Rebut Ekonomi Labuan Bajo dengan Berwirausaha
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rebut Ekonomi Labuan Bajo dengan Berwirausaha

Jumat, 3 Juni 2016 | 22:34 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta- Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Pariwisata, Arief Yahya, pada akhir tahun 2015, menetapkan 10 destinasi pariwisata yang akan menjadi prioritas kunjungan wisatawan.

Pemerintah memprioritaskan 10 tujuan wisata untuk dikembangkan tidaklah berlebihan. Pasalnya, pertama, kalau sektor pariwisata benar-benar diurus maka ekonomi bangsa bangkit dan maju. Kedua, selama ini banyak objek wisata di Indonesia kurang maksimal pengelolaannya.

Padahal sudah lama, sektor ini diurus oleh sebuah kementerian walaupun nama kementerian sering diganti. Sekarang namanya Kementerian Pariwisata. Di tingkat kabupaten dan provinsi ada juga Dinas Pariwisata. Itu berarti sektor parisata adalah sektor yang penting.

Data Kementerian Pariwisata menyatakan, pada tahun 2014, sektor pariwisata menyumbang penerimaan negara sebesar US$ 8,554 miliar, yang merupakan urutan kelima dari komoditas yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan negara. Pada tahun 2011 sektor pariwisata mengkontribusikan US$ 8,554 miliar. Itu berarti dari tahun 2011 ke tahun 2014 sama sekali tidak ada peningkatan dalam sektor pariwisata ini.

Tahun 2014, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hanya sekitar 8,8 juta orang. Pada saat yang sama, Malaysia mencatatkan kunjungan wisatawan lebih dari 25 juta jiwa atau hampir tiga kali lipat dari jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia. Padahal kalau membandingkan objek wisata Indonesia dengan Malaysia, Indonesia jauh lebih banyak dan lebih menarik. Hanya barang kali di sana pengurusannya jauh lebih bagus dibanding Indonesia.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari hingga September 2015 sebanyak 7.191.771 wisman atau tumbuh 3,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebanyak 6.946.849 wisman.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menyebutkan, pada September 2015 mencapai 869.179 wisman atau tumbuh sebesar 9,84 persen dibandingkan periode September 2014 sebanyak 791.296 wisman. "Pertumbuhan wisman pada September 2015 sebesar 9,8 persen merupakan yang tertinggi dalam sembilan bulan terakhir dan tercatat sebagai rekor baru dalam lima tahun ini," katanya akhir tahun 2015.

Dampak dari kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) dari 15 negara tahun 2015 menjadi 90 negara, mulai memberikan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisman yang pada September 2015 mencapai dua digit. "Dampak BVK lebih signifikan akan terasa mulai tahun depan. Kita proyeksikan tahun 2016 kebijakan BVK akan menambah jumlah kunjungan 1 juta wisman dengan devisa sebesar US$ 1 miliar," kata Arief Yahya akhir akhir tahun 2015.

Pemerintah melakukan terobosan sebagai deregulasi pariwisata dengan penerapan BVK 90 negara, penghapusan ketentuan Clearance Approval for Indonesia Teritory (CAIT), serta asas cabotage untuk cruise atau kapal pesiar asing sehingga kunjungan wisman cruise maupun para yachter dunia masuk ke perairan Indonesia akan meningkat signifikan.

Satu dari 10 destinasi pariwisata yang dicanangkan pemerintah itu adalah Labuan Bajo, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Labuan Bajo merupakan pintu gerbang untuk bisa masuk ke objek wisata, Taman Nasional Komodo (TNK), Pulau Rinca, Pink Beach dan Batu Cermin.

Pada bulan September tahun 2013 Pulau Komodo resmi sebagai salah satu dari tujuh keajaiban warisan alam yang ada di dunia. Pulau Komodo ditetapkan sebagai salah satu keajaiban dunia oleh organisasi New7Wonders. Enam keajaiban lainnya adalah Halong Bay (Vietnam), Amazon (Amerika Latin), Pulau Jeju (Korea Selatan), Table Mountain (Afrika Selatan), Air Terjun Iguazu (Amerika Latin), dan Puerto Princea Underground River (Filipina).

