus dalam membangun banyak bandar udara (bandara) dan pembangkit listrik.

EKONOMI | 28 Juli 2015

Melemah 7 Poin, Rupiah Bertengger di Rp 13.460

Rupiah melemah 7 poin ke 13.460 dari 13.453 di perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 28 Juli 2015

Di BRI, Rupiah Dijual di Rp 13.510

Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 13.410 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 13.510 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Juli 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS