Pasar Properti Bekasi Makin Seksi

Pasar Properti Bekasi Makin Seksi
Direktur Operasional Timah Properti, Eko Budisantoso, bersama Manager Realti Familia Urban, Teguh Suhanta, meninjau rumah tapak di Cluster Gayatri, Familia Urban, Bekasi, Sabtu, 28 April 2018. ( Foto: Beritasatu.com/Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 28 April 2018 | 22:34 WIB

Bekasi - Direktur Operasional Timah Properti, Eko Budisantoso mengatakan, pihaknya memiliki keyakinan pembangunan infrastruktur sisi timur Jakarta akan mampu memberikan peluang bagi Familia Urban.

"Masyarakat saat ini sangat selektif dalam memilih hunian. Perumahan yang memiliki banyak alternatif akses transportasi yang akan dipilih. Kami optimistis, Familia Urban akan berkembang lebih cepat karena lokasinya sangat strategis, dekat dengan empat akses pintu tol serta infrastruktur transportasi baru yang melewati Bekasi Timur," kata Eko di sela acara serah terima perdana hunian di kawasan perumahan Familia Urban @Bekasi, Sabtu (28/4).

Familia Urban

Menurutnya, pasar properti di wilayah Bekasi semakin seksi dengan maraknya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah (khususnya di sektor transportasi), yang diyakini memberikan dorongan terhadap sektor properti di Bekasi Timur.

"Dengan beroperasinya sarana transportasi massal seperti LRT, Tol Becakayu, Elevetad Tol Jakarta Cikampek, akan membuat mobilitas kaum suburban di Bekasi sangat tinggi. Dampaknya, permintaan akan hunian juga akan turut meningkat," bebernya.

Eko mengatakan, dengan luas lahan total sebesar 176 hektar (ha), Familia Urban akan dikembangkan menjadi kawasan hunian terpadu yang banyak memiliki ruang terbuka hijau (RTH). "Dalam konsep desainnya, kawasan ini akan dikembangkan dengan perbandingan antara bangunan dan ruang terbuka hijau sebesar 60:40," jelasnya.

Lebih lanjut Eko mengatakan, konsumen sebagian besar memilih hunian menengah yang cocok untuk keluarga muda, yang menjadi target market dari pengembangan Familia Urban. Untuk saat ini, hunian di Familia Urban dipasarkan mulai harga Rp 500 jutaan.

"Kami yakin, rentang harga ini akan mampu diserap pasar, baik itu end user maupun investor. Dari sisi investasi, harga hunian di Familia Urban telah meningkat sekitar 15 persen dari sejak awal dipasarkan pertengahan tahun lalu," tambahnya.

Eko menambahkan, selain mengembangkan Familia Urban, pihaknya saat ini mengembangkan kawasan hunian lain, yaitu Payon Ponca di wilayah Cireundeu, Pondok Cabe. "Timah Properti sendiri saat ini memiliki cadangan lahan atau land bank yang tersebar di beberapa kota," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com