Produksi Ponsel di Dalam Negeri Capai 60,5 Juta Unit
Logo BeritaSatu

Produksi Ponsel di Dalam Negeri Capai 60,5 Juta Unit

Rabu, 14 Maret 2018 | 19:31 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta - Industri telepon seluler di Indonesia mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta pengoptimalan komponen lokal melalui regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat 4G. Di sisi lain, upaya pemerintah tersebut juga berhasil menurunkan impor ponsel.

Sekjen Asosiasi Industri Perangkat Telekomunikasi Indonesia (AIPTI), Hendrik L Karosekali, memaparkan, pada 2013, produksi ponsel dalam negeri hanya mencapai 105.000 unit, sementara impor ponsel mencapai 62 juta unit.

Di tahun berikutnya, impor ponsel mengalami penurunan menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit. Kemudian di tahun 2015, produk impor merosot hingga 40 persen menjadi 37 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat menjadi 50 juta unit.

Tahun 2016, produk impor ponsel menurun kembali menjadi 18,5 juta unit. Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat menjadi 68 juta unit. Sementara di tahun 2017, impor ponsel hanya tinggal 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri mencapai 60,5 juta unit.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini, peningkatan jumlah produksi ponsel di dalam negeri memang meningkat sangat signifikan. Berarti industri manufaktur di Indonesia sudah berhasil dilaksanakan. Tetapi memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," kata Hendrik di acara Indonesia LTE Conference 2018, di Jakarta, Rabu (14/3).

Hendrik menyampaikan, salah satu tantangan yang harus dijawab oleh industri manufaktur di Indonesia adalah menciptakan telepon seluler buatan dalam negeri yang bisa mendunia. Dirinya memberi contoh apa yang terjadi pada merek ponsel Tiongkok yang saat ini menjadi salah satu pemain terbesar di pasar ponsel global.

"Di tahun 1990-an, merek ponsel Tiongkok banyak meniru ponsel-ponsel yang sedang populer. Tapi dengan meniru dan memulai industri manufaktur, saat ini banyak ponsel Tiongkok yang menjadi nomor satu. Mudah-mudahan dengan industri mobile phone di Indonesia yang dimulai dari tahun 2013 sampai sekarang, nantinya juga bisa menciptakan merek lokal yang mendunia," tutur Hendrik.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemenkeu Gandeng KPK dan Kejaksaan dalam Lelang Aset

Menurut Menkeu pelelangan ini berupa aset yang merupakan barang sitaaan, gratifikasi dan rampasan negara.

EKONOMI | 14 Maret 2018

Apersi Sepakat Lakukan Rekonsiliasi

Kedua kubu sepakat untuk menyatukan kepengurusan DPP Apersi.

EKONOMI | 14 Maret 2018

Jokowi Resmikan Bank Wakaf Mikro di Serang

Jokowi memprioritaskan pengadaan bank wakaf mikro untuk mengajak ekonomi lemah menjadi produktif.

EKONOMI | 14 Maret 2018

Bank Wakaf Mikro Wujud Komitmen Jokowi Sejahterakan Umat

BWM tidak hanya menyelamatkan umat dari jerat rentenir, tetapi juga membuat menjadi lebih produktif.

EKONOMI | 14 Maret 2018

Rupiah Terapresiasi 18 Poin ke Rp 13.734

Rupiah berada di level Rp 13.734 per dolar AS atau terapresiasi 18 poin (0,13 persen).

EKONOMI | 14 Maret 2018

IHSG Ditutup Melemah ke 6.383,6

IHSG melemah 0,46 persen (29,26 poin) ke 6.383,58.

EKONOMI | 14 Maret 2018

Bursa Asia Ditutup Melemah, Eropa Dibuka Menguat

Nikkei Jepang turun 0,87 persen ke 21.777,29, Topix turun 0,45 persen ke 1.743,21, Hang Seng Hong Kong turun 0,53 persen ke 31.435,01.

EKONOMI | 14 Maret 2018

Apartemen di Serpong Masih Ramai Peminat

Tower Parkland yang merangkum 802 unit hunian, sudah terjual 90 persen.

EKONOMI | 14 Maret 2018

Rupiah Menguat 19 Poin ke Rp 13.733 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 13.733 per dolar AS atau terapresiasi 19 poin (0,14 persen).

EKONOMI | 14 Maret 2018

Sesi I, IHSG Terkoreksi 36,3 Poin ke 6.376,6

IHSG melemah 0,57 persen (36,3 poin) ke 6.376,55.

EKONOMI | 14 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS