PT Arita Prima Indonesia Rencanakan Ekspansi Usaha

PT Arita Prima Indonesia Rencanakan Ekspansi Usaha
Direktur PT Arita Prima Indonesia Tbk Chan Chein Liang, Komisaris Utama Lim Cheah Chooi, Direktur Utama Low Yew Lean, Direktur Liang Tjoen, dan Komisaris Independen yang baru, Bernadetha Kirana Putri (dari kiri ke kanan) berpose bersama seusai RUPS Tahunan di Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Asni Ovier / AO Kamis, 7 Juni 2018 | 09:49 WIB

Jakarta - PT Arita Prima Indonesia Tbk merencanakan ekspansi usaha melalui diversifikasi produk, pembangunan pabrik manufaktur dan efisiensi operasi. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kinerja perseroan pada tahun-tahun mendatang.

Direktur Independen PT Arita Prima Indonesia Tbk Liang Tjoen di Jakarta, Kamis (7/6) mengatakan, rencana tersebut telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Selasa (5/6).

Ia menjelaskan, dalam rangka meningkatkan kinerja perseroan, pihaknyanya juga akan meningkatkan aktivitas pemasaran dan mengembangkan strategi penjualan yang lebih fokus dan terarah dalam menggarap segmentasi pasar.

“Sejalan dengan itu, kami juga akan meningkatkan pemeliharaan kualitas produk dengan harga yang kompetitif, pemeliharaan hubungan yang harmonis dengan pelanggan dan pemasok, serta peningkatan kompetensi SDM yang berkelanjutan berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” paparnya.

Liang Tjoen mengungkapkan, untuk menjaga kesehatan keuangan perseroan, pihaknya akan meningkatkan rasio pertumbuhan internal (internal growth rate) perseroan dengan tetap mempertahankan, bahkan menurunkan rasio utang perusahaan.

Selain itu, perseroan juga akan menyusun proyeksi keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang yang lebih baik. Usaha lain yang dilakukan perusahaan yakni mempertajam sistem informasi keuangan dan melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko bisnis perseroan.

Terkait kinerja keuangan perseroan tahun buku 2017, ia menjelaskan, pada tahun buku 2017 perseroan berhasil mencatat penjualan sebesar Rp 168,06 miliar dengan laba yang berhasil dibukukan sebanyak Rp 11,36 miliar. Sedangkan, nilai aset yang tercatat sebesar Rp 423,18 miliar atau ada kenaikan sekitar 4 persen dibanding tahun buku 2016 sebelumnya.

Sementara itu, dalam RUPST perseroan tahun ini disepakati untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham tetapi dialokasikan untuk pengembangan perseroan. Selain itu, para pemegang saham juga menyepakati pengunduran diri komisaris independen Ida Bagus Oka Nila dan digantikan oleh Bernadetha Melinda Kirana Putri.

PT Arita Prima Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang impor, distribusi, dan servis untuk produk valve, fitting, instrumentation, serta control. Melalui performa prima yang senantiasa ditingkatkan dari waktu ke waktu, telah mengantarkan PT Arita Prima Indonesia Tbk sebagai perusahaan valve yang pertama go public dan satu-satunya di Indonesia pada tahun 2013.

Saat ini perseroran memiliki 34 cabang dan 12 divisi penjualan di seluruh Indonesia yang berlokasi di kota-kota terbesar dan strategis di Indonesia. Hal ini membuat PT Arita Prima Indonesia Tbk hadir dengan sistem distribusi yang luas sehingga mampu menjangkau pelanggan lebih mudah dan efisien.

Dengan jaringan internasional yang luas membuat PT Arita Prima Indonesia Tbk menjadi perusahaan terdepan di bidangnya. Selain itu, PT Arita Prima Indonesia Tbk juga merupakan jembatan bagi customer Indonesia untuk mendapatkan produk-produk berkualitas dari seluruh dunia, antara lain JF Arita, Bells, Q-Flex, Clorius, Ari Armaturen, Thermo, ANS, dan masih banyak lagi.

PT Arita Prima Indonesia Tbk yang berdiri pada 5 Oktober 2000 tersebut kini telah menjadi penyedia produk pendukung berbagai industri, mulai dari minyak dan gas, kelapa sawit, perkapalan, oleochemical, pengolahan air, petrochemical, bangunan, pertambangan, hingga energi.



Sumber: BeritaSatu.com