Ekspor ke Uzbekistan Bakal Melonjak Jika Indonesia Kirim Komoditas Ini
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Ekspor ke Uzbekistan Bakal Melonjak Jika Indonesia Kirim Komoditas Ini

Rabu, 16 Desember 2015 | 19:07 WIB
Oleh : Eva Fitriani / EVA

Jakarta - Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi meyakini, Indonesia berpeluang besar untuk meningkatkan ekspor ke Uzbekistan. Pasalnya, ekspor Indonesia ke Uzbekistan saat ini belum mencakup komoditas ekspor utama seperti crude palm oil (CPO), karet, maupun kopi.

“Peluang meningkatkan ekspor produk-produk tersebut cukup terbuka. Hal ini mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil CPO dan karet terbesar di Asia Tenggara. Sementara Uzbekistan juga makin meningkatkan permintaan atas produk-produk tersebut,” kata Bachrul, Rabu (16/12).

Tercatat, komoditas ekspor utama Indonesia ke Uzbekistan pada 2014 adalah refrigerators, freezers and other refrigerating or freezing equipment (nilai ekspor US$ 5,0 juta); margarine (US$ 1,6 juta); nonwovens, whether or not Impregnated, coated, covered or laminated (US$ 0,3 juta); tea, whether or not flavoured (US$ 0,3 juta); dan soap, organic surface-active products for use as soap, in bars, cakes, etc (US$ 0,1 juta).

Sedangkan komoditas impor utama Indonesia dari Uzbekistan pada 2014 adalah spark-Ignition reciprocrating or rotary internal combustion piston engines (nilai impor US$ 3,5 juta); pulps of fibres derived from recovered (waste and scrap) paper or paperboard or of other fibrous cellulosic material (US$ 1,1 juta); dan cotton, not carded or combed (US$ 0,09 juta).

Pada 2014, total perdagangan Indonesia-Uzbekistan sebesar US$ 13,6 juta. Ekspor Indonesia ke Uzbekistan tahun itu mencapai US$ 8,7 juta dengan nilai impor US$ 4,7 juta. Adapun nilai ekspor Indonesia ke Uzbekistan pada periode Januari-Agustus 2015 sebesar US$ 3,9 juta dan impor senilai US$ 4,6 juta.

Uzbekistan, menurut Bachrul, mempunyai sumber alam yang kaya raya dan yang menjadi industri soko guru ekonomi nasional adalah emas, kapas, minyak bumi, dan gas alam. Sektor pertanian, peternakan, dan pertambangan Uzbekistan juga sangat maju. Uzbekistan merupakan mitra dagang kedua terbesar Indonesia di kawasan Asia Tengah setelah Kazakhstan dan menjadi salah satu pasar negara berkembang di dunia yang strategis bagi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia adalah anggota penting Asean dengan ekonomi terbesar dan masuk sebagai anggota G-20.

“Melihat potensi yang dimiliki Uzbekistan dan Indonesia, akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan ekonomi kedua negara dan hubungan perdagangan di kawasan Asia Tengah,” imbuh Bachrul.

Kedua negara juga mendapatkan keuntungan dari optimisme pasar secara keseluruhan dari kawasan Asia. Dengan demikian, perjanjian perdagangan ini merupakan peluang bagi Indonesia dan Uzbekistan untuk melebarkan sektor perdagangan.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pertamina, Total, dan Inpex Teken HoA Blok Mahakam

Penandatanganan HoA ini merupakan langkah awal bagi Pertamina untuk terlibat dalam pengelolaan Blok Mahakam.

EKONOMI | 16 Desember 2015

Darmin: Meski Harga Pangan Naik Jelang Natal, Namun Tak Mengkhawatirkan

Mungkin harga cabai dan bawang merah yang tinggi.

EKONOMI | 16 Desember 2015

Delapan CEO Terpilih Sebagai Tokoh Finansial Indonesia 2015

CEO yang terpilih merupakan figur yang dinilai berhasil mengusung inovasi atau pun strategi baru pada bisnis perusahaan.

EKONOMI | 16 Desember 2015

Ekspor Minyak Sawit ke Tiga Negara Ini Naik

Meningkatnya kebutuhan industri makanan di Pakistan menjadi salah satu pemicu naiknya ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke negara tersebut

EKONOMI | 16 Desember 2015

Sofyan: Peran Bappenas Diperkuat

Bappenas akan sejajar dengan Kementerian Keuangan dalam menentukan pagu indikatif dan pagu anggaran

EKONOMI | 16 Desember 2015

Alternatif Pembiayaan Melalui P2P

Selain dari perbankan, alternatif pembiayaan dengan skema person to person kini mulai banyak dikenalkan di beberapa negara dan mendapat sambutan cukup positif.

EKONOMI | 16 Desember 2015

Hipmi Minta Insentif Pajak Bagi Pengusaha Kecil

setuju diberlakukan tax amnesty asalkan berkeadilan dan berkepastian hukum

EKONOMI | 16 Desember 2015

Kemenperin-Polri Komit Amankan Objek Vital Nasional

Investasi bidang industri merupakan salah satu sektor investasi ekonomi yang sangat penting

EKONOMI | 16 Desember 2015

Menperin Minta Industriawan Gunakan Pola Produksi Ramah Lingkungan

Praktek produksi ini juga diyakini menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan produknya.

EKONOMI | 16 Desember 2015

13 Atase Naker Sepakat Tingkatkan Perlindungan TKI

atnaker diminta juga memanfaatkan kecanggihan teknologi

EKONOMI | 16 Desember 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS