Kinerja Sun Life Melonjak Signifikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kinerja Sun Life Melonjak Signifikan

Kamis, 23 Agustus 2018 | 13:07 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta - Kinerja bisnis perusahaan asuransi jiwa PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) terus melonjak. Lonjakan tersebut terjadi karena berbagai strategi jitu yang diterapkan manajemen dalam tiga tahun belakangan ini. Terutama dalam strategi menanamkan branding Sun Life ke masyarakat Indonesia.

“Hasil dari strategi itu, reputasi perusahaan meningkat. Karyawan juga terkena imbasnya. Banyak pengaruh positif tercipta. Sisi kepercayaan nasabah dan agen lebih bagus,” ujar Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/8).

Ia menjelaskan, reputasi yang baik itu juga mempermudah penjualan produk Sun Life. Tak hanya itu, Sun Life juga menjadi mudah melakukan perekrutan, karena brand mereka sudah dikenal dan lebih dipercaya.

Ia mengakui, strategi branding itu memang tidak berdampak langsung pada penjualan. Tetapi nyatanya, memang kinerja bisnis perusahaan malah meningkat signifikan. Pendapatan premi pada 2017 sebesar Rp 2,8 triliun atau naik signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,7 triliun.

Untuk semester pertama 2018, aset Sun Life mencapai Rp 11,7 triliun atau naik 6% dari periode yang sama tahun lalu. Lalu, pendapatan premi bisnis baru sepanjang semester pertama 2018 ini mencapai Rp 1,2 triliun atau tumbuh 26% dari periode yang sama di 2017.

Tak hanya di kinerja keuangan, jumlah kantor pemasaran Sun Life juga meningkat. Pada 2016 lampau, jumlahnya baru 151 kantor, hingga akhir 2017 menjadi 186 kantor. Sebelum 2015, jumlah nasabah Sun Life sekitar 100.000 orang, hingga akhir tahun lalu menjadi 279.429 nasabah.

Shierly mengakui, menanamkan branding tidaklah mudah. Apalagi, bagi sebuah entitas yang belum dikenal luas. Terutama di industri asuransi. Perlu waktu panjang, bahkan hingga puluhan tahun, agar sebuah brand bisa dikenal dan diterima masyarakat.

Namun, jika ada strategi yang tepat, hal tersebut bisa cepat terealisasi. Itulah yang terjadi pada perusahaan asuransi jiwa Sun Life. Terhitung hanya dalam waktu tak sampai tiga tahun, perusahaan asal Kanada itu mampu meningkatkan brand perusahaan dengan baik di Indonesia.

Jurus jitu itu memang tak lepas dari peran Shierly Ge sebagai CMO. Sejak akhir 2015, strateginya mampu mendongkrak posisi Sun Life di industri asuransi nasional. Berbagai penghargaan diraih.

Sebelum 2015, selama bertahun-tahun Sun Life hadir di Indonesia, memang tidak ada alokasi dana untuk branding. Sejak memulai operasi di Indonesia tahun 1995, Sun Life hanya mengembangkan penjualan dan distribusi. Ketika itu, kisah Shierly, banyak masyarakat tidak mengenal Sun Life. Malah, ironisnya, saat dilakukan survei sederhana, banyak konsumen menyebutnya sebagai produk sabun cuci piring atau cairan pembersih. Imbasnya menyulitkan ke tenaga penjual Sun Life karena tingkat kepercayaan konsumen masih rendah. Sebelum 2015, peringkat Sun Life ada di urutan 18 dari industri asuransi nasional yang saat itu jumlahnya sekitar 40 perusahaan asuransi jiwa.

“Makanya, saat itu tugas agen jadi double, selain menjual produk, juga menjual nama perusahaan,” kata Shierly yang mulai bergabung di Sun Life sejak 2003 itu.

Kemudian, mulai 2015, Sun Life mulai memikirkan perlunya ada dana untuk branding. Kabar baiknya, kantor pusat mengucurkan dana Rp 400 miliar dan sebagian dari dana itu langsung dialokasikan untuk memperkuat branding Sun Life di Indonesia. Shierly yang memang sejak 2012 menduduki posisi penting, sebagai Chief Marketing Officer, mulai memutar otak. Harus ada strategi branding yang tepat untuk mengangkat Sun Life.

Shierly mengaku, ia harus menerapkan strategi antimainstream, berbeda dari yang ada di pasar. “Kami tidak menyasar ke mass market, tetapi segmented market,” ujar Shierly.

Aktivitas branding yang ia terapkan tidak memfokuskan pada iklan di TV, koran, majalah, mass offline activity, iklan luar ruang, ataupun digital. Shierly malah memfokuskan pada pendekatan ke komunitas-komunitas, sponsorship, kemitraan, CSR, serta pendekatan digital.

Target komunitas yang digarap adalah jurnalis dan menggandeng kemitraan dengan media massa, khususnya jurnalis dan media massa yang bergerak di liputan bisnis dan gaya hidup. Sun Life juga mendekati komunitas blogger, khususnya penulis-penulis bidang finansial.

“Pendekatan ke media massa untuk membangun awareness. Media massa tradisional masih dipercaya masyarakat Indonesia. Apalagi saat ini dengan banyaknya berita hoax di dunia maya, media massa tradisional masih menjadi pilihan untuk mencari berita,” kata dia.

Sedangkan untuk blogger, kata Shierly, ulasan mereka lebih dipercaya karena mengalami secara langsung. Soalnya, perilaku masyarakat kita sudah bergeser, tidak terlalu percaya pada iklan. “Jadi promosi saja tidak cukup,” papar dia.

Selain itu, kata Shierly, Sun Life juga mendekatkan diri pada komunitas orangtua muda melalui kegiatan Edu Fair. Dari kegiatan rutin yang diikuti 20 sekolah dasar itu, Sun Life mampu menggaet sekitar 2.000 orangtua muda yang menjadi klien potensial.

Ternyata, strategi itu hasilnya mengejutkan. Baru setahun diterapkan, Sun Life langsung meraih sejumlah penghargaan. Akhir 2015, Sun Life meraih The Best Social Media Award, begitu juga tahun 2016. Sun Life juga meraih The Best in Marketing Campaign di 2015 dan 2016. Belum lagi penghargaan dari Singapura tahun 2016 berupa Best Marketing PR Program 2016 dan Best Social PR Program 2016. Termasuk CSR Award 2015 dan 2016 untuk kategori kesehatan serta meraih perunggu di Global CSR Award 2016. Lalu, pada 2017 dan 2018, Sun Life juga meraih penghargaan yakni Most Admired
Company dan The Best Social Image.

Setidaknya, ada 41 penghargaan yang diraih Sun Life Financial Indonesia sepanjang 2015 hingga 2018. Tak hanya itu, setahun menerapkan strategi branding, peringkat Sun Life di 2016 melonjak menjadi peringkat 12 di industri asuransi nasional. Tahun ini, posisi sudah masuk lima besar industri asuransi nasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Puan: Transformasi Digital UMKM Bantu Tingkatkan Perekonomian Rakyat

Ketua DPR Puan Maharani mendukung akselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)karena membantu perekonomian rakyat

EKONOMI | 23 September 2021

Investasi Data Center Terkendala Infrastruktur Jaringan dan Pasokan Listrik

Kurangnya infrastruktur jaringan dan pasokan listrik yang tidak stabil, menjadi faktor penghambat masuknya investasi data center di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Ananta Wahana: ASDP Menyulap Pelabuhan Merak Secara Revolusioner

Ananta Wahana menyebut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyulap Pelabuhan Merak secara revolusioner.

EKONOMI | 23 September 2021

GNA Group Kembangkan Hunian Sehat Golden Flower di Legok Banten

Golden Flower merupakan hunian premium yang dikembangan GNA Group dengan mengusung konsep kawasan sehat, bernuansa hijau, asri dan modern.

EKONOMI | 23 September 2021

BI Ingatkan 156 Money Changer di Jakarta Segera Urus Izin Sebelum 7 Oktober

Bank Indonesia (BI) memperingatkan 156 usaha money changer di Jakarta untuk mengurus izin sebelum tenggat 7 Oktober 2021.

EKONOMI | 23 September 2021

Tanrise Property Targetkan Serah Terima TritanHub Awal 2022

Belinda Tanoko menegaskan, hingga saat ini penjualan unit TritanHub telah mencapai 35% dari total 146 unit yang direncanakan.

EKONOMI | 23 September 2021

Ekspansi Pasar, Platform Hotel Pouchnation Galang Pendanaan

PouchNATION menggalang putaran pendanaan dari investor SOSV, Artesian, Found Ventures, Huashan Capital dan Traveloka.

EKONOMI | 23 September 2021

Jual 303,14 Juta Saham Treasury, PTBA Raih Rp 691,7 Miliar

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan pengalihan atau menjual saham treasury sebanyak 303,14 juta saham.

EKONOMI | 23 September 2021


Anak Usaha Nusantara Infrastructure Teken MoU Garap Air Bersih di Manado

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melalui anak usahanya PT Potum Mundi Infranusantara (POTUM) garap pengelolaan air bersih di Manado.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings