Pajak Naik, Permintaan Barang Impor di Hargadunia.Com Diyakini Tetap Tinggi

Pajak Naik, Permintaan Barang Impor di Hargadunia.Com Diyakini Tetap Tinggi
Hargadunia.com memperkenalkan dirinya sebagai portal belanja online luar negeri yang memiliki konsep unik, yaitu menyediakan jasa pembelian untuk produk-produk Amazon.com, Ebay, Walmart, Bestbuy, dan online store luar negeri lainnya dengan harga termurah. ( Foto: istimewa )
Herman / FMB Sabtu, 8 September 2018 | 15:09 WIB

Jakarta - Pemerintah telah mengumumkan akan menaikkan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 atau pajak impor barang konsumsi hingga 10 persen. Upaya ini dilakukan salah satunya untuk menekan laju impor yang selama ini membebani nilai tukar rupiah.

Di Indonesia, ada beberapa platform e-commerce atau marketplace yang secara khusus menjual barang-barang impor, salah satunya Hargadunia.com. Terkait adanya regulasi baru tersebut, manajer marketing Hargadunia.com Taufik Darmawan menyampaikan, meskipun nantinya regulasi ini akan berimbas pada kenaikan harga barang-barang impor, pada prinsipnya pihak Hargadunia.com akan mengikuti setiap regulasi yang berlaku di Indonesia.

"Kita kan berbisnis di Indonesia, pastinya harus ikut regulasi di sini. Kalau memang pajaknya harus naik, tinggal menyesuaikan harga saja. Saat ini ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sedang melemah, kita juga melakukan penyesuaian harga," kata Taufik Darmawan kepada Beritasatu.com, Sabtu (8/9).

Taufik juga tak merasa khawatir kenaikan pajak barang impor ini akan berimbas pada penurunan jumlah dan nilai transaksi. Menurut Taufik, konsumen yang sering belanja produk-produk impor sebetulnya tidak terlalu "peduli" dengan harga. Mereka biasanya adalah para kolektor atau orang-orang yang memang sangat membutuhkan barang tersebut.

"Kalau pun harganya naik, kebanyakan dari mereka sudah paham karena ada pajak-pajak yang harus dibayar. Umumnya mereka tetap beli karena memang sangat butuh dengan barang tersebut dan barangnya memang tidak ada di Indonesia, atau untuk para kolektor, misalnya mereka mencari barang-barang limited edition. Jadi pasti tetap akan dibeli walaupun harganya naik," ujar Taufik.

Di Hargadunia.com, beberapa barang impor yang paling banyak dibeli seperti produk busana, part mesin, barang-barang hobi, hingga produk elektronik. "Jadi memang produk-produk yang dibeli itu sangat segmented dan sebenarnya tidak mengganggu pasar produk lokal. Contohnya ada beberapa atlet yang membeli peralatan olahraga karena memang alat tersebut tidak dijual di Indonesia," ujarnya.

Hargadunia.com menyebut platform mereka sebagai international shopping online marketplace, di mana platform mereka menjual jutaan produk yang sudah terintegrasi dengan Amazon, Ebay, Jomashop, Puritan, Toys r Us, Target, Shopbop, Walmart, Lego, Individual Seller, Personal Shopper, dan lainnya.

Berbeda dengan toko online lainnya seperti Lazada, Blibli, Shopee, Bhinneka, dan yang lainnya, Hargadunia khusus sebagai platform barang-barang toko online luar negeri dengan tujuan agar konsumen dapat membeli dengan mudah langsung dengan penjual di luar negeri tanpa perlu memikirkan barang hilang, bea cukai, biaya kirim, dan biaya lainnya yang tidak terduga.

"Harga yang kita tampilkan di website ini sudah include dengan pajak dan biaya-biaya lainnya, jadi konsumen tinggal bayar harga yang tertera di platform kami saja. Untuk pengiriman, kami juga membuat berbagai macam promo. Misalnya bebas biaya pengiriman dari Amerika untuk barang-barang dengan berat maksimum 1 kilogram yang kami berikan sampai 9 September nanti," ujar Taufik.

Ke depannya, Hargadunia.com juga tidak hanya mengimpor barang-barang dari luar negeri saja, tetapi juga membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia untuk memasarkan produk-produknya di luar negeri melalui platform e-commerce global.



Sumber: BeritaSatu.com