Bagi orang yang pernah atau sering datang ke Pulau Komodo mencatat ada tiga keajaiban Pulau Komodo. Pertama, Pink Beach atau pantai berwarna Pink. Orang bermain di pantai yang berpasir cokelat atau putih, sudah biasa. Tapi bermian di atas pantai dengan pasir berwarna pink, itu luar biasa. Hanya ada 7 buah pantai berpasir pink di dunia ini, salah satunya di Pulau Komodo. Pasir pink ini berkat campuran pasir putih dan merah. Warna merah sendiri konon katanya berasal dari serpihan koral merah yang hancur.

Kedua, Taman Nasional Komodo (TNK). Di sini wisatawan bisa melihat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Selain itu, wisatawan yang hobi snorkeling, di sini juga surganya ikan dan terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu, 70 spesies sponge, dan 1.000 spesies ikan. Di sanalah tempat hidup dugong, hiu, 14 jenis paus, lumba-lumba, dan kura-kura.

Ketiga, Hewan Purba Varanus Komodoensis alias Komodo. Kadal raksasa yang termasuk hewan purba ini pertama kali ditemukan tahun 1910 oleh Peter Ouwens, direktur Museum Zoologi Bogor. Dan saat ini populasi komodo hanya bisa ditemukan di Indonesia. Di Pulau Komodo terdapat sekitar 2.500 ekor komodo yang masuk dalam IUCN Red List of Threatened Species.

Sejak Pulau Komodo dikampanyekan untuk masuk nominasi salah satu keajaiban dunia tahun 2011, jumlah jumlah turis ke Pulau Komodo meningkat tajam. Pada tahun 2012 jumlah wisatawan yang mengunjungi TNK selama 2012 mencapai 16.768 wisatawan. “Padahal beberapa tahun sebelumnya, hanya sekitar 12.000 orang,” kata Kepala Seksi Sarana Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTT, Bona Rumat.

Menurut Bona, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo berimplikasi pada peredaran uang di Labuan Bajo yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 838 miliar. Jumlah itu berdasarkan asumsi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah itu mengeluarkan biaya minimal Rp 1 juta per hari untuk pemenuhan sejumlah kebutuhannya, seperti akomodasi, transportasi, makan, dan minum. “Jika diasumsikan dengan lama wisatawan tinggal paling kurang lima hari, maka diperoleh Rp 838 miliar,” kata dia.

Berdasarkan Data Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menunjukan pada periode Januari-Agustus 2015, jumlah wisatawan baik asing, nusantara maupun lokal yang berkunjung ke TNK meningkat 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2014.

Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, mencatat, selama delapan bulan di tahun 2015 ini, jumlah wisatawan yang datang ke TNK sebanyak 40.807 orang. Sedangkan, pada periode yang sama tahun 2014 lalu, sebanyak 32.750 orang. Mayoritas wisatawan yang ke TNK adalah wisatawan asing. Sepanjang Januari-Agustus 2015, wisatawan asing yang berkunjung ke TNK mencapai 30.425 orang.

Jumlah ini meningkat 0,94% dibandingkan periode Januari-Agustus 2014 yang mencapai 30.141 orang.
Sedangkan jumlah wisatawan nusantara yang mendatangi TNK pada Januari - Agustus 2015 sebanyak 10.251 orang, meningkat 46,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 6.979 orang.

Kalau tren kunjungan wisatawan asing dan domestik menanjak, kunjungan wisatawan lokal malah menurun drastis. Sepanjang Januari-Agustus 2015, jumlah wisatawan lokal atau yang berasal dari Manggarai Barat sendiri yang berkunjung ke TNK hanya 131 orang. Jumlah ini anjlok 59,44% dibandingkan periode yang sama tahu lalu yang mencapai 323 orang. Wisatawan lokal yang mendatangi TNK pada tahun ini hanya pada bulan Januari yaitu sebanyak 131 orang. Kemudian, pada Februari hingga Agustus, tercatat tak satu pun wisatawan lokal yang mengunjungi TNK.

Kepala Seksi Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Mabar, Maria Hilda Elifandi, mengatakan, jumlah wisatwan yang masuk ini dihitung berdasarkan jumlah karcis yang terjual di pintu masuk tempat pariwisata. Elifandi mengatakan tarif masuk untuk wisatawan mancanegara adalah Rp 50.000 sedangkan wisatawan nusantara dan lokal adalah Rp 20.000.

Mengacu pada data tarif ini, perputaran uang di TNK (dari tarif masuk saja) sepanjang Januari-Agustus 2015 adalah Rp 1,73 miliar. Rinciannya, uang dari wisatawan asing sebanyak Rp 1,52 miliar. Kemudian uang dari wisatawan nusantara adalah Rp 205,02 juta dan wisatawan lokal sebanyak Rp 2,62 juta. Elifandi menagatakan wisatawan asing yang paling banyak berkunjung ke TNK berasal dari Australia.”Biasanya mereka rombongan, pakai kapal cruise,”ujarnya.

Namun, sampai saat ini masih banyak kekurangan dan kendala untuk sampai di Pulau Komodo, seperti masalah infrastruktur jalan, pelabuhan wisata dan transportasi darat. Untungnya sekarang Bandara Komodo sudah bisa mendarat pesawat berbadan besar seperti Boeing 737. Sedangkan untuk penginapan, saat ini sudah tersedia tiga hotel berbintang.

Dan hal lain yang perlu diperhatikan ke depan adalah para wisatawan datang ke Labuan Bajo bukan hanya untuk bisa ke TNK, tetapi juga mereka bisa menikmati keindahan lain serta objek wisata lainnya, seperti sejumlah pulau kecil di sekitar Labuan Bajo serta pantai-pantainya yang indah. Namun, sayang kebanyakan pantai-pantai itu sampai saat ini belum terurus. Di sana-sini sampah berserakkan sampah bahkan sering dijadikan masyarakat setempat sekadar untuk berbuat mesum.


Potensi Ekonomi Labuan Bajo


Sebagai Kota Internasional, Labuan Bajo pasti mempunyai banyak peluang ekonomi, seperti penginapan, makanan- minuman (restauran), moda transportasi darat dan laut, kerajinan kas Manggarai, perbengkelan, serta bisnis jasa lainnya seperti kecantikan, konveksi (menjahit), cukur rambut dan sebagainya.

Namun, demikian yang menguasai semua bisnis ini di Labuan Bajo kebanyakan orang dari luar Labuan Bajo dan bahkan asing. Dan yang memprihatikan, sayur-sayuran dan buah-buahan yang dijual di Labuan Bajo kebanyakan didatangkan dari Bima.
Untuk itu, Pemkab dan masyarakat Manggarai Barat segera menguasi potensi ekonomi Labuan Bajo ini. Untuk menguasai ekonomi Labuan Bajo dan juga dua Manggarai lainnya, pemerintah (daerah) perlu berpikir dan bertindak wirausaha (entrepreneursip).

Dalam Kamus besar bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, wirausaha mengacu pada wiraswasta, yang artinya, “orang yang pandai atau berpikir mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya”. Wirausaha atau entrepreneur berasal dari bahasa Perancis, entre berarti “antara”, dan prendre berarti “mengambil” (Wijatno,2009:2).

Kata ini pada dasarnya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berani nengambil resiko dan memulai sesuatu yang baru. Produk baru misalnya tidak mesti terkait dengan teknologi canggih karena produk yang sederhana juga dapat menyajikan kebaruan. Contohnya rasa baru dalam bidang makanan. Jadi entrepreneurship artinya sebagai suatu aktivitas yang menciptakan sesuatu yang baru. Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk melihat dan dan mengevaluasi peluang bisnis, memperoleh sumber daya yang diperlukan untuk mengambil keunggulan darinya dan berinisiatif mengambil tindakan yang tepat untuk menjamin sukses.

Dibanding dengan negara lain, Indonesia masih ketinggalan dalam mengembangkan semangat atau jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakatnya. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, masyarakat Indonesia yang menggeluti dunia wirausaha sampai saat jumlahnya hanya sekitar 1,6 % dari lebih dari 240 juta jiwa penduduknya.

Padahal jiwa kewirausahaan itulah yang diharapkan menjadi motor penggerak roda pereokomian negara. Kalau dibanding dengan Malaysia, Indonesia ketinggalan. Di mana Malaysia sekitar 2,2% dari jumlah penduduknya bekerja sebagai wirausaha. Sementara Singapura sekitar 7% tenaga kerjanya berwirausaha.

Untuk ukuran negara maju, jumlah wirausaha umumnya sudah di atas 5% dari penduduknya. Banyak analis ekonomi mengatakan, Indonesia berpeluang mengalami pertumbuhan jumlah wirausahanya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6% per tahun.

Ekonom dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, yang sekarang menjadi anggota DPR, Hendrawan Supratikno, dalam bukunya, “Ekonomi Nurani vs Ekonomi Naluri”, Yayasan Obor, 2011, mengatakan, berwirausaha merupakan salah satu jalan mengatasi kemiskinan. Kewirausahaan yang luas dan menyebar merupakan jantung pemecahan masalah kemiskinan.

Karena itulah, Kementerian Koperasi dan UKM, terutama dibawah kepemimpinan (Menteri) Anak Agung Ngurah Puspupayogo bersama para deputi dan direkturnya sangat giat keliling Indonesia untuk “mengkampanyekan” pentingnya berkoperasi dan berwirausaha bagi masyarakat. Masyarakat Manggarai Barat terutama di sekitar Pulau Komodo dan objek wisata lainnya masih hidup miskin tentu sudah masuk dalam radar Puspayago.

Kabupaten yang terletak di paling ujung Pulau Flores merupakan satu dari 122 daerah tertinggal di Indonesia sebagaimana ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015–2019. Menurut Perpres ini suatu daerah ditetapkan sebagai daerah tertinggal berdasarkan kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibiltas, serta karakteristik daerah.

Oleh karena itu, menurut penulis, Pemkab Manggarai segera bangkit melatih dan mendidik masyarakatnya untuk berwirausaha (entrepeneurship). Orang Manggarai Barat harus rebut peluang ekonomi di Labuan Bajo. Untuk itu, pertama, Pemkab Manggarai Barat bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Koperasi dan UKM untuk segera membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Labuan Bajo untuk melatih dan mendidik masyarakatnya berwirausaha.

Data dari Kemnaker menyebutkan, untuk membangun sebuah gedung BLK dibutuhkan dana minimal sekitar Rp 3 miliar. Tentu ini tidak termasuk infrastruktur untuk BLK. Kementerian Koperasi dan UKM serta pihak swasta bisa menyediakan instruktur untuk pendidikan dan pelatihan wirausaha.

Kalau Pemkab Mabar kekurangan dana untuk membangun BLK sebaiknya gandeng pihak swasta yang berada di Bali atau Jawa. Selain itu, infrastruktur untuk BLK seperti untuk pendidikan dan pelatihan bidang perhotelan, transportasi, restauran harus mengundang pihak swasta.

