Industri Semen Kelebihan Kapasitas Produksi 30%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Industri Semen Kelebihan Kapasitas Produksi 30%

Selasa, 16 Februari 2016 | 18:37 WIB
Oleh : Eva Fitriani / EVA

Jakarta - Industri semen nasional diperkirakan mengalami kelebihan kapasitas produksi hampir 30% pada 2016, seiring beroperasinya enam pabrik baru. Mulai beroperasinya pabrik-pabrik tersebut membuat total kapasitas semen naik menjadi 92 juta ton, sedangkan permintaan semen domestik diperkirakan sekitar 65 juta ton pada tahun ini.

“Total kapasitas pabrik semen yang siap beroperasi tahun ini sekitar 92 juta ton, sedangkan permintaan masih jauh dari kapasitas terpasang,” kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso seperti dikutip dari Investor Daily, Selasa (16/2).

Widodo menjelaskan, tambahan kapasitas tersebut berasal dari empat pabrik yang akan beroperasi total tahun ini, yaitu Semen Merah Putih, Semen Jawa, Semen Bima, dan Conch Semen. Dari beroperasinya pabrik-pabrik semen tersebut akan ada tambahan kapasitas sebanyak 9,1 juta ton.

“Selain itu, akan ada tambahan lagi dari dua pabrik semen, yakni Semen Tiga Roda dan Semen Bosowa sebanyak 7,4 juta ton. Dengan demikian, ada tambahan kapasitas produksi sekitar 16,5 juta ton,” kata dia.

Meski demikian, lanjut dia, penyerapan semen di dalam negeri masih belum bisa mengimbangi penambahan kapasitas produksi industri. Diperkirakan, penyerapan semen di dalam negeri pada tahun ini hanya 65 juta ton, tumbuh 7,54% dibanding tahun sebelumnya 60,44 juta ton.

“Untuk itu, podusen mengharapkan pembangunan infrastruktur bisa berjalan lancar, baik dari anggaran pemerintah maupun anggaran para investor BUMN,” kata dia.

Dengan demikian, tambah Widodo, produksi semen di dalam negeri bisa diserap dengan baik, karena produsen semen telah menggelontorkan triliunan rupiah untuk pembangunan pabriknya.

Di sisi lain, kata Widodo, produsen akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk menyiasati hal ini. Salah satunya adalah dengan menggenjot ekspor ke sejumlah negara.

“Ekspor rencananya ditujukan ke negara-negara di Afrika, Srilanka, Bangladesh, Timur Tengah, Australia, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste,” terang dia.

Berdasarkan data ASI, total ekspor semen nasional pada 2015 mencapai 1,00 juta ton, naik 280% dari tahun sebelumnya 265,16 ribu ton. Sebanyak 561,76 ribu ton berupa ekspor dalam bentuk semen, dan sisanya 445,74 ribu ton ekspor clinker.
Sementara itu, total permintaan semen di dalam negeri pada tahun lalu mencapai 60,44 juta ton, naik 0,9% dari tahun sebelumnya 59,90 juta ton.

Widodo memperkirakan, permintaan semen tahun 2016 akan tumbuh lebih besar dibanding tahun lalu seiring mulai berjalannya program pembangunan infrastruktur pemerintah. Kenaikan permintaan sudah mulai terlihat pada Januari 2016.
Penjualan semen sepanjang Januari 2016 naik 4,4% menjadi 5,14 juta ton dibanding periode sama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong tingginya permintaan di pulau-pulau utama di Indonesia.

"Ini menunjukkan bahwa program pemerintah untuk memulai pelaksanaan pembangunan perumahan dan infrastruktur mampu terlaksana lebih awal. Dan tentunya juga akibat berlanjutnya pembangunan proyek power plan , smelter, dan lainnya," kata Widodo.

