Perpres ISPO Ditargetkan Rampung Pertengahan 2018
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perpres ISPO Ditargetkan Rampung Pertengahan 2018

Jumat, 13 April 2018 | 07:59 WIB
Oleh : Tri Listiyarini / WBP

Jakarta - Pemerintah menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) standar sawit berkelanjutan Indonesia atau Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO) bisa dirampungkan pada pertengahan 2018. Pembahasan ISPO sudah berjalan sejak awal 2016 atau selama dua tahun dan hingga saat ini Kemko Perekonomian terus melaporkan perkembangannya ke Presiden.

Asisten Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian Willistra Danny di sela Focus Group Discussion (FGD) Sawit dan Deforestasi Hutan Tropika di Bogor, Kamis (12/4), mengatakan, salah satu yang dimasukkan dalam Perpres ISPO tersebut nantinya yakni aspek keterlacakan atau traceability terhadap produk minyak sawit (crude palm oil/CPO) sehingga diketahui asal-usul produksinya, produsen (petani, perusahaan swasta atau perusahaan negara) bahkan hingga luasan perkebunan produsen CPO tersebut. "Perpres ditargetkan pertengahan tahun ini atau paling lambat akhir 2018," kata Willistra yang juga Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) ISPO tersebut.

Pentingnya memasukkan aspek traceability adalah untuk dapat memperkuat data base sehingga memudahkan dalam penyusunan kebijakan maupun membuat perencanaan. Selain itu dengan traceability, maka data akan lebih kredibel dalam upaya perbaikan tata kelola industri sawit.

Menyinggung keberterimaan ISPO oleh negara-negara konsumen CPO, kata Willistra, sudah seharusnya konsumen mau menerima standar yang disusun Indonesia itu. Apalagi, Indonesia selaku produsen sawit sudah memenuhi syarat-syarat keberlanjutan (sustainability) seperti yang mereka tentukan terhadap produk-produk CPO yang diekspor ke pasar global, khususnya Uni Eropa.

Salah satu pembicara dalam forum tersebut Yanto Santosa mengungkapkan, sejak 2006 industri sawit di Tanah Air selalu diterpa isu deforestasi karena LSM dan peneliti membayangkan komoditas tersebut ditanam di hutan primer dan menurunkan keanekaragaman hayati. "LSM internasional bersumber dari LSM di Indonesia seperti Greenpeace, Sawit Watch, dan Walhi. Tudingan deforestasi berulang terus, lalu tahun 2017, parlemen Eropa menuding hutan berkurang disebabkan peningkatkan poduksi dan konsumsi komoditi salah satunya sawit," katanya seperti dilansir Antara.

Sayangnya, menurut dia, sampai 1996, definisi deforestasi masih ngawur karena secara definisi belum jelas sehingga data berubah-ubah. "Yang menjadi pertanyaan perkebunan sawit siapa atau yang mana lahannya hasil deforestasi? Jika tudingan berdasarkan hasil pengamatan sampling, apakah valid mengatakan kebun sawit Indonesia hasil deforestasi?" ujarnya mempertanyakan.

Menurut dia, hal Itu tidak bisa disebut deforestasi karena setiap kebun punya riwayat berbeda bergantung kebijakan wilayah dan adat istiadat setempat. "Perlu ketegasan pemerintah terhadap pelaku deforestasi negatif dan pihak yang secara sistematis menyebarkan isu deforestasi tanpa data akurat dan valid. Juga diperlukan keberanian semua pemangku kepentingan terkait perkebunan sawit untuk memperkarakan secara hukum," katanya.

Senada dengan itu, Supiandi Sabiham menegaskan, sawit bukan penyebab deforestasi secara umum. "Kerusahakan hutan lebih banyak mismanajemen saat pengelolaan lahan untuk pembangunan dan bisnis kayu secara besar-besaran, karena sawit sudah menempati hutan yang rusak dan lahan pertanian," katanya.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Miliki Indeks Harga Minyak Sawit

Indonesia merupakan negara penghasil CPO nomor satu dunia dengan produksi 38,17 juta ton.

EKONOMI | 13 April 2018

Wall Street Menguat karena Ketegangan Suriah Mereda

Saham bank memimpin kenaikan, yakni JP Morgan Chase, Citigroup dan Goldman Sachs naik lebih 2 persen.

EKONOMI | 13 April 2018

Moody’s Naikkan Peringkat Utang RI Jadi Stabil, Ini Kata BI

Pencapaian ini merupakan prestasi besar di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global.

EKONOMI | 13 April 2018

Dibuka Menguat, IHSG Berbalik Arah Melemah

Pukul 09.10 WIB, IHSG turun 7,9 poin (0,13 persen) menjadi 6.302,8.

EKONOMI | 13 April 2018

Pengelolaan Dipasena Diusulkan Libatkan BUMN-Swasta

Dolakukan secara murni bisnis modern berkelanjutan dan tetap ditangani swasta.

EKONOMI | 13 April 2018

2018, Link Net Alokasikan Capex Rp 1,2 Triliun

Capex untuk memperkuat jaringan.

EKONOMI | 12 April 2018

FGD di IPB, Sawit Bukan Penyebab Deforestasi

Industri kelapa sawit di Indonesia bukan penyebab langsung kerusakan hutan atau deforestasi.

EKONOMI | 12 April 2018

Cegah Deforestasi TNBBS, WCS Fasilitasi Produksi Kopi Berkelanjutan

TNBBS merupakan kawasan konservasi penting bagi harimau, badak, dan gajah Sumatera.

EKONOMI | 13 April 2018

E-Performance Based Budgeting Ciptakan Penghematan Anggaran

Hubungan antara tingkat implementasi SAKIP terhadap efisiensi dalam penggunaan anggaran sangat signifikan.

EKONOMI | 12 April 2018

Hipmi Jatim Buka Ummart Mart di 10 Ponpes

Ummart Mart akan memasarkan produk-produk yang dihasilkan para santri, UMKM di sekitar pesantren serta produk umum dari perusahaan.

EKONOMI | 12 April 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS