Guess Indonesia Raih Penjualan Nomor 1 di Dunia

Guess Indonesia Raih Penjualan Nomor 1 di Dunia
Jam tangan Guess ( Foto: Antara )
Minggu, 29 April 2012 | 13:25 WIB
Di tengah krisis global yang menimpa Eropa dan Amerika, penjualan Gc di Indonesia justru bisa menembus angka tertinggi di seluruh dunia

Jam tangan buatan Swiss memang biasanya memiliki harga yang fantastis. Namun, jam tangan brand terbaru Guess yang dikenal dengan nama "Gc" bisa lebih membumi dengan menawarkan harga yang lebih terjangkau tanpa melepaskan kesan mewah.

Hal ini lah yang membuat Gc bisa merebut konsumen di Indonesia, khususnya anak muda dan para eksekutif, dalam pasar jam premium buatan Swiss yang sudah terkenal dengan kualitasnya yang high-end.

Buktinya, di tengah krisis global yang menimpa Eropa dan Amerika, penjualan Gc di Indonesia justru bisa menembus angka tertinggi di seluruh dunia.

"Indonesia adalah pasar nomor satu di dunia, dan kami sangat bangga mendapati Indonesia menembus penjualan tertinggi di seluruh dunia," kata Presiden Gc Cindy Livingston dalam peresmian butik baru Gc di area eksklusif Kuta Beach Walk, semalam.

Cindy khusus datang dari Swiss untuk menghadiri peresmian butik Gc yang sengaja dibangun di pusat keramaian pinggiran pantai Kuta. Butik tersebut merupakan butik kelima yang hadir di Indonesia.

Jam tangan Gc dibandrol dari harga mulai sekitar Rp 3.000.000 hingga Rp 30.000.000. Harga termahal biasanya merupakan produk signature Gc yang dijual secara terbatas.

Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga jam buatan Swiss merk lain yang biasanya dimulai dari harga sekitar Rp 20.000.000.

Peresmian butik Gc di Kuta sekaligus menandai kesuksesan Gc Indonesia, yang diwakili distributor eksklusif PT Gilang Agung Persada, dalam menembus penjualan yang diklaim tertinggi diantara distributor Gc lainnya di seluruh dunia.

Pembukaan butik dihadiri Cindy dan Ronnie Bong selaku CEO PT Gilang Agung Persada, serta perwakilan dari Kedutaan Swiss.

Selain peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita, pembukaan butik ini juga diikuti dengan peluncuran tagline baru Gc yaitu "Smart and Luxury".

Empat tokoh Indonesia, disainer fesyen Stella Rissa, aktris, model sekaligus sutradara Sigi Wimala, disainer furniture Alvin Tjitrowirjo serta pelukis Ponco Setyohadi, dipilih untuk mewakili karakter Gc yang membawa pesan Smart Luxury.

Brand Manager PT Gilang Agung Persada, Etsa Kartika, mengatakan penggunaan tagline baru Smart Luxury merupakan bagian dari komitmen Gc dalam memperkenalkan jam berkualitas Swiss dengan tampilan mewah dari segi material dan disain.

"Kalau bicara jam buatan Swiss, kita sudah tahu itu barang bagus, dan apalagi durability-nya tinggi. Tapi dengan produk Gc ini kita tawarkan jam Swiss dengan harga yang sangat terjangkau" katanya.

Ronnie selaku CEO PT Gilang Agung Persada sekaligus pilot atas distribusi penjualan Gc di Indonesia, juga enggan mengungkapkan angka pasti atas prestasi yang diklaim mencapai penjualan tertinggi sedunia. Namun, ia mengatakan, kreativitas timnya untuk berinovasi lah yang mendongkrak kesuksesan penjualan di tahun 2011.

"Kita banyak main di event. Justru dengan berbagai event lah kita bisa terus memperkenalkan konsep jam Gc dan membantu pemasaran produk kami," kata Ronnie.

Menurutnya, dengan pengalaman Gc selama 15 tahun dalam market jam tangan di dunia, Gc bisa dilihat sebagai 'young player' sekaligus 'the rising star' dalam industri jam buatan Swiss.

Dengan konsep baru dalam butik di Bali, Gc kini mengedepankan gaya yang stylish dan juga detail bagi para pecinta jam.

Selaku Presiden Gc, Cindy berharap Gc dapat terus berkembang dengan market masyarakat Indonesia yang cukup antusias, apalagi Bali adalah kawasan wisata yang sudah sangat dikenal masyarakat internasional.

"Butik ini merupakan momen Smart Luxury yang paling personal bagi saya karena Bali adalah tempat yang sangat memikat hati saya," kata Cindy.