Polisi Dalami Keterlibatan Kemperin Terkait Kuota Garam
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Polisi Dalami Keterlibatan Kemperin Terkait Kuota Garam

Rabu, 12 Agustus 2015 | 21:06 WIB
Oleh : HS

Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya mendalami dugaan keterlibatan Kementerian Perindustrian (Kemperin) RI terkait tindak pidana suap dan gratifikasi untuk melebihi kuota impor garam di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Penggeledahan di Kemenperin terkait adanya temuan dugaan penyimpangan importasi garam," kata Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Ajie Indra di Jakarta, Rabu (12/5).

Ajie menuturkan dugaan penyimpangan yang terjadi menyetujui batas impor garam padahal barang itu termasuk kategori larangan terbatas (Lartas).

Pemerintah membatasi impor gatam agar pembuat garam domestik tidak merugi dengan aturan kuota impor garam harus menyerap 50 persen garam lokal.

Ajie mencontohkan kebutuhan garam di Indonesia sebanyak 15 ton dengan catatan 10 ton diambil dari petani lokal dan lima ton impor dari luar negeri.

Namun, kenyataan di lapangan terjadi sebaliknya lima ton garam lokal dan 10 ton garam impor.
Akibatnya, petani garam lokal merugi karena harus menurunkan harga di pasaran karena harus bersaing dengan produk impor.

"Jadi kemungkinan mafia impor garam," ungkap Ajie.

Penyidik menggeledah dan memeriksa beberapa saksi dari pihak Kemperin RI berdasarkan temuan penyidikan pada Kementerian Perdagangan (Kemdag) RI terkait masa bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Penyidik telah memeriksa empat saksi dari Kemperin RI yakni K dan S berstatus sebagai saksi dengan tingkat jabatan sekelas Kepala Subdirektorat (Kasubdit) pada salah satu Direktorat Jenderal Kemperin RI, serta staf berinisial W dan P.

Tim Satuan Tugas Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya juga menggeledah perusahaan importir, PT Garindo Sejahtera Abadi, di Jalan Perak, Surabaya, digeledah berkaitan dengan kasus suap tersebut.

Sumber: Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Suasana Haru Sertijab Mendag, Rachmat Gobel Menangis

Ucapkan terima kasih kepada semua pejabat dan seluruh keluarga besar kementerian perdagangan.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

JK Yakin Rizal Ramli Bisa Belajar

Jika tidak berkinerja bagus maka bisa diganti kembali.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Ini 3 Strategi Menteri Koordinator Perekonomian Baru

Ada tiga prioritas Menteri Koordinator Perekonomian baru Darmin Nasution.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

JK Tak Berkomentar Soal Thomas Lembong

Menteri Perdagangan perlu belajar dengan cepat perihal perdagangan dalam negeri.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Jokowi Ingin Bappenas Lebih Kuat dan Perencanaan Lebih Mikro

Perencanaan lebih dikoordinasikan.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Gaikindo Revisi Target Penjualan Jadi 1 Juta Unit

Penjualan dalam 5 bulan nanti diprediksi sekitar 390.000 unit.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Pemerintah Diminta Tidak Larang Impor Pakaian Bekas

Permendag No.51/7/2015 melarang pakaian bekas impor.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

AP II Kaji Energi Terbarukan untuk Listrik Bandara

Lebih efisien dan menjamin ketersediaan listrik.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Aspebindo: Soal Revisi Margin Batubara, Pemerintah Terlalu Reaktif

Proyek pembangkit listrik mulut tambang merupakan bisnis jangka panjang.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Darmin: Saya Ditugaskan Berikan Solusi Masalah Pangan

Selain memberikan solusi mengenai masalah pangan, Darmin Nasution juga diminta menyelesaikan masalah percepatan penyerapan anggaran.

EKONOMI | 12 Agustus 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS