Sukses di 2016, BC Kembali Koordinasi Cegah Rokok Ilegal
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sukses di 2016, BC Kembali Koordinasi Cegah Rokok Ilegal

Jumat, 13 Januari 2017 | 10:32 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemkeu) kembali melakukan koordinasi untuk mencegah masuknya rokok ilegal, setelah sebelumnya dinilai sukses memerangi rokok ilegal di tahun 2016.

Menurut Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Deni Surjantoro di Jakarta, Kamis (12/1), jumlah penindakan di tahun 2016 terhadap rokok ilegal merupakan yang paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kesiapan Bea Cukai dalam menghadapi tantangan di 2017 di mana pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata 10,54 persen. Ke depan, Bea Cukai menyatakan siap berkoordinasi dengan instansi lain untuk lebih mengerem peredaran rokok ilegal agar tidak lebih meluas, jelas Deni.

"Di tahun 2016 kita melakukan banyak sekali penindakan. Hal ini bisa dilihat dari statistik jumlah kasus penindakan yang kami lakukan pada periode Januari hingga Desember 2016 yaitu sebanyak 1.597 kasus, atau hampir setengah dari akumulasi penindakan selama 3 tahun terakhir," ujar Deni.

Data yang dikeluarkan oleh Bea Cukai terkait penindakan rokok ilegal menunjukan pada tahun 2013 pihaknya melakukan penindakan terhadap 635 kasus, pada tahun 2014 terhadap 901 kasus, sementara pada tahun 2015 terhadap 1,232 kasus.

Sedangkan sepanjang periode Januari hingga pertengahan Desember 2016, Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil melakukan peningkatan yang cukup signifikan sebanyak 1.597 penindakan kasus hasil tembakau ilegal dengan jumlah barang bukti yang disita sebanyak 287 juta batang rokok. Dari total barang yang disita tersebut menembus nilai sebesar Rp 217,7 miliar.

Deni menjelaskan, dari temuan di periode 2016 ini, peredaran rokok ilegal cukup merata di wilayah Indonesia. Dalam pengembangannya modus operandi yang dilakukan oleh para pengedar rokok ilegal ini bermacam-macam. Modus pelanggaran yang berhasil ditindak adalah rokok yang dilekati pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai yang bukan haknya (personalisasi), atau ada juga rokok yang tanpa dilekati pita cukai (rokok polos).

Pelaku usaha di industri tembakau juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian Bea Cukai di 2016 dalam memerangi peredaran rokok ilegal.

Diwawancarai melalui telepon, Head of Fiscal Affairs & Communications PT HM Sampoerna Tbk., Elvira Lianita menyatakan apresiasinya atas penindakan rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai khususnya selama tahun 2016, tentunya selain mengamankan penerimaan negara, juga memberikan rasa aman serta jaminan persaingan sehat bagi kami pelaku industri hasil tembakau legal.

Seperti diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu yang lalu, pemberantasan rokok ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai semakin meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Keberhasilan penindakan peredaran rokok illegal yang dilakukan pada tahun 2016 menjadi sinyal bagi Bea Cukai beserta instansi terkait lainnya untuk terus melakukan penindakan yang lebih intensif lagi di 2017 dan seterusnya.

Di sisi lain, peningkatan hasil penindakan peredaran rokok ilegal tersebut sekaligus juga menjadi sinyalemen yang patut diwaspadai, karena hal ini biasanya berarti peredaran rokok ilegal makin naik selama 2016 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok pada tahun 2017 dengan rata-rata tertimbang sebesar 10,54 persen dan kenaikan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata 12,26 persen. Seiring dengan kenaikan tarif cukai, pemerintah menargetkan kenaikan tarif cukai mampu menambah penerimaan negara menjadi Rp 149,8 triliun dari cukai rokok atau 11,72 persen dari total penerimaan negara 2017.

Melihat hal itu, Deni menyampaikan keputusan pemerintah menaikan tarif cukai rokok di 2017 merupakan tantangan bagi Bea Cukai terutama dalam mengatasi dan meminimalisir peredaran rokok ilegal. Baginya, peredaran rokok ilegal ini menjadi ancaman tersendiri bagi Bea Cukai sebagai respon atas kenaikan tarif cukai rokok di Indonesia.

"Memang benar kenaikan tarif cukai ini menjadi tantangan sendiri bagi kami di 2017 ini terutama terhadap ancaman peredaran produk ilegal. Tentunya kami juga tidak bekerja sendirian nanti dan akan berkoordinasi dengan instansi lain untuk mengatasi peredaran rokok ilegal lebih meluas," tegasnya.

Dalam keterangannya, Bea Cukai sudah mempersiapkan berbagai langkah untuk menyikapi potensi ancaman tersebut nantinya.

Dimulai dari penguatan sosialisasi, melakukan tindakan preventif hingga yang besifat represif merupakan strategi yang akan dikembangkan Bea Cukai dalam meminimalisir peredaran rokok ilegal.

"Ini kan berhubungan dengan produksi, distribusi hingga ke pemasaran. Sehingga kita harapkan juga kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membeli rokok ilegal di samping tindakan represif juga kita lakukan," ujarnya.











Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Bank Lokal, Rupiah Melemah 25 Poin

Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 13.230 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 13.380 per dolar AS.‬

EKONOMI | 13 Januari 2017

Awal Perdagangan, Rupiah Mengalami Tekanan Jual

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.291-Rp 13.311 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Januari 2017

IAEI dan MUI Dukung Dana Haji bagi Infrastruktur

khusus untuk dana zakat yang saat ini besarannya belum terlalu banyak, disarankan harus disalurkan segera mengingat masih banyak orang yang miskin, tak bisa berobat atau tak bisa sekolah

EKONOMI | 13 Januari 2017

Presiden Bertemu Pelaku Industri Jasa Keuangan

Pertemuan awal tahun ini telah menjadi agenda tetap Presiden Jokowi.

EKONOMI | 13 Januari 2017

Tiger Airways Australia Diberi Izin Sementara

“Izin ini murni untuk memberikan pelayanan kepada penumpang dari Denpasar, Bali untuk kembali menuju Australia. Izin hanya berlaku satu arah penerbangan."

EKONOMI | 12 Januari 2017

Menhub: Pendidikan Kejuruan Solusi Atasi Pengangguran

Program sekolah vokasi bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia yang masih tinggi.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Bank Mega Bidik Bisnis Kartu Kredit 12%

Tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan outstanding loan kartu kredit sebesar 4% (yoy) dan nilai transaksi tumbuh 2% (yoy).

EKONOMI | 12 Januari 2017

2016, Penyaluran KUR Rp 94,4 Triliun

Target sementara penyaluran KUR tahun ini mencapai Rp 106,4 triliun.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Bank Kecil Aktif Kembangkan Layanan Prioritas

Bank-bank tersebut juga membenahi infrastrukturnya untuk bisa menunjang layanan prioritas.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Triwulan I-2017, Kegiatan Usaha Diperkirakan Alami Ekspansi

Tingkat penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV-2016 juga menurun.

EKONOMI | 12 Januari 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS