Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Udara periode 2002 - 2005 Chappy Hakim ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Jabatan tersebut bakal diembannya setelah mendapat persetujuan secara resmi dari pemegang saham Freeport McMoRan Inc.
"Sedang dalam proses untuk memperoleh persetujuan resmi dari pemegang saham," kata Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama di Jakarta, Minggu (20/11).
Riza menuturkan penunjukan Chappy sebagai Presiden Direktur setelah berkonsultasi dengan Pemerintah Indonesia. Hal ini lantaran pemerintah memiliki saham 9,36 persen di Freeport Indonesia. Namun sayangnya Riza belum bisa memastikan kapan pemegang saham menggelar rapat untuk membahas pejabat definitif Presiden Direktur Freeport Indonesia.
"Kami belum ada info lebih jauh," ujarnya.
Sosok Chappy bukan wajah baru bagi perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu. Pasalnya Chappy telah menjadi penasehat senior Freeport sejak Agustus 2016. Dia bergabung dengan Freeport Indonesia setelah menyelesaikan karir di TNI Angkatan Udara. Jabatan terakhir adalah Kepala Staf Angkatan Udara dengan pangkat Marsekal.
Pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1947 itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi. Selain itu sebagai anggota staf ahli di Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan penasehat di Asosiasi Perindustrian.
Chappy merupakan lulusan Akabri Udara tahun 1971, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Sekolah Staf dan Komando Gabungan (Seskogab) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
Posisi Presiden Direktur Freeport kosong sejak ditinggalkan Maroef Sjamsoeddin pada 18 Januari 2016 kemarin. Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011-2014 itu menjabat sebagai Presiden Direktur Freeport Indonesia sejak 7 Januari 2015 silam. Dia menggantikan Rozik B. Soetjipto yang memasuki masa pensiun.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Sumber: BeritaSatu.com
