Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Perang Dagang
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Perang Dagang

Jumat, 24 Agustus 2018 | 08:49 WIB
Oleh : WBP

New York - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (24/8), karena meningkatnya eskalasi perang perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok sehingga membebani ekspektasi permintaan. Sebelumnya harga minyak melonjak akibat berkurangnya persediaan minyak mentah AS.

Minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun tipis lima sen AS menjadi US$ 74,73 per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global ini mencapai US$ 75 selama sesi perdagangan hari sebelumnya, tingkat tertinggi sejak 31 Juli 2018.

Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Oktober sedikit melemah sebesar tiga sen AS menjadi US$ 67,83 per barel di New York Mercantile Exchange.

Aktivitas opsi menunjukkan beberapa pedagang menjaga kemungkinan penurunan tajam minyak mentah AS. "Pasar sedang mencoba menyeimbangkan kekhawatiran penurunan pertumbuhan permintaan global dan berapa banyak tambahan minyak oleh Saudi dan Rusia," kata Direktur riset pasar Tradition Energy Gene McGillian, di Stamford, Connecticut, dikutip dari Reuters.

Namun ia mengatakan, harga mendapat dukungan dari berkurangnya persediaan minyak mentah AS di liar perkiraan seperti dilaporkan Badan Informasi Energi (EIA), Rabu (23/8). "Ada gambaran fundamental yang lebih baik dari setahun lalu," katanya.

Sengketa perdagangan AS-Tiongkok semakin mendalam, dengan pengenaan tarif 25 persen atas barang-barang impor senilai US$ 16 miliar. Dua ekonomi terbesar dunia itu telah memberlakukan tarif hingga US$ 100 miliar, produk impor sejak awal Juli. Washington mengadakan dengar pendapat tentang bea masuk yang diusulkan senilai US$ 200 miliar lagi atas barang impor dari Tiongkok. Namun Tiongkok hampir pasti akan merespon langkah AS itu.

Perang dagang diperkirakan akan memangkas 0,3-0,5 persentase pertumbuhan PDB riil Tiongkok pada 2019, kata Moody's Investor Service.

Moodys juga memangkas 0,25 persentase poin dari proyeksi pertumbuhan PDB riil AS menjadi 2,3 persen pada 2019.

Sengketa dagang ini telah menyebabkan para analis memangkas perkiraan konsumsi energi.

Sementara persediaan minyak mentah komersial AS turun 5,8 juta barel pekan lalu, atau lebih besar tiga kali dari perkiraan. "Laporan minggu ini bullish untuk minyak mentah," kata analis minyak Societe Generale, Michael Wittner.

EIA juga mengatakan produksi minyak AS meningkat, mencapai 11 juta barel per hari pekan lalu. Itu berarti tiga produsen teratas dunia yakni Rusia, Amerika Serikat, dan Arab Saudi, saat ini memproduksi sekitar 11 juta barel per hari, memenuhi sepertiga dari permintaan global.



Sumber: Xinhua, Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah 3 Hari Menguat, Harga Emas Terkena Profit Taking

Kontrak emas Desember, turun US$ 9,3 atau 0,77 persen, menjadi US$ 1.194,00 per ounce.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Melemah di Awal Perdagangan, Rupiah Kedua Terburuk di Asia

Pelemahan rupiah terburuk kedua di Asia setelah rupe India.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Wall Street Melemah Terseret Aksi Perang Dagang

Masalah hukum Trump meredam sentimen investor melakukan aksi beli saham di Wall Street.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Ini Bank Syariah Terbaik Versi Majalah Investor

PT Bank BNI Syariah kembali menyabet gelar juara untuk kategori aset di atas Rp 10 triliun.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Penjualan Hingga Juli Komatsu Melonjak 40%

Penjualan alat berat merek Komatsu sepanjang Januari-Juli 2018 naik 40% menjadi 2.876 unit dibanding periode sama tahun lalu 2.061 unit.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Tingkatkan Pengawasan Penyaluran Solar Bersubsidi

Dalam upaya memberantas penyelewengan penyaluran solar bersubsidi, pengawasan dan penegakan hukum harus ditingkatkan.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Kemhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lombok

Bantuan diharapkan dapat bermanfaat bagi para korban gempa.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Trimitra Optimistis Properti Mulai Pulih

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini nantinya digunakan untuk beberapa aksi korporasi seperti pengembangan dan pembangunan proyek baru.

EKONOMI | 23 Agustus 2018

Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.638

Rupiah berada di level Rp 14.637,5 per dolar AS atau terdepresiasi 63,5 poin (0,44 persen).

EKONOMI | 23 Agustus 2018

IHSG Ditutup Menguat 0,65% ke 5.983

IHSG berbalik menguat 0,65 persen ke 5.982,98.

EKONOMI | 23 Agustus 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS