Jaringan Transmisi Rampung, Pasokan Listrik Palu Bertambah 24 MW

Jaringan Transmisi Rampung, Pasokan Listrik Palu Bertambah 24 MW
Ilustrasi (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)
Rangga Prakoso / FER Sabtu, 30 April 2016 | 00:02 WIB

Jakarta - ‎PT PLN (persero) berhasil merampungkan pembangunan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (150 kV) yang menghubungkan Gardu Induk Sidera (Palu Baru) dengan Gardu Induk Silae/Tipo pada sistem kelistrikan Palu, Sulawesi Tengah.

Rampungnya seluruh pekerjaan transmisi sepanjang 56 kilometer sirkuit (kms) terdiri dari 89 tower ini ditandai dengan proses energize atau proses koneksi, pemberian tegangan, dan sinkron yang dilakukan Kamis (28/04) pukul 20.20 WITA dengan mengalirkan energi listrik dari PLTA Poso ke kota Palu.

Dengan demikian pasokan listrik untuk kota Palu dan sekitarnya normal kembali setelah mendapat tambahan 24 Megawatt (MW) dan diharapkan tidak ada lagi pemadaman bergilir karena kekurangan daya seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Manajer Senior Public Relations, Agung Murdifi, mengatakan, pembangunan jaringan transmisi 150 kV dari GI Palu Baru ke GI Silae total membutuhkan waktu hampir 40 bulan sejak awal pembangunannya hingga hari ini.

"Diharapkan akan membantu sistem kelistrikan Palu dan sekitarnya, utamanya dengan memanfaatkan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA Poso, sehingga pemanfaatan energi baru dan terbarukan, yaitu energi listrik dari air akan dapat dioptimalkan," kata Agung dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. (29/4).

Agung menuturkan beroperasinya jaringan transmisi ini sangatlah berarti, karena menjadi salah satu solusi dalam mengatasi defisit daya yang mengharuskan PLN melakukan pemadaman beberapa waktu terakhir. "Tambahan 24 MW yang didapatkan dari trafo berkapasitas 30 MVA ini tentunya akan membuat pasokan listrik di Kota Palu dan sekitarnya menjadi tercukupi," ujarnya.

Seperti yang diketahui, beban puncak sistem kelistrikan Palu pada malam hari mencapai 90 MW sementara pada siang hari sekitar 80 MW.

Sistem kelistrikan Kota Palu sempat mengalami defisit daya sebesar 40 MW pada tanggal 9 April lalu karena berhenti beroperasinya 2 unit mesin PLTU Mpanau sebagai persiapan masuknya unit 3 dan 4 yang ditargetkan beroperasi pada awal Juni 2016.

Angka defisit tersebut sudah berkurang mulai tanggal 23 April sejak sejak beroperasinya kembali 2 unit tersebut, namun masih menyisakan kekurangan daya sebesar 15 MW. Adanya tambahan daya 24 MW ini berarti kekurangan daya tersebut bisa dipenuhi dan terdapat cadangan daya sebesar sekitar 9 MW.

PLN akan terus memantau agar seluruh pembangkit bekerja maksimal. Selain itu, PLN terus berupaya memperkuat sistem kelistrikan kota Palu untuk mengantisipasi beban puncak yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain membantu mengatasi defisit daya yang terjadi, kehadiran transmisi ini juga membantu menurunkan biaya produksi listrik. Jika dibandingkan dengan biaya produksi listrik yang dihasilkan melalui mesin diesel, maka dalam setahun, PLN dalam setahun berpotensi mendapatkan penghematan biaya produksi listrik sebesar kurang lebih Rp 105 miliar.

 

Sumber: BeritaSatu.com