Hingga September, Akseleran Salurkan Pinjaman Rp 115 Miliar
Logo BeritaSatu

Hingga September, Akseleran Salurkan Pinjaman Rp 115 Miliar

Senin, 24 September 2018 | 16:49 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta - Sejak mengoperasikan layanannya di Indonesia pada Oktober 2017, startup peer to peer (P2P) lending Akseleran hingga 23 September 2018 telah menyalurkan pendanaan dari para investor atau lender sebanyak Rp 115 miliar.

Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, Christopher Gultom, menerangkan, dana tersebut disalurkan kepada sekitar 250 peminjam atau borrower yang difokuskan pada UKM mid-size. Rata-rata satu pinjaman bernilai Rp 400 juta sampai Rp 500 juta dengan tenor rata-rata empat sampai enam bulan.

"Sampai akhir 2018, kami menargetkan bisa menyalurkan pinjaman hingga Rp 200 miliar ke 500 pelaku UKM. Sejak bulan lalu, total dana yang kami salurkan juga sudah tembus Rp 20 miliar per bulan. Growth-nya sendiri sekitar 10 persen hingga 20 persen per bulan, jadi kami optimistims bisa mencapai target tersebut, dan bisa mencapai Rp 1 triliun pada tahun 2019," kata Christopher Gultom, di sela acara peluncuran aplikasi mobile Akseleran, di Jakarta, Senin (24/9).

Baca Juga: Hipmi Jaya Cari Solusi Pendanaan UMKM

Untuk mendorong percepatan inklusi keuangan dan mencapai target penyaluran pinjaman hingga Rp 200 miliar tersebut, Akseleran juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya). Pekan depan, kerja sama juga akan dijalin bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

"Selain menjalin kerja sama dengan organisasi, kami juga akan mengembangkan produk baru bekerja sama dengan perusahaan multinasional dan Tbk untuk membiayai para supplier dan vendor mereka, namanya Supply Chain Financing," terang Christoper.

Baca Juga: Pemda DKI Gandeng Akseleran Cari Pendanaan OK OCE

Sampai dengan September 2018, Akseleran berhasil mengumpulkan dana dari 25.039 investor. Dari jumlah tersebut, 95 persen adalah individu, sementara sisanya institusi. Hingga akhir tahun, Akseleran menargetkan jumlah investor yang menginvestasikan dananya lewat Akseleran bisa meningkat jadi sekitar 42.000.

"Siapa saja bisa menginvestasikan dananya di Akseleran mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 2 miliar di tiap pinjaman. Sementara untuk bunga peminjamannya rata-rata 18 persen hingga 21 persen per tahun," terangnya.

Christopher menambahkan, saat ini Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah juga berhasil diturunkan menjadi 0,47 persen. Hingga akhir tahun, persentasenya akan terus dijaga agar tetap di bawah 1 persen.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ditutup Melemah 0,26%, Rupiah Ketiga Terburuk di Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.846-Rp 14.879 per dolar AS.

EKONOMI | 24 September 2018

Atasi Pelemahan Rupiah, BI Harus Terus di Depan Kurva

BI harus terus di depan kurva karena dalam tren kenaikan suku bunga global, BI ketinggalan 50 bps dibanding Fed Fund Rate (FFR).

EKONOMI | 24 September 2018

Ditutup Turun 1,26%, IHSG Teburuk di Asia

Pelemahan IHSG sore ini sejalan dengan mayoritas bursa di Benua Kuning yang berada di zona merah.

EKONOMI | 24 September 2018

Pemerintah Pacu Pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni

Pemerintah terus pacu pembangunan kawasan industri Teluk Bintuni.

EKONOMI | 24 September 2018

Dana Talangan Rp 4,9 T untuk BPJS Kesehatan Cair Hari Ini

Dana ini dicairkan sesusai dengan permintaan pihak BPJS Kesehatan

EKONOMI | 24 September 2018

Sasar Besarnya Penduduk, Asosiasi Pengusaha IT Malaysia Masuk Pasar RI

Jumlah penduduk yang besar menjadi keunggulan dari Indonesia sehingga para pengusaha IT dari luar ingin bersinergi dengan Indonesia.

EKONOMI | 24 September 2018

Ombudsman Minta Data Beras Diaudit

Dari hasil audit juga akan diketahui rata-rata produksi beras nasional.

EKONOMI | 24 September 2018

Tolak Penuhi Kewajiban, BFI Finance Digugat Aryaputra

BFI wajib membayar uang paksa (dwangsom) sebesar lebih dari Rp 80 miliar.

EKONOMI | 24 September 2018

Sesi Siang, IHSG Ambles 1,09% Balik ke 5.800-an

Sebanyak 132 saham naik, 234 saham melemah dan 118 saham stagnan.

EKONOMI | 24 September 2018

Siang Ini Rupiah Loyo Terburuk di Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.846-Rp 14.879 per dolar AS.

EKONOMI | 24 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS