Adaro Tak Ajukan Penambahan Produksi Batu Bara
Logo BeritaSatu

Adaro Tak Ajukan Penambahan Produksi Batu Bara

Kamis, 23 Agustus 2018 | 15:31 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / FER

Jakarta - PT Adaro Energy Tbk tidak mengajukan permohonan penambahan kuota produksi batu bara tahun ini. Padahal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka penambahan volume produksi hingga 100 juta ton. Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) itu ingin menjaga tingkat produksi untuk kepentingan jangka panjang.

Head of Corporate Communication Adaro Energy, Febrianti Nadira, mengatakan, sampai saat ini panduan produksi Adaro tahun 2018 tetap di kisaran 54 juta ton hingga 56 juta ton.

"Produksi Adaro jangka panjang akan flat karena Adaro fokus untuk menjaga cadangan batubara dalam jangka panjang demi pengembangan bisnis pembangkit listrik ke depan," kata Febrianti di Jakarta, Kamis (23/8).

Febrianti menegaskan, pihaknya juga berkomitmen memenuhi pasokan batu bara dalam negeri untuk pembangkit listrik PLN. Dia tidak merinci pasokan volume batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) tersebut. Hanya saja menyebut besarannya sesuai dengan ketentuan 25 persen dari tingkat produksi. Bahkan, pemenuhan pasokan 25 persen itu bukan dari hasil jual beli kuota dengan perusahaan lain.

"Saat ini, batu bara Adaro (jenis dan jumlahnya) sudah sesuai dengan ketentuan DMO (25 persen). Jadi kita belum melakukan transfer kuota," jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot, membenarkan Adaro tidak mengajukan penambahan produksi. Namun, dia tidak merinci perusahaan apa saja yang mengajukan penambahan produksi tersebut. Bambang hanya menyebut yang mengajukan penambahan produksi tercatat hingga 40 perusahaan.

"Beberapa ada yang perusahaan besar ada juga yang perusahaan batubara daerah," ujarnya.

Bambang menerangkan, mekanisme permohonan itu diajukan melalui revisi rencana kerja anggaran dan belanja (RKAB) 2018. Selain itu menyertakan lampiran perihal realisasi pasokan DMO hingga semester pertama kemarin.

Dari 40 perusahaan itu sekitar 18 perusahaan sudah memenuhi kuota DMO 25 persen. Kemudian, 12 perusahaan memiliki kuota bervariasi antara 12,5 persen hingga 25 persen. Sedangkan 10 perusahaan sisanya kurang dari 12,5 persen%.

Bambang tidak merinci besaran penambahan produksi dari 40 perusahaan tersebut. Dia hanya menjelaskan besarannya produksinya bervariasi. "Untuk 18 perusahaan itu total produksinya bisa mencapai 25 juta ton," jelasnya.

Ini merupakan langkah Kementerian ESDM menambah devisa negara dengan meningkatkan kuota produksi batu bara sebesar 100 juta ton hingga akhir tahun ini. Penambahan kuota tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan devisa. Diperkirakan penambahan produksi 25 juta ton tersebut bisa meraup devisa mencapai US$ 1,5 miliar.

Target produksi batu bara 2018 sebelumnya ditetapkan mencapai 485 juta ton. Dari jumlah tersebut sebanyak 114 juta ton diperuntukan bagi DMO. Sedangkan 371 juta ton sisanya diperuntukan bagi ekspor. Dengan penambahan ini maka target produksi batu bara tahun ini mencapai 585 juta ton. Namun, dengan catatan penambahan kuota 100 juta ton tersebut hanya diperuntukan bagi kegiatan ekspor batu bara. Artiannya ekspor batu bara di tahun ini bisa mencapai 471 juta ton.

Penambahan kuota batu bara ini seiring dengan membaiknya harga komoditas tersebut. Harga Batu bara Acuan (HBA) Agustus ini ditetapkan sebesar US$107,83/ton. Harga tersebut melampaui rekor tertinggi pada Juli kemarin sebesar US$104,65/ton. Sejak pertengahan 2018 ini harga batu bara terus mencetak rekor.

Harga batu bara terus menguat selama kurun waktu dua tahun terakhir. Melonjaknya harga tersebut berpengaruh pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan.

Pasalnya, kontribusi batu bara mencapai 80 persen dari penerimaan negara tersebut. PNBP sektor pertambangan hingga semester pertama 2018 mencapai Rp 24,5 triliun. Capaian tersebut sekitar 76,5 persen dari target PNBP tahun ini sebesar Rp 32,09 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kinerja Sun Life Melonjak Signifikan

Pendapatan premi pada 2017 sebesar Rp 2,8 triliun atau naik signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,7 triliun.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Sesi I, IHSG Relatif Datar di Kisaran 5.943

IHSG melemah tipis 0,02 persen ke 5.943,37.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Rupiah Terdepresiasi 52 Poin di Kurs BI

Di BI, rupiah berada di kurs tengah Rp 14.620 atau terdepresiasi 52 poin.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Cinderamata Khas Nusantara di Smesco Indonesia Diburu Atlet dan Official Asian Games

Hanya selang satu hari setelah pesta pembukaan Asian Games di Jakarta para atlet dan official mulai berdatangan secara silih berganti.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Pertamina EP Temukan Cadangan Migas Baru

Salah satu uji produksi bahkan mampu mengalirkan minyak hingga 1.700 BOPD.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Bisnis Asuransi dan Asian Games 2018

PT Askrindo (Persero) secara resmi mengcover seluruh atlet, official team, wasit, dan pihak yang terkait dengan pertandingan.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Rupiah Melemah 56 Poin ke Rp 14.630 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 14.630 per dolar AS atau terdepresiasi 56 poin (0,38 persen).

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Dibuka Menguat, IHSG Berpotensi ke 6.000

IHSG dibuka menguat 0,45 persen ke 5.971,21.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Bursa Asia Dibuka Mixed

Nikkei 225 naik 0,44 persen ke 22.460,02, Topix naik 0,18 persen ke 1.701,4, Hang Seng Hong Kong turun 0,36 persen ke 27.827,37.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Banjir Laos Meluas, 46 Tewas dan 97 Hilang

Sebanyak 11.383 orang telah kehilangan tempat tinggal dan kini berada di tempat berteduh sementara.

EKONOMI | 22 Agustus 2018


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS