BTPN Kembangkan Fitur Pinjaman Siaga di Aplikasi Jenius

BTPN Kembangkan Fitur Pinjaman Siaga di Aplikasi Jenius
Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi bersama Jenius User, Traveler, dan Business Owne Claradevi Handriatmadja, saat menjelaskan keistimewaan Jenius di Tujuan Cafe, Mantrijeron, Yogyakarta, Kamis (22/11). (Foto: Beritasatu Photo)
Nida Sahara / FER Jumat, 23 November 2018 | 15:34 WIB

Yogykarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus mengembangkan inovasi produk dan layanan Jenius, salah satunya mengembangkan fitur Flexi Cash atau pinjaman siaga yang terdapat dalam aplikasi Jenius yang akan menjadi produk andalan perseroan ke depan. Selain Flexi Cash, Jenius juga meluncurkan fitur-fitur baru antara lain e-Wallet Center, dan Aplikasi Bisnis dari Jenius. E-Wallet Center memudahkan pengguna untuk top up Go-Pay, OVO, dan TCash.

Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN, Irwan Sutjipto Tisnabudi, mengatakan Flexi Cash merupakan dana siaga bagi pengguna Jenius yang membutuhkan dana tambahan, namun hanya untuk nasabah aktif Jenius yang terpilih dan ditawarkan oleh perseroan. Plafon pinjaman yang ditawarkan bervariasi, tapi rata-rata sekitar Rp 7-8 juta. Dana tersebut dapat ditarik dan digunakan kapan saja sesuai kebutuhan.

"Responsnya bagus, dari yang kami tawarkan sekitar lebih dari 17 persen sudah aktivasi Flexi Cash. Dari 17 persen itu, 75 persen nasabah sudah mencairkan, on average stand by loan Rp 7-8 juta," jelas Irwan ketika ditemui dalam acara #jalan2jenius di Yogyakarta, Jumat (23/11).

Setelah nasabah mengaktifkan Flexi Cash, bisa langsung menarik dana dari Flexi Cash dan langsung menggunakannya. Flexi Cash memudahkan kamu untuk melakukan pinjaman uang dengan berbagai keuntungan, antara lain, pinjaman uang dengan bunga yang kompetitif.

Kemudian, dapat melakukan pembayaran pinjaman lebih awal yang akan mengurangi jangka waktu pinjaman dan otomatis beban bunga akan menjadi lebih rendah dari yang telah ditetapkan sebelumnya. Flexi Cash akan langsung siap digunakan setelah diaktifkan, dan pinjaman melalui Flexi Cash dapat ditarik kapan saja sesuai kebutuhan, serta tidak terdapat biaya administrasi.

"Jadi misalnya dapat tawaran Rp 5 juta, mau cairkan Rp 500.000 bisa, mau cicil 3 bulan juga bisa. Bunganya itu dari 1,75 persen hingga 2,25 persen per bulan, jauh dibandingkan yang lain, apalagi kartu kredit, bunga itu berlaku untuk dana yang dicairkan saja bukan plafonnya," jelas Irwan.

Menurut dia, saat ini fitur tersebut hanya bisa didapatkan boleh nasabah eksisting yang terpilih. Namun, ke depan perseroan juga akan menyediakan fitur tersebut untuk semua nasabah Jenius dan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan, khususnya Jenius.

Adapun, hingga saat ini jumlah nasabah Jenius ada lebih dari 900.000 orang. Sedangkan nasabah aktifnya tercatat lebih dari 700.000 orang, dengan rata-rata transaksi sebanyak 4 juta transaksi per bulan.

"User total 900.000 lebih, itu naik 2,5 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Targetnya kami ingin sebanyak-banyaknya, karena semakin banyak pengguna Jenius kan nanti lebih mudah kalau transfer sesama nasabah Jenius," ungkap dia.

Terkait belanja modal (capex) untuk pengembangan teknologi informasi, Irwan belum bisa menyebut angka pastinya. Pasalnya, pihaknya masih melihat operasional secara keseluruhan.

"Saat ini 3-5 tahun kami tidak membicarakan capex atau opex karena yang penting membesarkan portofolio lebih dulu, karena retail scale harus besar dulu," tambahnya.



Sumber: Investor Daily