Indonesia Dinilai Masih Atraktif bagi Investor

Indonesia Dinilai Masih Atraktif bagi Investor
Direktur Lippo Group John Riady (kanan) berdiskusi dalam "Indonesia Summit 2017, Back On Track", di Jakarta, 20 April 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo/Moh Defrizal )
Rahajeng KH / WBP Kamis, 20 April 2017 | 19:17 WIB

Jakarta - Indonesia dinilai masih menjadi destinasi menarik bagi investor baik asing maupun lokal. Direktur Lippo Group John Riady mengatakan kawasan Asia Tenggara terutama Indonesia, merupakan tujuan investasi yang atraktif.

Saat ini penduduk ASEAN adalah 8 persen dari populasi dunia. Namun secara gross domestic product (GDP) baru mencapai 3 persen. Jika kontribusi bisa naik jadi 8 persen, maka ekonomi kawasan Asia Tenggara akan tumbuh pesat. "Sekarang Indonesia menjadi darling dalam investment community," kata John seusai menjadi pembicara dalam "Indonesia Summit 2017, Back On Track" di Shangri-La, Jakarta, Kamis (20/4).

Dia menilai, trial and error dalam kebijakan biasa terjadi di negara-negara besar sekalipun, seperti Uni Eropa, Tiongkok, Rusia atau India. Menurut dia, yang dinilai oleh investor biasanya, apakah negara tersebut memiliki sistem politik yang stabil, populasi muda seperti Indonesia, dan konsumsi yang stabil.

Indonesia kata dia, harus belajar dari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Meski kedua hal tersebut, tidak berdampak langsung bagi pengusaha namun menurut John, pemerintah harus lebih mengerti dan sensitif terhadap aspirasi masyarakat. Jika tidak diperhatikan, bisa terjadi “kemarahan”.

"Tetapi saya yakin di Indonesia beda. Terpilihnya Jokowi misalnya, saya rasa dilihat sebagai seorang sosok yang mengerti rakyat kecil. Tetapi di Amerika Serikat dan Eropa, banyak yang merasa pemerintah tidak lagi responsif terhadap mereka. Mereka yang memiih Trump belum tentu karena mereka setuju, tetapi bisa karena mereka marah terhadap establishment yang terganggu," ujar John.





Sumber: Investor Daily