Shriya Artha Nusantara Ekspor Biji Kopi ke Iran

Shriya Artha Nusantara Ekspor Biji Kopi ke Iran
CEO Shriya Artha Nusantara, Emma Ratih (kiri) bersama investor Iran, seusai penandatangan kerja sama ekspor kopi, di Jakarta, Selasa (13/3). (Foto: Beritasatu Photo/Feriawan Hidayat)
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 13 Maret 2018 | 20:41 WIB

Jakarta - PT Shriya Artha Nusantara menandatangani kerja sama dengan investor asal Iran untuk melakukan ekspor 180 ton biji kopi (green bean). Biji kopi tersebut, rencananya akan dipasarkan untuk pasar di sejumlah negara di Timur Tengah seperti Iran dan Turki.

CEO Shriya Artha Nusantara, Emma Ratih, mengatakan, melalui kerja sama dengan investor asal Iran tersebut, pihaknya menambah daftar negara tujuan ekspor.

"Sebelumnya, perusahaan kami telah melakukan ekspor ke Malaysia, Singapura dan Belanda. Kerja sama dengan investor Iran ini, rencananya berdurasi lima tahun hingga tahun 2023 mendatang," kata Emma, di Jakarta, Selasa (13/1).

Menurut Emma, melalui kerja sama ini, pihaknya akan mengapalkan 10 kontainer biji kopi. Adapun masing-masing kontainer berisikan 18 ton, sehingga total pengiriman mencapai 180 ton biji kopi. "Selain merambah pasar di Iran dan Turki, kami tengah menjajaki untuk menjangkau negara lainnya di kawasan Timur Tengah, seperti Qatar dan Kuwait, sebagai tujuan ekspor," paparnya.

Emma menambahkan, kalangan konsumen di kawasan Timur Tengah cukup potensial sebagai target pasar untuk pemasaran biji kopi dari Indonesia. "Sekarang ini, masyarakat di kawasan Timur Tengah mulai mengubah kebiasaannya. Selama ini, mereka banyak menikmati teh. Sekarang, tren yang ada mengarah kepada penikmat kopi," jelasnya.

Untuk kedepan, kata Emma, pihaknya akan fokus untuk menggarap peluang di kawasan tersebut. Terlebih, perusahaannya merupakan yang pertama melakukan ekspor ke Iran. "Kawasan Timur Tengah akan menjadi fokus kami. Apalagi, kondisi pasar juga lebih bagus dan konsumen memiliki banyak permintaan," tegasnya.

Shriya Artha Nusantara sendiri memproduksi biji kopi sebanyak 500 ton pertahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen dipasarkan untuk pasar dalam negeri, dan sisanya disalurkan untuk ekspor ke berbagai negara.

"Produksi kami dalam kurun waktu dua tahun kemarin memang sedikit mengalami penurunan karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, di tahun ini kami harapkan produksi dapat mengalami pertumbuhan sekitar 15 persen hingga 20 persen," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com