Cirebon Power Dinilai Sukses Kembangkan PLTU Ramah Lingkungan

Cirebon Power Dinilai Sukses Kembangkan PLTU Ramah Lingkungan
Ilustrasi PLTU ( Foto: Istimewa )
Rangga Prakoso / FER Jumat, 16 November 2018 | 17:44 WIB

Jakarta - Konsorsium Pembangkit listrik Cirebon Power dinilai sukses mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ramah lingkungan di Indonesia. Terbukti, Cirebon Power mendapatkan dua penghargaan bergengsi dalam dua hari berturut-turut pada pekan ini.

Cirebon Power meraih penghargaan The Best Pioneer In Utilization of Clean Coal Technology in The Country di ajang ASEAN Outsanding Engineering Achievement Award 2018 di Singapura pada 14 November 2018. Penghargaan yang diberikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) ini untuk mengapresiasi terobosan PLTU Cirebon, yang menjadi pelopor penerapan teknologi batubara bersih.

Kemudian, perusahaan pembangkit listrik itu juga memenangkan penghargaan khusus The Best Environmentally Concerned Company dalam ajang Indonesia Best Electricity Award 2018 di Jakarta, 15 November 2018. Dalam ajang ini, Cirebon Power dinilai terbukti berkomitmen tinggi dan sukses menjaga lingkungan sekitar dalam menjalankan pembangkit listriknya.

Presiden Direktur Cirebon Power, Heru Dewanto mengatakan, penghargaan tersebut merupakan peneguhan dan apresiasi atas kerja keras perusahaan turut melestarikan lingkungan. Pengakuan-pengakuan itu menurutnya didapatkan dari kalangan masyarakat, akademisi, industri, pemerintah dan pihak internasional.

"Ini bukti kepedulian kita terhadap lingkungan. Jadi ini pengakuan dari kerja keras kita semua. Seluruh karyawan di Cirebon Power yang bersungguh-sungguh menjalankan values," kata Heru dalam keterangannya di Jakarta (16/11).

Cirebon Power merupakan konsorsium pembangkit listrik yang mengoperasikan PLTU Cirebon berkapasitas 660 megawatt (MW) sejak tahun 2012. Pembangkit ini pioner dalam menerapkan teknologi super critical yang ramah lingkungan dibandingkan PLTU biasa. Perusahaan itu juga tengah membangun PLTU Cirebon Unit II dengan kapasitas 1.000 MW. Di pembangkit yang ditargetkan beroperasi pada 2022 itu, Cirebon Power menggunakan teknologi yang lebih maju dan bersih, yaitu Ultra Super Critical.

Heru menuturkan Cirebon Power tidak berpuas diri dan terus meningkatkan performa. Begitu pula dengan kinerja dan standar operasi juga akan ditingkatkan. "Hal ini untuk meningkatkan performa perusahaan dalam menjalankan pembangkit listrik tersebut," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com