Logo BeritaSatu

Rabobank Sasar Portofolio Kredit Pangan dan Agribisnis Capai 70%

Kamis, 17 September 2015 | 20:11 WIB
Oleh : Devie Kania / PCN

Pangalengan – PT Rabobank Internasional Indonesia (Rabobank) menyasar peningkatan portofolio kredit terhadap sektor pangan dan agribisnis dapat mencapai sekitar 70% terhadap total kredit pada 2020. Untuk saat ini baru mencapai sekitar 60%. Sebagai strategi, perseroan berencana menggenjot kredit di porsi sektor tersebut di bagian business banking dari Rabobank.

Direktur Business Banking Rabobank Jopie Jusuf mengatakan, perseroan ingin fokus dan besar di bisnis yang terkait dengan pangan dan agribisnis. Adapun, sebagai wujud komitemen portofolio bank swasta ini di wholesales atau segmen korporasi sebanyak 100% adalah kredit untuk sektor tersebut. Namun, ia mengakui, komposisi penyaluran kredit di sektor food and agribusiness baru mencapai kisaran 25-26% kalau untuk segmen business banking.

"Sebagai bank yang ingin besar di kedua sektor tersebut, kami jelas tidak mungkin bertahan dengan portofolio sebesar itu di business banking. Jadi akan kami naikkan, karena perseroan menargetkan komposisi kredit pangan dan agribisnis dapat mencapai sekitar 70% dalam jangka waktu lima tahun ke depan," ujar dia selepas acara pendatanganan kerja sama dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) di Pangalengan, Jawa Barat, Kamis (17/9).

Menurut Jopie, perseroan berani masuk ke kedua sektor itu karena Rabobank memang memiliki kapabilitas untuk menggarap bisnis. Pasalnya itu, bank dengan modal inti (Tier I) sebesar Rp 1,42 triliun ini merupakan bagian dari Rabobank Group yang memiliki lembaga riset mengenai komoditas. "Jadi itulah modal pengetahuan bagi kami dalam menjalankan bisnis," tutur dia.

Sebagai upaya peningkatan kredit pangan dan agribisnis, Rabobank menyalurkan pinjaman kepada (KPBS) Pangalengan sekitar Rp 5 miliar untuk pengadaan tiga tangki pendingin susu. Adapun, KPBS adalah koperasi yang menyalurkan susu kepada PT Frisian Flag Indonesia, PT Ultrajaya Milk Industri Tbk, dan PT Indolakto.

Menurut Ketua Umum KPBS Pangalengan Aun Gunawan, sebelumnya KPBS Pangalengan pernah meminjam sebesar Rp 2,5 miliar kepada Rabobank untuk pendanaan bagi peternak. Selain itu, KPBS Pangalengan pernah juga meraih pinjaman dari Rabobank Foundation sebesar Rp 7,5 miliar. "Kalau yang sekarang, kami meraih pinjaman sebesar Rp 5,4 miliar dari Rabobank," ungkap dia.

Adapun, terkait pengadaan tiga tangki pendingin susu, KPBS Pangalengan juga bekerja sama dengan Frisian Flag. Fresh Milk Relationship Manager Frisian Flag Efi Lutfillah memaparkan, perseroan bersama Pemerintah Belanda menyalurkan dana sebesar Rp 3,6 miliar kepada koperasi tersebut. "Sebanyak 40% merupakan bagian subsidi dari Pemerintah Belanda, sisa yang ada dari kami. Antara perseroan dan KPBS Pangalengan telah bekerja sama sejak tahun 80-an," papar dia.

Berdasarkan laporan keuangan Rabobank, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 12,34 triliun pada semester I-2015, tumbuh 5,38%, dari periode sama pada 2014 yang mencapai Rp 11,71 triliun. Adapun, porsi kredit di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap total kredit mencapai 39,61%. Sedangkan itu, penyaluran kredit usaha kecil dan menengah (UKM) menyetuh porsi 0,74%.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Mayoritas Sektor Saham Merah, IHSG Ambles 67 Poin Sesi I

Selama sesi I, nilai perdagangan IHSG mencapai sekitar Rp 9,66 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 759.814 kali transaksi.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Aset Kripto Ceria Pekan lalu, ke Depan Investor Waspadai Ini

Secara keseluruhan pasar aset kripto relatif tenang dan berbagai bursa kripto di seluruh dunia termasuk Indonesia menunjukkan transparansi.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Dubes AS: UU KUHP Bisa Berdampak Negatif ke Investasi

Dubes AS di Indonesia menilai pengesahan UU KUHP bisa berdampak negatif pada laju investasi di Indonesia.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Kemenkeu Beri Keringanan Utang pada 2.109 Debitur Mini

Kemenkeu menyatakan hingga 30 November 2022 program keringanan utang (crash program) telah diikuti 2.109 debitur kecil atau mini.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Mengekor Mata Uang Asia, Rupiah Naik di Awal Perdagangan

Pergerakan mata uang Garuda atau rupiah di tengah mata uang Benua Kuning yang berada di zona hijau.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Polisi Dalami Tulisan soal KUHP Produk Kafir di Motor Pelaku Bom Bandung

Polisi Dalami Tulisan soal KUHP Produk Kafir di Motor Pelaku Bom Bandung

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE