Penyerapan Biodiesel Masih Jauh dari Target

Penyerapan Biodiesel Masih Jauh dari Target
Petugas SPBU Pertamina mengisikan bahan bakar jenis Biosolar ke kendaraan roda empat di SPBU Jakarta ( Foto: IDphoto / Emral Firdiansyah )
Rangga Prakoso / FMB Jumat, 7 Juli 2017 | 18:49 WIB

Jakarta - ‎Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan realisasi penyerapan biodiesel hingga semester pertama tahun ini mencapai 1,48 juta kiloliter (KL). Realisasi konsumsi itu baru mencapai 32,17 persen dari target tahun ini sebesar 4,60 juta KL. Biodiesel merupakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar yang dicampur bahan bakar nabati (BBN) sebanyak 20 persen.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan target semester pertama tahun ini sebenarnya ditetapkan sekitar 2,2 juta KL. Namun realisasinya belum sesuai target tersebut.

"Realisasi semester pertama 2017 untuk biodiesel 1,48 juta KL atau setengah dari target semester tahun ini," kata Rida dalam acara media gathering di Jakarta, Jumat (7/7).

Rida menerangkan target konsumsi biodiesel tahun ini sebesar 4,60 juta KL ditetapkan antara lain berdasarkan pertumbuhan ekonomi. Dengan realisasi penyerapan di 2016 sebesar 3,65 juta KL maka pihaknya optimis 4,60 juta KL itu bisa tercapai. Selain itu penetapan target tahun ini pun berdasarkan rencana penerapan biodiesel bagi Solar non subsidi. Hanya saja penerapan pencampuran BBN ke Solar non subsidi masih menunggu payung hukum.

"Itu faktor yang membuat rendah hingga semester pertama ini di luar target yang ditetapkan," ujarnya.

Dengan kondisi itu, lanjut Rida pihaknya berharap penyerapan tahun ini bisa sesuai target. Kalaupun meleset dari 4,60 juta KL setidaknya tidak terlampau jauh. "Mudah-mudahan tidak jauh dari target yang ditetapkan," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com