Kemhub Ajak Australia Kerja Sama Bandara Lombok

Kemhub Ajak Australia Kerja Sama Bandara Lombok
Sejumlah penumpang keluar dari terminal keberangkatan di Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, 4 November 2015. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)
Thresa Sandra Desfika / WBP Kamis, 9 Maret 2017 | 12:34 WIB

Jakarta- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan kerja sama pengelolaan maupun pengembangan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada operator bandara asal Australia. Saat ini, prasarana perhubungan udara itu dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah mengadakan pertemuan dengan Menteri Pembangunan Regional, Komunikasi Regional, Pemerintah Daerah dan Wilayah Australia Hon Fiona Nash di Kantor Kemhub, Jakarta, Kamis (9/3).

"Saya menawarkan kepada operator-operator di Australia bisa mengembangkan bandara di Lombok dan juga kemungkinan membuat usaha baru di beberapa tempat," kata Budi.

Selain itu, kata dia, Kemhub bersama Australia mengkaji destinasi wisata alternatif di Indonesia selain Labuan Bajo (NTT) dan Bali untuk kapal-kapal cruise asal Negeri Kangguru. Hal tersebut guna mendorong kunjungan wisatawan asal Australia lebih banyak lagi.

Di sisi lain, lanjut Budi, Pemerintah Australia juga meminta Indonesia untuk mengkaji pengembangan konektivitas penerbangan ke Australia, yaitu Christmas Island dan Brisbane.

"Karena konektivitas dari Jakarta, Bali ke Australia sangat baik sekali, beliau (Fiona Nash) menawarkan dua tempat yang menarik. Satu bagaimana kita mengembangkan Christman Island (dan) di Brisbane ada suatu tempat yang menarik sekali. Beliau menawarkan supaya kami bisa memikirkan bagaimana kolaborasi di tempat itu," terangnya.

Sementara Fiona Nash menyatakan, ada banyak kesempatan untuk mengembangkan kerja sama antara Indonesia dan Australia. "Kami mempunyai lingkungan yang sangat baik untuk dipertimbangkan bersama-sama menjadi sebuah kesempatan. Tentunya, pembahasan mengenai kemungkinan kerja sama akan terus berlanjut," jelas dia.



Sumber: BeritaSatu.com