Logo BeritaSatu

Y Combinator Cari Bibit Terbaik Startup Indonesia

Minggu, 21 Oktober 2018 | 14:38 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta- Gustaf Alströmer, perwakilan Y Combinator, Startup Accelerator paling prestisius di dunia yang bermarkas di Mountain View, California, AS, datang ke Indonesia, pekan lalu.

Kedatangannya selain memperkenalkan Y Combinator, juga untuk mencari bibit terbaik startup di Tanah Air untuk berkembang bersama.

Advertisement

Y Combinator datang untuk berbincang dengan para pelaku startup di Indonesia dalam sebuah forum diskusi. Acara ini diinisiasi Xendit dan diadakan di Block71 Jakarta.

Xendit merupakan perusahaan payment gateway di Indonesia yang memudahkan segala jenis transaksi pembayaran secara digital pada berbagai bisnis dan usaha.

Diluncurkan di Indonesia, Xendit merupakan salah satu perusahaan jebolan Y Combinator yang pertama kali beroperasi di negara ini.

Dalam wawancaranya beberapa lalu, Moses Lo, CEO Xendit sempat menjelaskan, Xendit merupakan startup lokal yang berhasil masuk dan diakselerasi di Y Combinator, hingga akhirnya sukses mendapatkan funding dan beroperasi di Indonesia. Dalam diskusi itu, dia menambahkan tentang pengalamannya tersebut,

“Bergabung ke dalam Y Combinator memberikan banyak pelajaran dan manfaat bagi kami. Kami dapat mempertajam produk dan penawaran kami, lalu mendapatkan funding serta strategi untuk berkembang pesat dan matang sebagai sebuah perusahaan,” katanya.

Dia dan co-founder Tessa Wijaya memilih Indonesia sebagai basis Xendit dengan alasan percaya akan potensi market dan talent di Indonesia.

"Bisnis berkembang pesat di sini dan membutuhkan dukungan layanan solusi pembayaran digital yang aman, mudah dan efisien. Xendit menjawab kebutuhan tersebut dengan membangun infrastruktur pembayaran, sehingga dapat mendukung bisnis untuk berkembang lebih cepat lagi. Pada akhirnya kami berharap hal tersebut juga membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Moses.

Y Combinator didirikan pada 2005. Akselerator ini telah berhasil membantu 1.900 startup dari berbagai negara di dunia. Mereka diikutsertakan dalam program akselerasi selama 3 bulan di Silicon Valley. Para pendiri startup dibantu untuk mematangkan konsep usaha mereka hingga sampai proses inisiasi dan pendirian usaha.

Y Combinator antara lain telah membantu mengakselerasi startup yang kini menjadi perusahaan terkemuka dunia antara lain Dropbox, Airbnb, Optimizely, Quora Reddit, Zenefits, Twitch.tv, Weebly dan masih banyak lagi. Total valuasi gabungan dari seluruh perusahaan Y Combinator diperkirakan mencapai $100 miliar.

Gustaf Alströmer sangat senang bisa hadir dan memperkenalkan Y Combinator di Indonesia. Pihaknya percaya akan potensi startup Indonesia dan berharap akan banyak yg daftar dan berkembang bersama Y Combinator.

Dia mengingatkan agar pemohon yang ingin mendapatkan pendanaan dari Y Combinator, 40%-nya merupakan pemohon yang mengajukan proposal berulang-ulang.

"Kami bahkan menerima jika perusahaan yang Anda bangun masih dalam sebatas ide. Kami ingin melihat keunikan dari yang Anda buat yang tidak dilakukan oleh orang lain," tutup dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, UMKM berkontribusi besar bagi pemulihan ekonomi nasional. UMKM, menyerap 96,9 persen tenaga kerja. 

EKONOMI | 11 Agustus 2022

Kolaborasi dengan Bank Sumut, BNI Usung Orange Synergy

Melalui Orange Synergy, Bank Sumut dan BNI berkomitmen membangun kolaborasi strategis yang dituangkan dalam berbagai inisiatif pengembangan layanan perbankan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

AFPI-TékenAja! Hadirkan Tanda Tangan Elektronik

AFPI menjalin kerja sama dengan TékenAja! dalam penyediaan tanda tangan elektronik dan e-meterai bagi penyelenggara fintech p2p lending.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Gandeng 4 Mitra, APR Hadirkan Viscose-Rayon Berkelanjutan

PT Asia Pacific Rayon (APR), produsen serat viscose-rayon menegaskan komitmennya mendukung inovasi tekstil berkelanjutan atau ramah lingkungan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Ekonomi Pulih, Debitur Profil Risiko Tinggi Mulai Menurun

Debitur perbankan dan jasa keuangan yang memiliki profil risiko tinggi dan sangat tinggi (high risk and very high risk) mulai menurun.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Sejalan Era Digitalisasi, Aviana Kelola 180 Juta Transaksi

PT Aviana Sinar Abadi berhasil mengelola 180 juta transaksi per bulan, termasuk transaksi di pelosok daerah.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Indocement Gunakan Listrik PLN di Kompleks Pabrik Tarjun

Indocement Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan, resmi menjadi konsumen tegangan tinggi PLN pertama di Kalimantan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Resesi Global, Founder Startup Perlu Lakukan Tiga Strategi Ini

Dua tahun lalu memang menjadi tahun emas bagi startup karena pandemi dan masyarakat banyak bergantung pada teknologi.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Dana dan Here Technologies Perdalam Inklusi Keuangan

Here Technologies, platform data dan teknologi lokasi mengumumkan bahwa DANA sebagai platform dompet digital telah menggunakan layanan lokasi.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Sambut Hari Kemerdekaan, Pengembang Beri Fasilitas DP 0%

Pengembang properti Widari Agung Group memberikan kemudahkan untuk konsumen Widari Village dengan fasilitas uang muka atau DP 0%.

EKONOMI | 10 Agustus 2022


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

EKONOMI | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings