Di Depan Kadin, Jokowi Jelaskan Kenapa Tidak Mau Jawa Sentris
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Di Depan Kadin, Jokowi Jelaskan Kenapa Tidak Mau Jawa Sentris

Senin, 24 September 2018 | 22:38 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / HA

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan panjang lebar kenapa pemerintahannya mengesampingkan hitung-hitungan ekonomi-politik dan memilih untuk fokus pada pemerataan pembangunan di seantero negeri, tidak fokus pada Pulau Jawa saja.

Saat berpidato pada perayaan hari jadi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang ke-50 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place SCBD, Jakarta Selatan, Senin (24/9) malam, Presiden mengatakan bahwa banyak yang menyampaikan kepadanya kalau yang dicari adalah popularitas politik dan target-target ekonomi jangka pendek, maka seharusnya pemerintahan sekarang cukup fokus di Jawa saja.

"Kalau hitung-hitungan politik, kalau hitung-hitungan ekonomi, yang paling cepat dibangun di Jawa saja. Untuk mendukung ekonomi nasional, bangun saja di Jawa," kata Presiden.

Alasannya karena 60% dari 263 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di Jawa, sehingga fokus ke wilayah ini pasti akan membawa keuntungan politik dan ekonomi, kata Presiden.

"Tetapi itu hitung-hitungan ekonomi, hitung-hitungan bisnis. Kita ini mengelola negara. Kalau cara berpikir kita masih berhubungan dengan return ekonomi plus return politik, ya bangun di Jawa."

"Kenapa kita harus membangun di Papua, kenapa kita harus membangun di Maluku Utara, kenapa kita harus membangun di NTT, kenapa kita harus membangun di Indonesia bagian timur? Kita ini bernegara, bukan berbisnis, bukan berekonomi saja."

Pernyataan Presiden ini disambut tepuk tangan hadirin.

"Strategi kita ini bernegara. Indonesia bukan Jawa saja. Indonesia memiliki 17.000 pulau," tegas Presiden.

Menurut Presiden, kesenjangan bidang infrastruktur di Indonesia sudah sangat lebar sehingga pemerintah harus bertindak sekarang juga.

"Saya lihat ketimpangan infrastruktur barat, tengah, timur betul-betul sangat mencolok, dan jurangnya sangat lebar sekali," kata Presiden.

Presiden lalu menunjukkan video sebuah jalan utama yang menghubungkan Merauke dan wilayah lain, di mana kondisi jalan masih berlapis tanah dan terlihat jelas kendaraan yang melintas macet karena lumpur yang sangat dalam.

"Ini jalan utama. bagaimana negara ini bisa bersaing, mempunyai competitiveness index yang baik kalau infrastruktur jalan seperti itu?" kata Presiden.

[YOUTUBE]https://www.youtube.com/watch?v=T0O-dSRezFU[/YOUTUBE]



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Teknologi Risha Percepat Program Satu Juta Rumah

Kempupera menawarkan teknologi Risha kepada pengembang perumahan.

EKONOMI | 24 September 2018

Hilang 14 Tahun, TKI Dipulangkan dari Yordania

Pemerintah pulangkan TKI yang hilang dari Yordania.

EKONOMI | 24 September 2018

Asing Didorong Eksplorasi Migas di Wilayah Baru

Dalam 10 tahun terakhir, belum ada kontraktor asing yang melakukan eksplorasi di wilayah baru atau green field.

EKONOMI | 24 September 2018

Terbit Aturan tentang Ketentuan Penggunaan L/C untuk Ekspor Barang Tertentu

Salah satu upaya untuk memperkuat cadangan devisa negara.

EKONOMI | 24 September 2018

Peninjauan Perdagangan Perbatasan RI-Malaysia Rampung Tahun Ini

Indonesia-Malaysia sepakat peninjauan kembali (review) perjanjian perdagangan perbatasan (border trade agreement/BTA) 1970 dapat segera diselesaikan.

EKONOMI | 24 September 2018

Tax Rebalancing Perlu Dikaji untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah AS telah melakukan relaksasi terhadap perpajakan sehingga ekonomi AS bisa bertumbuh 4,1% pada kuartal II-2018, terbaik sejak kuartal III-2014.

EKONOMI | 24 September 2018

Program Sejuta Rumah Sinergikan Berbagai Pihak

Pemerintah berkomitmen menghadirkan rumah terjangkau bagi masyarakat.

EKONOMI | 24 September 2018

LPEI Dukung Peningkatan Ekspor Nasional

Aktivitas ekspor harus didasarkan daya saing di pasar global.

EKONOMI | 24 September 2018

AP I Pastikan Bandara Ngurah Rai Siap Layani Delegasi IMF-WB

Jumlah delegasi IMF-WB Annual Meeting diperkirakan mencapai 18.000 orang.

EKONOMI | 24 September 2018

Akseleran Bidik Pendanaan Seri A Hingga US$ 10 Juta

Proses pendanaan akan dimulai pada Desember 2018.

EKONOMI | 24 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS