Indonesia Pimpin Kelompok 77 dan China

Indonesia Pimpin Kelompok 77 dan China
Ilustrasi Forum Ekonomi Dunia ( Foto: Suara Pembaruan )
Selasa, 7 Februari 2012 | 07:12 WIB
Selain mengkoordinasikan posisi bersama dan menyuarakan kepentingan negara berkembang di forum multilateral, Indonesia akan berupaya menjalankan kepemimpinan dengan pendekatan yang eksploratif, inovatif dan kreatif

Indonesia memperoleh kehormatan dan kepercayaan masyarakat internasional untuk memimpin Kelompok 77 dan China (G-77 dan China) Chapter Jenewa dalam forum United Nations Conference on Trade and Development (UNCTD) untuk periode 2012.
   
Serah terima Keketuaan G-77 dan China dilakukan Wakil Tetap Zimbabwe, Duta Besar James Manzou kepada Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya, Duta Besar Dian Triansyah Djani.
   
Sekretaris Pertama (Ekonomi)/Public Affairs Officer Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Muhsin Syihab mengatakan, acara serah terima dan handover ceremony dilaksanakan di Markas PBB Palais des Nations, Jenewa.
   
Hadir dalam acara yang berangsung Senin itu, Sekjen United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Dr. Supachai Panitchpakdi, Direktur Eksekutif South Center, Martin Khor, para Wakil Tetap/Duta Besar negara anggota G-77 dan China, serta para diplomat dan staf UNCTAD.
   
Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya, Duta Besar Dian Triansyah Djani mengatakan, kepercayaan ini merupakan cermin keberhasilan Indonesia di forum internasional.
   
"Kepercayaan ini merupakan cermin keberhasilan sekaligus pengakuan masyarakat internasional terhadap kiprah dan kontribusi diplomasi Indonesia di berbagai forum ekonomi multilateral," ujar Dubes Djani sesaat setelah acara serah terima tersebut.
   
Dikatakannya, sebagai Ketua G-77 dan China, Indonesia akan menindaklanjuti keketuaannya dalam bentuk berbagai aksi yang konkrit, realistis, dan pragmatis.
   
"Selain mengkoordinasikan posisi bersama dan menyuarakan kepentingan negara berkembang di forum multilateral, Indonesia akan berupaya menjalankan kepemimpinan G-77 dan China dengan pendekatan yang eksploratif, inovatif dan kreatif, tidak sekedar business as usual," ujar Dubes Djani.
   
Dubes Djani memaparkan beberapa inisiatif dan visi kepemimpinan Indonesia yang antara lain akan terus mendorong peningkatan kapasitas para negosiator negara anggota G-77 dan China melalui berbagai pelatihan secara berkala.
   
Selain perumusan road map revitalisasi G-77 dan China menghadapi hari jadinya yang ke-50 pada 2014, serta pembentukan Developedia, sebuah wadah yang akan menjadi sumber informasi yang kredibel dan menjadi rujukan berbagai kalangan.
   
Menurut Dubes Djani, keketuaan Indonesia bertepatan dengan masa krusial bagi UNCTAD, yaitu pelaksanaan Konferensi UNCTAD XIII di Doha, Qatar, yang akan diadakan dari 21 sampai 26 April mendatang  dan merupakan konferensi yang menentukan arah ke depan kerja sama internasional di bidang perdagangan dan pembangunan.
   
Baik Sekjen UNCTAD maupun Direktur Eksekutif South Center pada sambutannya menyampaikan keyakinannya pada kepemimpinan Indonesia, menyusul keberhasilan Indonesia menjadi Ketua Kelompok Asia pada 2008-2009 serta menjadi Presiden UNCTAD Trade and Development Board pada 2009-2010. 
   
G-77 dan China adalah sebuah kelompok yang didirikan di Jenewa, pada 15 Juni 1964 dan beranggotakan 132 negara berkembang. Kelompok ini bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang di forum PBB dan forum multilateral lainnya.