Investor Properti Lirik Potensi Koridor Transyogi

Investor Properti Lirik Potensi Koridor Transyogi
Unit rumah yang ada di perumahan Harvest City, Transyogi, Cibubur. ( Foto: Dok. Harvest City )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 28 Maret 2018 | 15:11 WIB

Cibubur - Pesatnya pembangunan proyek properti di jalur Transyogi Cibubur-Cileungsi dalam 2 tahun terakhir ini, menarik minat banyak investor. Jalur yang dikenal sebagai kawasan ramah hunian ini, mulai banyak dikembangkan area komersial. Setidaknya, di jalur ini ada lebih kurang 50 proyek properti, mulai perumahan, pertokoan, hotel, mal, apartemen, dan kawasan industri.

Chief Executive Officer (CEO) Harvest City, Hendry Nurhalim, mengatakan, dari padatnya arus lalu lintas di jalur alternatif ini, menjadi indikator pertumbuhan kawasan ini sedang berlangsung dengan cepat. Penduduk dari kawasan lain, juga banyak yang bermigrasi ke koridor Transyogi.

"Inilah alasan utama mengapa jalur Transyogi menjadi primadona investor. Dengan jumlah penduduk terus berkembang pesat, membuat kawasan ini sangat potensial bagi investasi berbagai bidang, mulai kuliner, wisata keluarga, ritel, pendidikan, perkantoran, dan kawasan industri," kata Hendry Nurhalim, di Cibubur, Rabu (28/3).

Salah satu klaster di kawasan perumahan Harvest City.

Menurut Hendry, besarnya minat investor 'masuk' ke jalur Transyogi, juga dirasakan oleh pihaknya sebagai developer perumahan berskala kota, Harvest City, yang dikembangkan di atas lahan seluas 1.350 hektar (ha).

"Sejak dua tahun belakangan, beberapa investor sudah mengembangkan usahanya. Saat ini, sudah ada restoran Saung Apung, Sirkuit Gokart, Agro Wisata, Water Joy, Festival Oriental, Hobbit Hill, JR (Jakarta Residence) Connection, Sekolah Ibnu Sina dan Santo Yoseph , Harvest Box, dan 3D trick eye," jelasnya.

Bahkan, kata Hendry, di tahun ini akan masuk lagi beberapa investor di Harvest City, diantaranya restoran branded, Rumah Sakit, SBPU, Water Treatment Plant (WTP), Cafe, dan lain-lain.

"Dengan skala pengembangan kawasan seluas 1.350 ha, dan jumlah penduduk mencapai 28.000 jiwa, ditambah dengan potential market dari masyarakat sekitar, serta warga perumahan-perumahan di sekitar Harvest City, membuat banyak investor tertarik berinvestasi di cikal bakal kota mandiri ini," jelas Hendry.

Marketing Manager Harvest City, Leonard Suprijatna, mengatakan, keberadaan Harvest juga 'mengundang' investor perorangan dengan menawarkan kavling siap bangun yang baru pertama kali ditawarkan. Sebagian besar kavling tersebut, berada di klaster-klaster real estate (Rosaline, Rosemary, Sweet Alba, dan Sakura) di posisi hook. Luas kavling mulai dari 150 meter persegi (m2) hingga 200 m2.

"Kami sudah memasarkan lebih dari 9.000 unit rumah dan sekitar 7.000 kepala keluarga (KK) telah menghuni. Selama ini, pembeli rumah di Harvest City 90 persen adalah end-user. Karena itu, kami ingin juga mengundang investor untuk memiliki properti di Harvest City," jelasnya.

Leonard mengungkapkan, investor perorangan yang ingin mengambil keuntungan dari kenaikan harga lahan sekitar 20 persen hingga 25 persen per tahun, cukup banyak. Biasanya, mereka aktif mencari informasi perumahan-perumahan mana saja yang punya prospek bagus di masa mendatang. Tentunya dengan melihat kesiapan infrastruktur, fasilitas kota, aksesibilitas, dan perencanaan kota.

"Untuk rumah, awal bulan depan kami akan rilis klaster baru, New Quince Blossom kelas real estate. Rumah yang ditawarkan adalah tipe kecil 33/104 terbatas hanya 50 unit. Luas lahan klaster Quince Blossom sendiri sekitar 5 ha. Untuk tahap pertama, sudah sold out 100 persen," katanya.

Leonard sendiri mengusung sikap optimistis, penjualan kavling dan pembukaan klaster baru akan mampu mengangkat penjualan Harvest City di triwulan kedua tahun ini.



Sumber: BeritaSatu.com