Widodo menjelaskan, pertumbuhan permintaan semen tertinggi ada di Sulawesi. Berdasarkan data ASI, permintaan semen di pulau itu pada Januari 2016 tumbuh 19% dibanding periode sama 2015 menjadi 424 ribu ton. Pertumbuhan tinggi juga terjadi di Sumatera sebanyak 15,8% menjadi 1,09 juta ton, disusul Jawa yang naik 5,3% menjadi 2,88 juta ton. Sementara di Bali dan Nusa Tenggara, permintaan semen naik 1,6% menjadi 320 ribu ton.

Meski demikian, permintaan semen di beberapa daerah justru menurun. Tercatat, permintaan semen di Kalimantan pada bulan kemarin turun 31% menjadi 305 ribu ton dibanding Januari 2015. Permintaan semen di Maluku dan Papua juga melemah 13% menjadi 115 ribu ton.

"Namun secara total, permintaan semen di bulan Januari mengalami kenaikan 4,4%. Meski dibanding Desember 2015 turun 5,6%," kata Widodo.

Dia menjelaskan, penurunan dibanding Desember tersebut lebih karena banyak anggaran pembangunan pemerintah yang harus diselesaikan pada kuartal IV. Akibatnya, permintaan pada bulan terakhir 2015 tersebut sangat tinggi mencapai 5,45 juta ton.

Widodo berharap, pertumbuhan permintaan semen akan berlanjut di Februari, dan bahkan bisa lebih tinggi lagi. Optimisme tersebut muncul karena adanya proyek pembangunan sejuta rumah dan pembangunan pedesaan senilai Rp 47 triliun yang mulai dilaksanakan tahun ini.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

MatahariMall.com Hadirkan Promo Same Day Delivery

Promo Same Day Delivery berlaku bagi pelanggan yang membeli produk rumah tangga lebih dari satu produk maka akan dikirimkan pada hari yang sama.

EKONOMI | 16 Februari 2016

Kembali digelar, Konferensi Kemaritiman Asia Pasifik

Pada edisi ke-14 ini, APM fokus pada tema pembuatan kapal dan permasalahan lepas pantai.

EKONOMI | 16 Februari 2016

Kemendag-BPH Migas Kerja sama Awasi Alat Ukur BBM

Pengawasan meter arus BBM, tangki ukur mobil, dan pompa ukur BBM merupakan kegiatan yang tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga pelaku usaha.

EKONOMI | 16 Februari 2016

Proyek Kilang Mini, KKKS dan Investor Dapat Insentif

Insentif itu berupa harga minyak mentah (Indonesian Crude Price/ICP) khusus.

EKONOMI | 16 Februari 2016

Pekan Raya Indonesia Targetkan Transaksi Rp 500 M

PRI menargetkan transaksi minimum Rp 500 miliar dengan pengunjung mencapai 1 juta orang.

EKONOMI | 16 Februari 2016

ESDM Kaji Kembali Batas Ekspor Konsentrat di 2017

Pada 2017 nanti hanya hasil pemurnian saja yang diperbolehkan ekspor.

EKONOMI | 16 Februari 2016

Kembangkan Energi Baru Terbarukan, Pemerintah Kucurkan Rp 1,89 T

Pemanfaatan energi baru terbarukan harus ditingkatkan menjadi 18.600 megawatt (MW) pada 2019

EKONOMI | 16 Februari 2016

Investasi Energi Baru Terbarukan Ditargetkan Capai US$ 3,16 M

Pada tahun lalu, investasi pada sektor energi ini tercatat sebesar US$ 2,92 miliar.

EKONOMI | 16 Februari 2016

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 13.394

Rupiah hari ini dibuka di Rp 13.325 dan diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.294,5 -Rp 13.417 per dolar AS

EKONOMI | 16 Februari 2016

Hadapi MEA, KapanKerja.com Siap Lahirkan SDM Berkualitas

visi besar KapanKerja.com adalah membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Indonesia dan mengembangkan UMKM.

EKONOMI | 16 Februari 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS