Kemhub Dorong Produktivitas Muatan Tol Laut
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemhub Dorong Produktivitas Muatan Tol Laut

Jumat, 24 Agustus 2018 | 16:43 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) terus mendorong produktivitas muatan tol laut agar tujuan penyelenggaraan tol laut, yaitu terciptanya konektivitas wilayah di Indonesia sehingga dapat menurunkan disparitas harga antara Indonesia wilayah barat dan Indonesia wilayah timur dapat terwujud.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemhub, Wisnu Handoko, mengatakan, penyelenggaraan program tol laut yang sudah hampir empat tahun terus dievaluasi guna mendapatkan masukan dan perbaikan agar tujuan penyelenggaraan tol laut tersebut tepat sasaran.

Adapun evaluasi tol laut terus dilakukan baik dari sisi ketepatan jadwal, keandalan sarana prasarana pendukung di pelabuhan, konektivitas, biaya-biaya, efektivitas dan efisiensi penggunaan ruang muat untuk muatan berangkat dan muatan balik, serta dampak pelaksanaan program tol laut terhadap disparitas harga barang kebutuhan pokok dan barang penting.

"Yang jelas, pemerintah terus mengevaluasi dan melakukan sejumlah perbaikan untuk mewujudkan tujuan penyelenggaraan program tol laut, yakni menjangkau dan mendistribusikan logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (T3P), serta menjamin ketersediaan barang dan mengurangi disparitas harga guna meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia," ujar Wisnu di Jakarta, Jumat (24/8).

Saat ini, terang Wisnu, yang sering dikeluhkan dan menjadi sorotan adalah rendahnya tingkat keterisian kapal yang kembali dari Kawasan Timur Indonesia (KTI). Padahal pemanfaatan jasa tol laut untuk mendistribusikan hasil produksi masyarakat di KTI ke sentra pemasaran di Jawa bisa dibilang lebih menguntungkan karena harga angkut yang relatif lebih murah dan juga dapat mendongkrak produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas.

"Oleh karena itu, guna menciptakan keseimbangan perdagangan, kami terus memotivasi dan mendorong para kepala daerah dan pelaku pasar, terutama di Kawasan Indonesia Timur, supaya mengirimkan hasil industri dan potensi unggulan daerah mereka melalui Program Tol Laut," ujar Wisnu.

Langkah-langkah yang diambil dalam upaya tersebut, lanjut Wisnu, meliputi upaya pengadaan reefer container sebanyak 40 unit untuk muatan balik mengangkut ikan dan menyiapkan mekanisme pemberian potongan (diskon) biaya angkut (freight) untuk muatan balik terhadap lima unit dry container dan lima unit reefer container pertama yang booked (terpesan).

"Dan ini dipastikan tidak ada penambahan pagu subsidi. Selama ini dengan anggaran Rp 447 miliar, kami melakukan efisiensi dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Dan terbukti program tol laut angkutan barang bisa mengoperasikan 19 kapal dari target 15 kapal tahun 2018 ini. Bahkan kita masih akan menambah tiga kapal feeder lagi sebelum akhir tahun sehingga total 22 kapal," ujar Wisnu.

Adapun angka subsidi tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan program subsidi transportasi yang lainnya.

"Selain itu, kami juga sedang mengkaji kemungkinan untuk pembebasan freight, terutama pada kondisi muatan tidak penuh dari Pelabuhan Tanjung Perak ke daerah T3P untuk dry dan reefer container kosong melalui subsidi operasi kapal dengan operator PT Pelni sehingga dalam hal ini tidak ada tambahan subsidi lagi karena kapal sudah carter pergi pulang," lanjut Wisnu.

Terkait usulan beberapa pihak bahwa pemerintah diminta memberikan subsidi juga ke semua kegiatan container handling dan reposisi di pelabuhan, usulan tersebut, terang Wisnu, untuk saat ini belum tepat.

Dia menjelaskan, hal tersebut belum tepat karena pada tahap sekarang ini, pemerintah lebih fokus dulu pada pemerataan akses kapal-kapal agar bisa masuk ke daerah T3P supaya masyarakat di sana bisa merasakan hasil dari konektivitas kapal laut.

"Dan sekarang ini sudah jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya, di mana saat ini tol laut bisa memasuki 58 pelabuhan. Dalam waktu dekat ini tol laut juga segera membuka jalur baru di koridor Sulawesi terutama di bagian Barat yang selama ini belum dilalui kapal barang liner," ujar Wisnu.

Sementara itu, biaya di pelabuhan yang tinggi dan logistic cost yang mahal akan terus diperbaiki dengan perbaikan dan peningkatan fasilitas bongkar muat pelabuhan di wilayah KTI dan konsolidasi tarif tenaga kerja bongkar muat (TKBM) secara tripartit, meningkatkan akses jalan menuju pelabuhan dengan kapasitas beban trucking container, konektivitas dengan moda udara, penyeberangan, perintis dan pelra.

"Dengan keterbatasan anggaran, tentunya tidak semua masalah diselesaikan pemerintah dengan subsidi. Membangun kemandirian swasta dan mengoptimalkan niaga produk daerah jauh lebih bermanfaat daripada mengandalkan subsidi. Pengadaan dan sewa kontainer reefer, lebih semata-mata menjadi kail karena memang jumlah reefer kontainer yang ada saat ini masih terbatas begitu juga fasilitas listrik pada pelabuhan-pelabuhan di KTI," kata Wisnu



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri BUMN Resmikan 16 Proyek Strategis di Indonesia Timur

Seluruh proyek tersebut, diharapkan mempercepat konektivitas laut dan pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.648 Per Dolar AS

Won Korea Selatan menguat 2,4 poin (0,22 persen) mencapai 1,118 won per dolar AS.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Akhir Pekan, IHSG Ditutup Turun 14 Poin

Indeks LQ-45 melemah 4,9 poin (0,53 persen) ke level 940.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

BRI Layani Pembelian Tiket AirAsia Bazaar

BRI memanjakan nasabah yang memiliki hobi traveling.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Produksi Minyak Sukowati Pertamina EP Asset 4 Lampaui Target 120%

Kontributor peningkatan produksi minyak di Asset 4 dari Sukowati Field dengan adanya pekerjaan di sumur SKW-27.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Kemkop: Pinjaman Online Permudah Akses Pembiayaan UMKM

Kementerian Koperasi merekomendasikan pengusaha UMKM untuk mengakses pembiayaan melalui pinjaman online yang sudah terdaftar.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Siang Ini Mayoritas Bursa Asia Turun, Hanya Jepang yang Naik

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 191,9 (0,69 persen) mencapai 27.599.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

187 Saham Tertekan, IHSG Turun 19 Poin di Sesi Siang

Volume perdagangan hingga sesi siang ini 36.060 miliar saham senilai Rp 2,811 triliun.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Rupiah Melemah Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.652-Rp 14.662 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Agustus 2018

Melihat Dara-dara Cantik Penerjemah Delegasi Asian Games di Smesco Indonesia

Para penerjemah, minimal harus menguasai bahasa Inggris. Selain itu diwajibkan bertutur kata yang baik, berperilaku sopan, serta ramah dalam berkomunikasi.

EKONOMI | 24 Agustus 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS