MTF Targetkan Pembiayaan Rp 1,5 Triliun Per Bulan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

MTF Targetkan Pembiayaan Rp 1,5 Triliun Per Bulan

Rabu, 12 Agustus 2015 | 22:09 WIB
Oleh : Lona Olavia / HS

Jakarta - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) perusahaan pembiayaan hasil joint venture PT Bank Mandiri Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk menargetkan pembiayaan baru sepanjang tahun ini Rp 20 triliun. Untuk mencapai target tersebut, MTF menargetkan pembiayaan di semester II stabil di kisaran Rp 1,5 triliun setiap bulannya.

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, target tersebut akan dicapai seiring dengan program baru yang dirilis MTF bagi nasabah dan dealer yakni '1 to 7 Wonders' dan dua pameran besar yakni Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dan Indonesia International Motor Show (IIMS).

"Setiap bulan pembiayaan kita mencapai Rp 1,3 triliun. Puncak rekor pembiayaan kita di Juni 2015 yang mencapai Rp 1,527 triliun. Ini yang kita jaga hingga Desember 2015," sebutnya di Jakarta, Rabu (12/8).

Untuk program teranyarnya '1 to 7 Wonders', Harjanto mengharapkan bisa memberikan kontribusi Rp 200 miliar per bulan, hingga akhir periode program di Desember 2015 nanti. Sementara, untuk GIIAS ditargetkan bisa tercapai penjualan sebanyak 600 unit dan IIMS 300 unit, dengan total nominal pembiayaan Rp 200 miliar.

MTF melalui program '1 to 7 Wonders' hadir sebagai solusi bagi konsumen dalam kredit otomotif. Hal ini terkait produk MTF yang lengkap seperti tenor sampai dengan 7 tahun, bunga 0% spesial tenor, bunga KPM khusus nasabah Mandiri, ditambah program undian berhadiah yang berlangsung dari 15 Agustus sampai 31 Desember 2015.

Adapun program undian berhadiah ini berlaku untuk kredit mobil baru semua merek (passanger & commercial car) dan motor besar (Harley Davidson, BMW Motorrad and Zero). Pada periode ini, para pemenang undian berkesempatan mengunjungi salah satu negara dari 7 keajaiban dunia yang sudah tersohor keindahannya, antara lain Kamboja, India, Tiongkok, Perancis, Italia, Inggris, dan USA.

Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo menambahkan, dengan beragam program tersebut yang didukung penuh oleh Bank Mandiri, perseroan optimistis akan tetap tumbuh sepanjang semester II ini. "Kita optimis laba tumbuh di atas 30% di akhir tahun, sekitar Rp 300 miliar. Ini realistis karena Bank Mandiri melihat peluang kita yang tetap tumbuh positif kendati industri berkinerja negatif," tukasnya.

Selain dukungan Bank Mandiri, untuk memperkuat pembiayaan tahun 2015, MTF mempunyai sejumlah rencana bisnis antara lain penerbitan obligasi berkelanjutan II Rp 1-2 triliun di kuartal IV 2015 untuk modal kerja pembiayaan.

Hingga kuartal II tahun ini, MTF berhasil membukukan kinerja positif di tengah melemahnya penjualan otomotif nasional, baik roda dua maupun roda empat. MTF meraih pembiayaan baru Rp 7,84 triliun, meningkat 9,31% dibanding periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 7,17 triliun.

Peningkatan pembiayaan baru mendorong pendapatan MTF meningkat 29,14%, dimana 72% merupakan pendapatan dari pembiayaan konsumen, 6% dari sewa pembiayaan dan sisanya dari pendapatan bunga dan lain-lain. Alhasil laba tahun berjalan MTF meningkat 35,92% menjadi Rp154 miliar dari periode yang sama tahun 2014 yang sebesar Rp 113,3 miliar.

Susatyo juga mengungkapkan, market share MTF di mobil baru periode Januari – Juni 2015 mencapai 13,53% meningkat 2,9% dibanding periode yang sama tahun 2014 (berdasarkan police registration). Untuk diketahui, penjualan mobil nasional di kuartal II mencapai 525 ribu unit atau turun 18% dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Gaikindo telah merevisi target penjualan mobil nasional sampai akhir tahun 2015 menjadi 1.050 juta unit dari target awal 1,2 juta unit.

Sementara, penjualan sepeda motor nasional sebanyak 3,2 juta unit atau turun 23% dibandingkan periode yang sama tahun 2014. AISI telah merevisi target penjualan sepeda motor nasional tahun 2015 menjadi 6,5 juta unit dari target awal 7,7 juta unit.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sofyan Wanandi: Mendag Harus Banyak Lakukan Koordinasi

"Memang untuk perdagangan dalam negeri, seperti urusan daging, dia mesti belajar banyak dan mesti berkoordinasi banyak."

EKONOMI | 12 Agustus 2015

HUT ke-20, Wapres Semangati Para Peneliti Indef

"Selamat kepada teman-teman pendiri dan teman-teman peneliti Indef. Dimajukan financenya atau teori kemajuannya terserah. Pokoknya memajukan sesuatu."

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Polisi Dalami Keterlibatan Kemperin Terkait Kuota Garam

Kuota impor dan pasokan domestik disalahgunakan.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Suasana Haru Sertijab Mendag, Rachmat Gobel Menangis

Ucapkan terima kasih kepada semua pejabat dan seluruh keluarga besar kementerian perdagangan.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

JK Yakin Rizal Ramli Bisa Belajar

Jika tidak berkinerja bagus maka bisa diganti kembali.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Ini 3 Strategi Menteri Koordinator Perekonomian Baru

Ada tiga prioritas Menteri Koordinator Perekonomian baru Darmin Nasution.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

JK Tak Berkomentar Soal Thomas Lembong

Menteri Perdagangan perlu belajar dengan cepat perihal perdagangan dalam negeri.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Jokowi Ingin Bappenas Lebih Kuat dan Perencanaan Lebih Mikro

Perencanaan lebih dikoordinasikan.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Gaikindo Revisi Target Penjualan Jadi 1 Juta Unit

Penjualan dalam 5 bulan nanti diprediksi sekitar 390.000 unit.

EKONOMI | 12 Agustus 2015

Pemerintah Diminta Tidak Larang Impor Pakaian Bekas

Permendag No.51/7/2015 melarang pakaian bekas impor.

EKONOMI | 12 Agustus 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS