Mentan Dinilai Berpihak pada Asing
Logo BeritaSatu

Mentan Dinilai Berpihak pada Asing

Minggu, 3 Januari 2016 | 15:40 WIB
Oleh : Yosi Winosa / FMB

Jakarta - Dibukanya keran impor daging variasi mencerminkan Kementrian Pertanian lebih berpihak ke importir dari pada menumbuhkan produksi daging di dalam negeri.

Pengamat peternakan Rohwadi Thawaf menyatakan sebaiknya presiden menegur Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang telah menerbitkan izin impor daging variasi. "Itu kan aturan Mentan, presiden tegur dong menterinya yang berpihak ke importir, " kata dia kepada Beritasatu.com, Minggu (3/1).

Ia mengatakan belum saatnya importir yang membawa daging variasi impor diseret ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). "Kalau ada monopoli usaha, nanti bisa diseret ke KPPU, " katanya.

Daging Variasi (variety/fancy meats) adalah bagian daging selain daging potongan primer, daging potongan sekunder, dan daging industri berupa potongan daging dengan tulang dan tanpa tulang dalam bentuk segar dingin (chilled) dan beku (frozen) yang berasal dari ternak ruminansia, yang terdiri dari buntut (tail) dan lidah (tounge) serta jenis potongannya.

Selain itu, Arief Daryanto pengamat peternakan Institut Pertanian Bogor mengatakan pemerintah harus berlaku adil dengan adanya impor daging variasi tersebut terhadap peternak lokal. "Dengan adanya impor, pemerintah harus ada insentif. Itu jalan yang adil ketika adanya impor yang terpaksa, " ujarnya.

Impor harus bebas dari penyakit yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian RI No 139 tahun 2014 tentang pemasukan salah satunya daging variasi diatur di pasal 9 menyebutkan, harus bebas dari pertama, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rift Valley Fever (RVF), Contagious Bovine Pleuropneumonia, dan Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) untuk pemasukan daging ruminansia besar, kedua, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rift Valley Fever (RVF), Sheep and Goat Pox, Pestedes Petits Ruminants (PPR), dan Scrapie untuk pemasukan karkas dan daging ruminansia kecil. Ketiga, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rift Valley Fever (RVF), Classical Swine Fever (CSF)/Hog Cholera dan African Swine Fever (ASF) untuk pemasukan karkas dan daging
babi; dan keempat, Penyakit Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) dan paling kurang dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir dalam radius 50 (lima puluh) kilometer sebelum pelaksanaan pengeluaran dari negara asal telah dinyatakan tidak dalam keadaan wabah penyakit Newcastle Disease (ND), Duck Viral Hepatitis (DVH), dan Duck Viral Enteritis (DVE) untuk pemasukan karkas unggas.

Menurut Arief, adanya izin impor daging variasi jangan sampai membabibuta untuk menjaga harga di tingkat peternak yang saat ini baru saja menikmati keuntungan.

"Ada batasan impor agar harga tidak menjatuhkan peternak lokal, impor cukup sekadarnya, " katanya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Fokus Pasar: Investasi Proyek Baterai Listrik Selesai Sebelum 2024

Proyek senilai Rp 15,6 triliun tersebut merupakan kerja sama LG Energy Group Solution, Hyundai Motor Group dan PT Industri Baterai Indonesia.

EKONOMI | 21 September 2021

Jumlah Pengguna Naik Signifikan, Pendapatan Trimegah Karya Pratama Melesat

Pengguna Ultra Voucher naik jadi 205.000 pengguna pada Juni 2021, dibandingkan sebelumnya yaitu sekitar 123.000 pengguna pada periode yang sama di tahun lalu.

EKONOMI | 21 September 2021

Sebagian Bursa Asia Libur, Investor Terus Pantau Krisis Evergrande

Nikkei 225 Tokyo turun 1,61%, Topix turun 1,69%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,14%.

EKONOMI | 21 September 2021

Dampak Krisis Evergrande Terasa hingga Bursa Eropa

Indeks Stoxx 600 Eropa turun 1,67%, DAX Jerman turun 2,31%, FTSE Inggris turun 0,86%, FTSE MIB Italia turun 2,57%.

EKONOMI | 21 September 2021

Tertular Krisis Evergrande, Konglomerat Tiongkok Ini Kehilangan US$ 1 M

Bos raksasa properti Shanghai, Sinic Holdings Group, Zhang Yuanlin kehilangan lebih dari US$ 1 miliar pada Senin (20/9/2021) karena efek domino Evergrande.

EKONOMI | 21 September 2021

Wall Street Anjlok, Ini Penyebabnya

Indeks S&P 500 turun 1,7% ke 4.357,73, koreksi terdalam sejak 12 Mei. Sebanyak 11 sektor ditutup di zona merah.

EKONOMI | 21 September 2021

Menko Airlangga Raih Penghargaan Internasional Terkait Pemulihan Ekonomi

Lima tokoh lainnya dari India, Korea Selatan, dan Inggris juga mendapat penghargaan di ajang yang sama.

EKONOMI | 20 September 2021

Tumbuh 8%, Industri Furnitur Tangguh Hadapi Dampak Pandemi

Industri furnitur merupakan salah satu sektor yang potensial dikembangkan karena didukung dengan ketersediaan sumber daya alam di dalam negeri.

EKONOMI | 20 September 2021

Kemnaker Dorong Perusahaan untuk Menyediakan Fasilitas Koperasi Pekerja

Kemnaker mendorong agar setiap perusahaan menyediakan fasilitas penunjang kesejahteraan pekerja/buruh, salah satunya koperasi pekerja/buruh.

EKONOMI | 20 September 2021

Modernland Mulai Serah Terima Proyek Mixed Home The Savoy

The Savoy yang mengusung konsep hunian 2 in 1, merupakan satu-satunya area rumah sekaligus tempat usaha yang berada di kawasan River Garden Jakarta Garden City.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Ke Banten, Jokowi Resmikan Pabrik Industri Baja dan Tinjau Vaksinasi

Ke Banten, Jokowi Resmikan Pabrik Industri Baja dan Tinjau Vaksinasi

NASIONAL | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings