Di Depan Kadin, Jokowi Jelaskan Kenapa Tidak Mau Jawa Sentris

Di Depan Kadin, Jokowi Jelaskan Kenapa Tidak Mau Jawa Sentris
Layar televisi menampilkan citra Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato dalam perayaan hari jadi ke-50 Kadin Indonesia di Jakarta, 24 Sept. 2018. (Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu)
Primus Dorimulu / HA Senin, 24 September 2018 | 22:38 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan panjang lebar kenapa pemerintahannya mengesampingkan hitung-hitungan ekonomi-politik dan memilih untuk fokus pada pemerataan pembangunan di seantero negeri, tidak fokus pada Pulau Jawa saja.

Saat berpidato pada perayaan hari jadi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang ke-50 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place SCBD, Jakarta Selatan, Senin (24/9) malam, Presiden mengatakan bahwa banyak yang menyampaikan kepadanya kalau yang dicari adalah popularitas politik dan target-target ekonomi jangka pendek, maka seharusnya pemerintahan sekarang cukup fokus di Jawa saja.

"Kalau hitung-hitungan politik, kalau hitung-hitungan ekonomi, yang paling cepat dibangun di Jawa saja. Untuk mendukung ekonomi nasional, bangun saja di Jawa," kata Presiden.

Alasannya karena 60% dari 263 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di Jawa, sehingga fokus ke wilayah ini pasti akan membawa keuntungan politik dan ekonomi, kata Presiden.

"Tetapi itu hitung-hitungan ekonomi, hitung-hitungan bisnis. Kita ini mengelola negara. Kalau cara berpikir kita masih berhubungan dengan return ekonomi plus return politik, ya bangun di Jawa."

"Kenapa kita harus membangun di Papua, kenapa kita harus membangun di Maluku Utara, kenapa kita harus membangun di NTT, kenapa kita harus membangun di Indonesia bagian timur? Kita ini bernegara, bukan berbisnis, bukan berekonomi saja."

Pernyataan Presiden ini disambut tepuk tangan hadirin.

"Strategi kita ini bernegara. Indonesia bukan Jawa saja. Indonesia memiliki 17.000 pulau," tegas Presiden.

Menurut Presiden, kesenjangan bidang infrastruktur di Indonesia sudah sangat lebar sehingga pemerintah harus bertindak sekarang juga.

"Saya lihat ketimpangan infrastruktur barat, tengah, timur betul-betul sangat mencolok, dan jurangnya sangat lebar sekali," kata Presiden.

Presiden lalu menunjukkan video sebuah jalan utama yang menghubungkan Merauke dan wilayah lain, di mana kondisi jalan masih berlapis tanah dan terlihat jelas kendaraan yang melintas macet karena lumpur yang sangat dalam.

"Ini jalan utama. bagaimana negara ini bisa bersaing, mempunyai competitiveness index yang baik kalau infrastruktur jalan seperti itu?" kata Presiden.



Sumber: BeritaSatu.com