Cigna Luncurkan Produk Premi Kembali 160 Persen
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Cigna Luncurkan Produk Premi Kembali 160 Persen

Selasa, 23 Oktober 2018 | 15:28 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta - Survei IPSOS pada 2015 menunjukkan, pengembalian premi merupakan salah satu faktor utama bagi nasabah ketika memilih produk asuransi. Karena itulah, Cigna Indonesia meluncurkan Cigna Exclusive Protection Plus, produk perlindungan jiwa berjangka yang tidak hanya memberikan manfaat ketika terjadi risiko, tetapi juga memberikan kepastian finansial ketika tidak terjadi risiko.

Demikian disampaikan Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto saat peluncuran produk asuransi Cigna Exclusive Protection Plus di Jakarta, Selasa (23/10).

Menurut Herlin, produk ini menjadi jawaban kebutuhan masyarakat Indonesia yang cenderung memilih produk perlindungan yang tidak hanya memberikan manfaat jika risiko terjadi, namun juga jika risiko tidak terjadi. Produk ini memberikan manfaat uang pertanggungan hingga Rp 20 miliar, serta pengembalian premi 160% hanya dalam jangka waktu 15 tahun.

“Cigna Indonesia hadir untuk membantu orang-orang yang kami layani meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan rasa aman mereka. Kami percaya bahwa produk perlindungan jiwa merupakan salah satu rasa aman yang dapat kita miliki karena kita percaya bahwa keluarga yang kita cintai tetap sejahtera, terlepas dari segala risiko dalam hidup,” ujar Herlin.

Lebih lanjut Herlin menjelaskan, menurut hasil Survei Skor Kesejahteraan yang dilakukan Cigna di awal 2018, sebanyak 79% masyarakat Indonesia merasa bahwa asuransi itu penting untuk melindungi diri mereka dan keluarga dari risiko finansial. Karena itulah, 69% masyarakat Indonesia mengungkapkan bahwa mereka ingin membeli asuransi tahun ini.

Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani menjelaskan, pada produk terbaru ini, nasabah cukup membayar premi selama lima tahun untuk mendapatkan perlindungan selama 15 tahun. Nasabah bisa mendapatkan manfaat perlindungan hingga Rp 20 miliar dan pengembalian premi sebesar 160% dari total premi yang telah dibayarkan di akhir masa perlindungan, jaminan premi tetap selama pembayaran premi, serta kesempatan untuk nonton gratis setiap bulannya.

“Manfaat yang kami tawarkan beragam, mulai dari manfaat perlindungan jika risiko terjadi, manfaat premi kembali jika risiko tidak terjadi, hingga manfaat bulanan berupa kesempatan untuk nonton gratis,” ujar dia. Dini meyakini, solusi itu merupakan solusi saling menguntungkan bagi nasabah Cigna.

Sementara itu, pengamat perilaku sosial dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati yang menjadi salah satu pembicara pada acara peluncuran produk asuransi Cigna ini mengatakan, mayoritas masyarakat Indonesia cenderung memilih produk asuransi yang memiliki manfaat pengembalian premi. Hal itu sesuai dengan karakter orang Indonesia tentang bisnis investasi atau asuransi.

“Ada dua karakter orang Indonesia yakni cepat terangsang dan cepat ingin dapat hasil. Dua karakter ini yang membuat penetrasi perlindungan asuransi di Indonesia belum meluas,” ujar Devie Rahmawati.

Devie menjelaskan, untuk karakter pertama, orang Indonesia cepat terangsang untuk membeli saat mendapat penawaran. Namun, saat ditagih untuk membayar, kebanyakan langsung mundur. Sedangkan karakter kedua, orang Indonesia ingin cepat mendapat hasil, makanya sulit untuk investasi jangka panjang ataupun asuransi.

“Orang Indonesia ingin cepat mendapatkan manfaat. Mereka masih memprioritaskan sesuatu yang cepat dapat di depan mata, bisa dilihat, diraba, dan dirasakan. Ini juga karena literasi keuangan masih rendah,” tambahnya.

Makanya, kata Devie, industri asuransi perlu terus meningkatkan literasi keuangan dan mensosialisasikan pentingnya proteksi. Perlu waktu untuk mengedukasi publik. Soalnya, lanjut dia, menjual produk bukan hanya jualan, tetapi bagaimana mengedukasi terlebih dulu. “Kalau sudah teredukasi, pasti produknya dibeli,” tambah dia.

Potensi Besar
Pada kesempatan itu, Herlin menyatakan optimismenya pada pertumbuhan kinerja perusahaan. Termasuk peluang bisnis di tahun depan.

“Pencapaian masih positif hingga akhir tahun. Kami berpacu pada produk proteksi yang lebih banyak ke proteksi kesehatan dan jiwa. Tetapi tidak menutup kemungkinan memperbaiki produk dari sisi investasi,” tambah dia.

Hal tersebut juga akan dilanjuti pada tahun depan. Memang, kata Herlin, berdasarkan survei, ada peningkatan kebutuhan kaum senior. Hasil survei itu akan menjadi pertimbangan Cigna di Indonesia untuk menghadirkan produk untuk para kaum senior atau usia matang.

Ia menambahkan, walaupun banyak pihak mengkhawatirkan akan tahun politik di 2019, tetapi Cigna masih memiliki optimisme tinggi. Apalagi melihat penetrasi industri asuransi jiwa yang masih rendah.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penetrasi asuransi jiwa mencapai 7,1%. Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati mengatakan, angka penetrasi itu dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk. Total tertanggung industri asuransi jiwa pada kuartal IV 2017 sebesar 65,53 juta orang atau tumbuh 14,5%.

“Penetrasi di Indonesia masih sangat rendah, jadi peluang masih besar. Pertumbuhan juga akan terus berkembang. Tahun depan adalah tahun politik, tetapi kami dan pelaku industri asuransi akan terus memberikan solusi,” pungkas Herlin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Suku Bunga BI Dipertahankan di 5,75%

BI rate dipertahankan di 5,75 persen sejak 27 September 2018 lalu.

EKONOMI | 23 Oktober 2018

2015-2018, Neraca Perdagangan Perikanan Meningkat

Sejak November 2014 hingga Agustus 2018 sebanyak 488 kapal telah ditenggelamkan. Dari jumlah itu, 276 kapal berbendera Vietnam.

EKONOMI | 23 Oktober 2018

Kondisi Neraca APBN Aman, Kredibel dan Sehat

Defisit APBN menurun setiap tahun, dari 2,3 persen terhadap PDB tahun 2014 menuju kisaran 2,1 persen tahun 2018 (outlook)

EKONOMI | 23 Oktober 2018

Utang Indonesia Aman dan Terkendali

Utang selama ini digunakan produktif dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

EKONOMI | 23 Oktober 2018

JK Minta Pengusaha Negara Islam Perkuat Kerja Sama

Negara-negara Islam memiliki tingkat kemajuan yang berbeda.

EKONOMI | 23 Oktober 2018

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,42% ke 5.816

IHSG melemah 0,42 persen ke 5.816,18.

EKONOMI | 23 Oktober 2018

Rupiah Terdepresiasi 24,5 Poin ke Rp 15.211,5

Rupiah berada di level Rp 15.211,5 per dolar AS atau terdepresiasi 24,5 poin (0,16 persen).

EKONOMI | 23 Oktober 2018

JK Harapkan ICCIA Bekerja Sama Hadapi Perekonomian Sulit

Hubungan ekonomi di antara negara-negara anggota ICCIA telah menunjukkan tren positif.

EKONOMI | 23 Oktober 2018

Kondisi Ekonomi Dikelola Baik dan Penuh Kehati-hatian

Kondisi perekonomian Indonesia secara umum berada dalam kondisi baik.

EKONOMI | 23 Oktober 2018

Fundamental Makroekonomi Indonesia Diklaim Sehat dan Kuat

Pemerintah mengakui pertumbuhan ekonomi dari tahun 2014–2017 meningkat tetapi pelan.

EKONOMI | 23 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS