Simas Jiwa Bukukan Premi Rp 4,01 Triliun

Simas Jiwa Bukukan Premi Rp 4,01 Triliun
Ilustrasi asuransi ( Foto: IST/Investor Daily )
Devie Kania / ARS Rabu, 12 Oktober 2016 | 10:20 WIB

Jakarta – PT Asuransi Simas Jiwa membukukan kenaikan premi signifikan secara year on year (yoy) dari Rp 357,41 miliar menjadi Rp 4,01 triliun pada kuartal III-2016. Kontributor utama kenaikan premi tersebut adalah penjualan produk unit linked dan perkembangan jalur distribusi bancassurance.

Presiden Direktur Simas Jiwa I J Soegeng Wibowo mengatakan, perseroan memiliki beragam produk asuransi dan sejauh ini unit linked merupakan kontributor utama dengan kontribusi terhadap premi sekitar 99%. Ke depan pun, tegas dia, penjualan unit linked masih menjadi fokus utama Simas Jiwa dalam meningkatkan pemegang polis dan bisnis.

“Kami ada produk asuransi jiwa kredit maupun term life, tapi memang unit linked yang laku keras. Akhir tahun ini perseroan menyasar dapat membukukan premi kisaran Rp 6-7 triliun,” ujar dia di sela acara penandatanganan kerja sama bancassurance Simas Jiwa dan PT Bank Jtrust Indonesia Tbk di Jakarta, Selasa (11/10).

Salah satu faktor pendukung kenaikan penjualan unit linked yang signifikan tersebut, menurut Soegeng adalah jalur distribusi bancassurance. Sebab, channel distribution tersebut berkontribusi banyak dibanding kanal distribusi yang lain seperti agency dan korporasi. Simas Jiwa telah memiliki total 11 mitra bank.

“Salah satu kunci pertumbuhan kami adalah menambah variasi produk. Dengan demikian, jika mitra kami menginginkan produk baru, ya pasti perseroan sediakan. Contohnya kerja sama dengan Bank J Trust, ini untuk pengadaan produk asuransi baru,” jelas Soegeng.

Berkaitan dengan perolehan premi Rp 4,01 triliun, Direktur Pemasaran Simas Jiwa Lucky Siahaan mengungkapkan, penjualan perseroan didominasi oleh produk asuransi individu. Lalu dari 11 mitra bancassurance yang ada, menurut dia juga merupakan partner untuk distribusi asuransi jiwa kredit. “Selain bank konvensional, kami bermitra dengan dua bank syariah seperti PT Bank Syariah Mandiri dan UUS (unit usaha syariah) PT Bank Sinarmas Tbk,” papar dia.

Simas Jiwa sebelumnya bernama PT Asuransi Jiwa Mega Life dan merupakan anak usaha dari CT Corp. Dalam rangka memenuhi single presence policy (SPP), Mega Life akhirnya diambil alih oleh Grup Sinarmas dengan pemegang saham baru terdiri atas PT Asuransi Sinar Mas (ASM) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Masing-masing dari stakeholder Simas Jiwa itu memegang porsi saham sebesar 50%.

Sejalan dengan momentum satu tahun Simas Jiwa bergabung ke Grup Sinarmas, Soegeng mengatakan, pihaknya optimistis dengan prospek bisnis ke depan. Sampai akhir September lalu, Simas Jiwa membukukan profit sebesar Rp 32,86 miliar. Padahal, pada September 2015 perseroan justru menanggung rugi sebesar Rp 56,45 miliar.

Pada periode yang sama, rasio return of investment perusahaan asuransi jiwa ini melesat dari 1,72% pada kuartal III-2015 menjadi 9,42%. “Saat ini komposisi investasi kami didominasi oleh penempatan di bonds (surat utang), terutama di corporate bonds,” ungkap dia.



Sumber: Investor Daily