Pemkar Mabar jangan menganggap penganggur sebagai beban. Penganggur bisa menjadi modal besar daerah ketika mereka dididik dan dilatih menjadi wirausaha. Praktisi dan instruktur pendidikan wirausaha, Nora Ekaliana, mengatakan, untuk mengembangkan wirausaha, ada beberapa hal yang dilakukan. Pertama, start up, yakni membentuk wirausaha baru. "Orang-orang yang baru lulus dari perguruan tinggi, sekolah menengah dan penganggur kita bawa ke Balai Latihan kerja untuk dididik jadi wirausaha," kata dia.

Kedua, survive, artinya, bagaimana memajukan wirausaha yang keberadaannya merana seperti kata pepatah hidup enggan mati tak mau. Ketiga, scale up, artinya, bagaimana pemerintah berusaha agar pengusaha atau wirausaha kecil menjadi besar.

Yang menjadi permasalahan di Indonesia sampai ini ini, termasuk di Manggarai Barat pelaku usaha kecil dan menengah ini selain lemah dalam manajemen juga selalu kekurangan modal sehingga usaha mereka sepertinya merana. Oleh karena itu pemerintah dalam hal ini pihak perbankan memberikan suntikan modal kepada pelaku UKM ini (orang kecil yang berwirausaha).

Contoh Grameen Bank, pelopor pembiayaan mikro di Bangladesh yang mampu menjangkau sekitar 2,5 juta pengguna kredit dengan tingkat kredit macet di bawah 1,5%. Untuk NTT dan Manggarai Barat, tentu Bank NTT harus berperan dalam menyelamatkan orang kecil yang ingin berwirausaha di sana.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemerintah Janji Tingkatkan Efisiensi Sistem Logistik

Kemendag mendukung kinerja logistik nasional Indonesia sesuai UU No.7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang memandatkan pemerintah mengatur kegiatan perdagangan

EKONOMI | 29 November 2021

Penjualan Online MPPA Tumbuh 167% di Kuartal III 2021

Bisnis e-commerce MPPA terus melanjutkan pertumbuhan sebesar 167% dan mewakili 11% dari total penjualan reguler di kuartal ketiga 2021.

EKONOMI | 29 November 2021

OJK Gelar Pelatihan Wirausaha bagi Penyandang Disabilitas

Puluhan penyandang disabilitas mengikuti pelatihan barista dan menjahit di Kampus Kita Setara dalam rangka HUT Satu Dasawarsa OJK.

EKONOMI | 29 November 2021

Emdeki Utama Catat Penjualan Ekspor Naik 10%

Produsen kalsium karbida atau karbit, PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) optimistis penjualan ekspor hingga akhir 2021 mencapai 5.700 ton.

EKONOMI | 29 November 2021

Garuda Layani Penerbangan ke Singapura Tanpa Karantina

Garuda menjadi maskapai penerbangan pertama di Indonesia yang melayani penerbangan jalur perjalanan vaksinasi (vaccinated travel lane/VTL) Indonesia-Singapura.

EKONOMI | 29 November 2021

Ralali.com Percepat Digitalisasi UMKM Surakarta

Ralali.com menandatangani pokok perjanjian kerja sama (signing ceremonial) dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka meningkatkan kesejahteraan UMKM.

EKONOMI | 29 November 2021

Kontribusi Ekonomi Digital Diprediksi Capai 18% di 2030

Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh delapan kali lipat dari US$ 44,4 miliar di 2020, menjadi US$ 319 miliar di 2030.

EKONOMI | 29 November 2021

Kemenhub: Penerapan Inaportnet Butuh Komitmen Bersama

Penerapan Inaportnet diharapkan menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan digitalisasi pelabuhan.

EKONOMI | 29 November 2021

IHSG Zona Hijau, Saham JAYA Pimpin Top Gainers

Harga saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) melesat 34,18% pada perdagangan, Senin (29/11/2021).

EKONOMI | 29 November 2021

Perlu Langkah Nyata Mewujudkan Net-Zero Emission

Diperlukan langkah-langkah nyata melalui penerapan teknologi tinggi untuk mencapai ketahanan energi dan net-zero emissions.

EKONOMI | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

DIGITAL | 56 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings