Logo BeritaSatu

Pasokan Kayu ke APP Sinar Mas 100% Bukan dari Hutan Alam

Kamis, 24 Mei 2018 | 09:16 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / AB

Jakarta - Kebijakan konservasi hutan atau forest conservation policy (FCP) yang digagas Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas sejak tahun 2013 lalu membuktikan hingga saat ini pasokan kayu produsen bubur kayu dan kertas itu 100 persen berasal dari perkebunan dan bukan hutan alam. Dalam kebijakan yang disusun berdasarkan masukan dari sejumlah LSM dan mitra, APP Sinar Mas telah berkomitmen untuk mencapai rantai pasokan yang bebas deforestasi serta menjalankan bisnis yang lebih berkelanjutan.

Managing Director APP Sinar Mas, Goh Lin Piao mengatakan pihaknya memiliki visi dan misi rantai pasokan produksinya bebas deforestasi atau penebangan hutan. Dalam menjalankan bisnis berkelanjutannya APP Sinar Mas justru terus meningkatkan tutupan hutan dan membantu melindungi hutan.

Advertisement

"APP Sinar Mas kini telah menjadi perusahaan yang sangat berbeda sejak memulai komitmen FCP lima tahun lalu," katanya dalam peringatan lima tahun FCP di Jakarta, Rabu (23/5).

Namun, seiring kemajuan itu, Goh menambahkan pihaknya menyadari masih memiliki banyak pekerjaan rumah, seperti dalam hal sengketa tanah, perambahan hutan ilegal, dan masalah kemiskinan di perdesaan. FCP terdiri dari empat komitmen utama, yakni melindungi hutan alam, mengelola lahan gambut dengan lebih baik, bermitra dengan masyarakat setempat dan menerapkan rantai pasokan yang berkelanjutan.

Director of Sustainable and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba mengungkapkan banyak kemajuan yang sudah dicatat dari lima tahun penerapan FCP. Bekerja sama dengan mitra The Forest Trust dan Deltares, pihaknya telah berhasil meningkatkan kawasan lindungnya menjadi lebih dari 20 persen dari wilayah konsesi pemasok.

"Kami juga melindungi lebih dari 600.000 hektare hutan alam yang berharga. Kami mengidentifikasi dan menonaktifkan 7.000 hektare perkebunan di lahan gambut untuk memulai perlindungan hutan dan gambut yang lebih baik," ucap Elim.

Lahan seluas 7.000 ha yang dilindungi itu sebagai pilot project berada di Riau dan Sumatera Selatan. Bersamaan dengan itu, pihaknya pun sedang melakukan riset terhadap 12 spesies alternatif untuk bakal ditanam nantinya.

Melalui FCP, Elim menegaskan, 100 persen bahan baku untuk rantai produksinya berasal dari kayu yang ditanam di perkebunan, bukan berasal dari kayu alam.

Seiring dengan upaya menurunkan deforestasi, masyarakat lokal juga diajak untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupannya. Program Desa Makmur Peduli Api pun digagas dan memberikan banyak nilai positif bagi masyarakat dan perusahaan.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pemetaan gambut dengan satelit Lidar. Strategi patroli juga ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi radar satelit yang bisa menjangkau daerah yang sulit dijangkau untuk memonitor perkembangan tutupan lahan.

Mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga ditingkatkan. Sejak 2015, perusahaan sudah menerapkan integrated fire management system dan melibatkan 2.700 personel di lapangan. Total investasi untuk pencegahan karhutla mencapai lebih dari US$ 120 juta.

Begitu pula dengan upaya restorasi untuk melindungi hutan alam. Tahun ini APP Sinar Mas akan mengalokasikan sekitar US$ 4 juta untuk mengejar target restorasi. Sejalan dengan upaya itu, perlindungan satwa liar juga dilakukan. Ada tiga spesies utama yang dilindungi, yakni gajah, harimau sumatera, dan orangutan.

"FCP adalah sebuah upaya besar kami yang telah banyak membuat kemajuan. Kami berharap dapat mengumumkan serangkaian target keberlanjutan baru dalam roadmap visioner 2030 kami," ucapnya.

Dari perjalanan dan kemajuan FCP, pihaknya telah mencatat kemajuan, di antaranya mengakhiri konversi hutan alam oleh pemasok kayu dan pulp, serta beralih menuju proses produksi yang 100 persen menggunakan kayu dari perkebunan.

APP Sinar Mas juga memastikan rantai pasokan tetap bebas dari deforestasi, dengan sistem kepatuhan yang kuat dan diversifikasi oleh pihak ketiga. Perusahaan juga memangkas area terkena dampak kebakaran hutan pada 2017 hingga 0,01 persen dari total bruto luas area. Selain itu, juga memangkas tingkat kehilangan hutan alam oleh pihak ketiga di wilayah perlindungan pemasok menjadi 0,1 persen selama Maret 2017 sampai Januari 2018. Perusahaan juga juga telah menyelesaikan 46 persen konflik sosial.

Dalam lima tahun menerapkan FCP, pihaknya telah menginvestasikan sekitar US$ 300 juta untuk menjalankan sistem pemantauan hutan, restorasi lanskap, pencegahan kebakaran, penelitian lahan gambut, dan pemberdayaan masyarakat.

Perusahaan juga mengidentifikasi nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi. Informasi ini membantu perusahaan untuk mengidentifikasi area-area yang teramat penting untuk dilestarikan dan dilindungi.

Pihaknya juga telah bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk meningkatkan kualitas penghidupan mereka, serta memberdayakan penduduk desa setempat memanfaatkan teknik pertanian modern yang lebih berkelanjutan. Hasilnya, insiden penggundulan hutan oleh pihak ketiga serta kebakaran hutan dan lahan telah berkurang secara signifikan pada 2017.

"Dari target 500 desa, kami sudah membentuk masyarakat atau desa mandiri peduli api di 200 desa," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, UMKM berkontribusi besar bagi pemulihan ekonomi nasional. UMKM, menyerap 96,9 persen tenaga kerja. 

EKONOMI | 11 Agustus 2022

Kolaborasi dengan Bank Sumut, BNI Usung Orange Synergy

Melalui Orange Synergy, Bank Sumut dan BNI berkomitmen membangun kolaborasi strategis yang dituangkan dalam berbagai inisiatif pengembangan layanan perbankan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

AFPI-TékenAja! Hadirkan Tanda Tangan Elektronik

AFPI menjalin kerja sama dengan TékenAja! dalam penyediaan tanda tangan elektronik dan e-meterai bagi penyelenggara fintech p2p lending.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Gandeng 4 Mitra, APR Hadirkan Viscose-Rayon Berkelanjutan

PT Asia Pacific Rayon (APR), produsen serat viscose-rayon menegaskan komitmennya mendukung inovasi tekstil berkelanjutan atau ramah lingkungan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Ekonomi Pulih, Debitur Profil Risiko Tinggi Mulai Menurun

Debitur perbankan dan jasa keuangan yang memiliki profil risiko tinggi dan sangat tinggi (high risk and very high risk) mulai menurun.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Sejalan Era Digitalisasi, Aviana Kelola 180 Juta Transaksi

PT Aviana Sinar Abadi berhasil mengelola 180 juta transaksi per bulan, termasuk transaksi di pelosok daerah.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Indocement Gunakan Listrik PLN di Kompleks Pabrik Tarjun

Indocement Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan, resmi menjadi konsumen tegangan tinggi PLN pertama di Kalimantan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Resesi Global, Founder Startup Perlu Lakukan Tiga Strategi Ini

Dua tahun lalu memang menjadi tahun emas bagi startup karena pandemi dan masyarakat banyak bergantung pada teknologi.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Dana dan Here Technologies Perdalam Inklusi Keuangan

Here Technologies, platform data dan teknologi lokasi mengumumkan bahwa DANA sebagai platform dompet digital telah menggunakan layanan lokasi.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Sambut Hari Kemerdekaan, Pengembang Beri Fasilitas DP 0%

Pengembang properti Widari Agung Group memberikan kemudahkan untuk konsumen Widari Village dengan fasilitas uang muka atau DP 0%.

EKONOMI | 10 Agustus 2022


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

EKONOMI | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings