BUMN dan Swasta Jepang Bangun Superblok Rp 1,15 T di Jaktim

BUMN dan Swasta Jepang Bangun Superblok Rp 1,15 T di Jaktim
Sakura Garden City di Cipayung, Jaktim. ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 3 Juli 2018 | 18:57 WIB

Jakarta - Daiwa House Industry, kontraktor terbesar di Jepang bersama JOIN (gabungan BUMN Jepang dan swasta yang khusus berinvestasi di luar negeri) menggandeng pengembang lokal, Trivo Group membangun superblok (mixed use) di kawasan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim) bernama Sakura Garden City. Di bawah bendera PT Sayana Integra Properti, nantinya superblok seluas 10 hektare (ha) ini akan menyasar kalangan milenial dengan harga terjangkau.

Presiden Direktur PT Sayana Integra Properti) Nobuya Ichiki mengungkapkan, superblok dengan 60 persen area terbuka hijau ini menyediakan hunian vertikal (apartemen), pusat perbelanjaan (mal), rumah toko (ruko), restoran, hingga klinik. Ke depan akan dibangun juga gedung perkantoran, hotel dan rumah sakit. "Konsep Sakura Garden adalah kota di dalam kota. Ground breaking akan dilakukan 21 Juli 2018," kata Ichiki dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/7).

Dia mengatakan, untuk tahap awal, perseroan menganggarkan US$ 80 juta (Rp 1,15 triliun) untuk investasi superbok itu. Ke depan, akan ditambah secara bertahap sesuai progres pembangunan. Adapun sumber pembiayaannya dari kas internal dan pra-penjualan. "Pembangunan akan dilakukan empat tahap. Untuk saat ini kami merasa cukup dari ekuitas, dan tidak perlu pinjaman," kata Ichiki.

Dia mengatakan, target yang disasar adalah kalangan milenal berusia 20-35 tahun yang bekerja di Jakarta, namun belum memiliki tempat tinggal. Selain itu, kelas menengah dan atas di Jakarta, namun masih tinggal di pinggiran Ibu Kota.

Menurut dia, harga hunian di Jabodetabek naik rata-rata 20 persen per tahun, melebihi kenaikan rata-rata pendapatan pekerja 10 persen per tahun. Kondisi ini mengakibatkan generasi milenial kesulitan memiliki rumah. "Hal ini yang coba kami akomodir. Visi kami tidak hanya profit semata, tapi juga kepentingan sosial membantu kalangan milenial memiliki rumah," kata Ichiki yang juga menjabat Senior Executive Officer Daiwa House Industry ini.

Perseroan akan membuat skema pembayaran yang membantu kalangan milenial seperti tenor sampai 20 tahun. Selain itu, harga apartemen yang ditawarkan berkisar Rp 20 juta per meter persegi, tergolong murah untuk kawasan Jakarta. Bandingkan dengan kawasan lain di pinggiran Jakarta seperti Bekasi atau Tangerang yang harganya bisa lebih mahal. "Cicilannya bisa dibuat sekitar Rp 4-5 jutaan per bulan," kata dia

Sakura Garden City yang memiliki 12 tower apartemen dan pusat perbelanjaan seluas 30.000 m2 ini diapit akses tol Jagorawi dan tol JORR serta terhubung stasiun light rail transit (LRT) Ciracas, Jaktim.

Sementara pada perusahaan patungan PT Sayana Integra Properti, Daiwa House bersama JOIN (Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development) menguasai 60 persen saham, sedangkan sisanya 40 persen dimiliki Trivo Group yang dikenal sebagai pengembang Pusat Grosir Cililitan (PGC), sentra grosir Cikarang dan superblok TangCity.

Daiwa House yang berdiri sejak tahun 1955 adalah pengembang dan kontraktor terbesar di Jepang dengan penjualan US$ 31 miliar di 2017. Produknya telah hadir di 20 negara seperti Australia, Tiongkok, hingga Meksiko. Adapun JOIN adalah perusahaan pemerintahan dan swasta satu-satunya di Jepang yang mengkhususkan pada investasi infrastruktur di luar.



Sumber: BeritaSatu.com