Kinerja Sektor Logistik 2016 Diyakini Membaik

 Kinerja Sektor Logistik 2016 Diyakini Membaik
Aktivitas bongkar muat truk logistik di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. ( Foto: Jakarta Globe / Jakarta Globe )
Tri Murti / MUR Rabu, 13 Januari 2016 | 14:02 WIB

Jakarta - Hasil  Jajak pendapat  Divisi Penelitian dan Pengembangan Supply Chain Indonesia (SCI) menunjukan, sebagian besar responden (58,9%) optimistis kinerja sektor logistik di Indonesia bakal  membaik pada tahun ini. Keyakinan itu sejalan dengan rencana pemerintah untuk mempercepat dan meningkatkan penyerapan anggaran yang akan berdampak terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi

"Selain itu, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan mendorong peningkatan volume logistik di Indonesia," kata Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (13/1).

Setijadi juga menyebutkan,  sebanyak 33,9% responden tidak yakin  kinerja logistik bisa membaik tahun ini.  Pemikiran sebagian responden  tersebut  berangkat dari kondisi kinerja sektor logistik  tahun 2015.

Lebih jauh, sebanyak  48,2% responden menyatakan kinerja sektor logistik Indonesia secara umum pada 2015 tetap dibandingkan  2014. Penilaian ini  diperkuat dari data responden yang menyatakan kinerja sektor logistik 2015 lebih baik atau lebih buruk dari 2014 yang  berjumlah masing-masing sama, yaitu 25%.

Pada 2015, volume bisnis logistik dan stabilitas iklim bisnis relatif tetap, sedangkan biaya logistik tetap tinggi karena inefisiensi pada sejumlah aktivitas. "Tahun 2015 merupakan masa wait and see menyambut MEA," ujar dia.

Selain itu, implementasi Sistem Logistik Nasional (Sislognas) pada 2015 (yang merupakan implementasi Tahap I 2011-2015) belum efektif. Sebanyak 78,6% responden menyatakan tidak puas atas kinerja pemerintah secara keseluruhan dalam meningkatkan kinerja sektor logistik Indonesia tahun 2015.

Ketidakpuasan antara lain terjadi karena para pihak belum melihat perencanaan pembangunan sektor logistik secara jelas. Selain itu, pembangunan infrastruktur belum memberikan dampak yang signifikan terhadap efisiensi logistik.

Sementara itu, jajak pendapat dilakukan oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan SCI  melalui beberapa media sosial SCI pada 4-10 Januari 2016 dengan responden sebanyak 112 orang. Responden  terdiri atas para praktisi, akademisi, birokrasi, pemerhati, dan pemangku kepentingan lainnya dalam sektor logistik. Sampling error jajak pendapat ini sebesar 5%. SCI merupakan lembaga independen yang bergerak dalam kegiatan pendidikan, pelatihan, konsultasi, penelitian, dan pengembangan bidang logistik dan supply chain di Indonesia. 



Sumber: Investor Daily