APRI: Pertambangan Rakyat adalah Potensi Ekonomi Kerakyatan Tahan Krisis
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (4)   |   COMPOSITE 5928 (47)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (4)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (14)   |   IDXBUMN20 356 (2)   |   IDXCYCLIC 731 (3)   |   IDXENERGY 739 (8)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (7)   |   IDXG30 132 (2)   |   IDXHEALTH 1286 (3)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (5)   |   IDXINFRA 866 (3)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (12)   |   IDXPROPERT 870 (4)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (4)   |   IDXTECHNO 3335 (-5)   |   IDXTRANS 1037 (14)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (3)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (3)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (7)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (10)   |   LQ45 880 (8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (6)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

APRI: Pertambangan Rakyat adalah Potensi Ekonomi Kerakyatan Tahan Krisis

Selasa, 1 November 2016 | 15:51 WIB
Oleh : Emralsyah / GOR

Jakarta – Untuk mengungkapkan bahwa pertambangan rakyat adalah potensi ekonomi kerakyatan yang tahan krisis, Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) menggelar Kongres II Tambang Rakyat dan International Conference on Community di Jakarta, Selasa.

Kongres yang mengangkat tema “Pertambangan Rakyat adalah Potensi Ekonomi Bukan Kejahatan. Memperkecil Kecelakaan dan Memperbesar Manfaat” ini rencananya akan dibuka Presiden Joko Widowo, namun batal.

Selain presiden, kongres juga dijadwalkan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komisi III & VII DPR RI, Kementerian ESDM, Komnas HAM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, para Duta Besar, perwakilan Pemerintah Daerah, perusahaan swasta, pemerhati pertambangan, LSM, dan masyarakat umum.

Sebagai peserta diperkirakan kurang lebih 1.000 orang datang dari Aceh, Papua, Jawa, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan, 200 orang peserta Internasional Conference yang terdiri dari; Perwakilan DPW dan DPC APRI, para pakar peneliti pertambangan Rakyat dari Australia, National University, Australia Govermment, Department of Foreign Affairs and Trade, Charles Darwin University, Universitas Halu Oleo Sultra, Univ Nusa Cendana NTT, hingga Badan lingkungan Hidup Daerah Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum APRI, Gatot Sugiharto mengatakan, kongres juga untuk menyampaikan hasil penelitian para pakar internasional mengenai pertambangan rakyat Indonesia. Selain itu kongres juga akan mengupayakan pengakuan bahwa penambang rakyat adalah profesi yang sama seperti petani, nelayan dan profesi lainnya.

Kongres, lanjut Gatot, juga akan mengusulkan kepada pemerintah agar ada satuan kerja , direktur, atau direktorat di Kementrian yang mengurus, memperhatikan dan mengelola pertambangan rakyat, sehingga menjadi potensi ekonomi kerakyatan.

"Pada fakta riilnya, sebanyak 3 juta penambang menghasilkan omzet lebih dari Rp 100 triliun dan potensi pajak, royalti dan retribusi lebih dari Rp 10 triliun per tahunnya untuk negara," ujarnya dalam sambutan pembukaan Kongres APRI.

Oleh karena itu, lanjut Gatot, APRI menginginkan agar pertambangan rakyat menjadi ekonomi kerakyatan yang resmi, dimana dapat menambah pendapatan pemerintah daerah (PAD) seperti pajak, retribusi dan royalti. Ia juga mengharapkan APRI dapat memperluas lapangan pekerjaan yang diprediksi mampu menyerap 5 juta pekerja serta dapat memicu pertumbuhan perekonomian dari sektor pertanian, perdagangan, perikanan dan perternakan daerah setempat dan membentuk kemandirian ekonomi bagi pembangunan desa.

"Kita akan terus memperjuangkan nasib tambang rakyat yang selama ini masih belum mendapatkan perlakuan yang semestinya dari pemerintah. Kami juga ingin mengubah mindset pertambangan rakyat yang selama ini diyakini tidak benar dan pertambangan rakyat menjadi legal," tegasnya.

Menurut dia, dari sejarah bangsa Indonesia diketahui bahwa pertambangan rakyat telah menjadi salah satu kekuatan untuk mempertahankan NKRI.

"Oleh karenanya, dengan diberikan peranan rakyat dalam memanfaatkan sumber daya alam daerahnya masing-masing, maka akan membuat rakyat berjaga mengamankan aset sumber daya alam,” tandasnya.

Sementara itu, Peneliti Lingkungan dari Universitas Charles Darwin Australia Sarah yang telah melakukan uji tambang rakyat di kawasan Nusa Tenggara Timur mengatakan, tambang rakyat di Indonesia masih terjaga lingkungannya.
“Saya berharap jangan sampai tambang rakyat di Indonesia dikelola oleh pihak swasta yang tidak mempedulikan aspek lingkungan,” katanya.

Sarah menambahkan bahwa kerjasama APRI dengan Universitas Charles Darwin terkait tambang rakyat dilakukan agar usaha sektor ini menjadi legal, para pekerjanya mendapat pelatihan dari segi keamanan menambang dan aspek menjaga lingkungan serta peningkatan kesejahteraan penambang.

Senada dengan Sarah, Ketua APRI Gatot Sugiharto mengatakan bahwa pihaknya tak ingin lagi kesejahteraan penambang bergantung pada pemburu rente karena sampai saat ini hasil produksi pertambangan rakyat masih banyak diserap pasar gelap. “Oleh sebab itulah kami ingin tambang rakyat menjadi legal,” pungkasnya.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Beli Mebel di MatahariMall.com, Gratis Ongkos Kirim!

Fasilitas gratis ongkos kirim ini hanya berlaku untuk pengiriman mebel ke wilayah Jabodetabek.

EKONOMI | 1 November 2016

Pemda Didorong Implementasikan Teknologi untuk Kedaulatan Pangan

Peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum bagi semua daerah untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan lokal yang sangat beragam.

EKONOMI | 1 November 2016

ESDM: Hanya PLN yang Belum Ajukan Penawaran Aset Chevron

Meski PLN mengeluhkan data yang disajikan, tapi lima perusahaan lain memiliki pendapat yang berbeda.

EKONOMI | 1 November 2016

Rupiah Menguat Tipis Siang Ini

Rupiah siang ini pukul 11.50 WIB di pasar spot exchange sebesar Rp 13.038 per dolar AS atau menguat 9,5 poin (0,07 persen).

EKONOMI | 1 November 2016

BPS: Inflasi Oktober 0,14%

Sementara tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2016 sebesar 2,11 persen.

EKONOMI | 1 November 2016

Pertamina Dinilai Mampu Operasikan Lapangan Migas Laut Dalam

Pengelolaan Blok ONWJ dan Blok WMO menunjukkan Pertamina memiliki kemampuan kompetitif dengan perusahaan-perusahaan migas lainnya.

EKONOMI | 1 November 2016

Rupiah di Bank Lokal Menguat Tipis

Pukul 09.00 WIB, rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 12.960 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 13.110 per dolar AS.‬

EKONOMI | 1 November 2016

Ayah Boy dan Erick Thohir Meninggal Dunia

Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Medistra Jakarta, Selasa (1/11) pukul 01.25 WIB.

EKONOMI | 1 November 2016

Awal Perdagangan, Tren Rupiah Positif

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.030-Rp 13.045 per dolar AS.

EKONOMI | 1 November 2016

Penguatan Dolar AS Tekan Harga Emas Global

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, turun US$ 3,7 (0,29 persen) menjadi US$ 1.273,10 per ounce.

EKONOMI | 1 November 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS