Jadi Agen46, Bidan Nani Edukasi Ibu Hamil untuk Menabung

Jadi Agen46, Bidan Nani Edukasi Ibu Hamil untuk Menabung
Agen46 BNI Bidan Nani Handayani tengah melayani nasabah di tempat praktik kebidanannya di Jalan Pacilong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24 November 2018).
L Gora Kunjana / AO Minggu, 25 November 2018 | 20:28 WIB

Bogor- Untuk memberikan layanan terbaik dan merata bagi masyarakat, juga merealisasikan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak masyarakat untuk menjadi Agen46. Masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai Agen46 BNI menjadi perpanjangan tangan dari BNI untuk memberikan layanan yang prima sekaligus dekat dari tempat tinggal nasabah.

Agen46 pada kesehariannya dapat berprofesi sebagai pemilik warung, penyedia jasa transportasi air, atau bahkan bidan. Salah satu contohnya adalah Nani Handayani. Bidan yang melakukan praktik di Jalan Pacilong, Bogor, Jawa Barat ini turut menjadi Agen46 dengan semangat ingin mengedukasi para ibu hamil yang menjadi pasiennya untuk menabung.

Nani yang mulai bergabung sebagai Agen46 sejak bulan Agustus lalu, kini sudah 50 nasabah yang tergerak membuka tabungan baru di BNI lewat tangan Nani. Inilah daya jelajah dan daya jangkau Agen46 dalam menyentuh warga yang selama ini tak terjamah layanan perbankan.

Nani pun mengenang awal dirinya menjadi Agen46 karena tergerak untuk membantu masyarakat terutama ibu hamil di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya menjadi Agen46 adalah agar para pasien saya memiliki tabungan yang dapat dipergunakan ketika tiba saatnya untuk bersalin. Meski sebagian pasien saya telah mendapatkan jaminan bersalin dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, uang tabungan tersebut kelak dapat dipergunakan untuk keperluan lain setelah melahirkan, seperti untuk aqiqah misalnya,” ujar Nani saat ditemui di tempat praktiknya, Sabtu (24/11).

Seiring berjalannya waktu, nasabah yang menabung melalui jasa Agen46 yang ditawarkannya tidak lagi terbatas pada pasien saja. Semula Nani hanya menawarkan produk tabungan BNI Pandai kepada pasien-pasien saja. Sampai pada akhirnya dia mulai menawarkan tabungan tersebut ke tetangga-tetangganya yang kebanyakan belum pernah memiliki akun di bank mana pun.

Ternyata antusiasme mereka cukup tinggi karena hanya setoran awal minimal Rp 20.000 mereka bisa mendapatkan Kartu Debit BNI Pandai dan buku tabungan.

"Masih ada warga yang takjub, karena dengan uang sedikit saja bisa menabung. Ada juga yang takjub karena ada 'TV' bisa mengeluarkan uang pada saat saya ajak menggunakan mesin ATM BNI. Setelah membuka tabungan, selanjutnya mereka dapat menyetorkan uang walau hanya Rp 5.000 per hari tanpa ada rasa malu atau minder. Kami selalu memberikan pelayanan yang terbaik terlepas dari sekecil apapun nilai transaksinya," papar Nani.

Menurut Nani, transaksi yang paling banyak terjadi di klinik kebidanan miliknya adalah pembukaan rekening dan setoran tunai. Jumlah nasabah yang membuka rekening tabungan BNI Pandai telah mencapai 50 orang. Dibantu oleh tiga orang staf, operasional di kliniknya tetap dapat berjalan dengan baik di tengah kesibukan Nani yang berprofesi sebagai dosen tetap di salah satu Akademi Kebidanan.

"Manfaat yang saya peroleh lebih dari sekadar fee dari setiap transaksi yang dilayani di klinik ini. Saya ingin membantu pasien dan warga demi mendapatkan layanan perbankan dari BNI. Layanan dari BNI tentu akan memberikan kemudahan baik bagi saya sebagai bidan yang juga berperan sebagai Agen46 dan pastinya para nasabah. Saya bahkan sempat mengajari warga sekitar untuk bisa menggunakan mesin ATM BNI," tambah Nani.

Kinerja
Sementara itu, Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, per Oktober 2018, jumlah Agen46 BNI telah mencapai 110.568 agen yang tersebar di 34 provinsi, 517 kabupaten, 4.675 kecamatan, dan 21.054 kelurahan. Angka tersebut telah mencapai 116% dari target 95.000 agen. Dari jumlah tersebut, jumlah presentasi agen yang aktif bertransaksi adalah sebanyak 31.082 agen atau 28,11%.

Rekening BNI Pandai, sebagai tabungan yang dapat dibuka di Agen46, juga bertumbuh cukup pesat, dengan jumlah 9.138.059 rekening per Oktober 2018. Total volume transaksi meningkat cukup pesat dari tahun lalu. Hingga Oktober 2018 ini, total volume transaksi sebesar Rp 21,47 triliun dengan pertumbuhan year to date sebesar 152%.

Sampai dengan Oktober 2017, jumlah transaksi telah mencapai sebanyak 2.917.399 transaksi dengan jenis transaksi terbanyak yaitu transfer antarbank, setor, setoran tunai/ transfer BNI, sisanya didominasi oleh pembayaran kebutuhan dasar seperti pembayaran pulsa telepon, tagihan listrik, dan lain sebagainya.

Ke depan, tambah Kiryanto, perseroan akan berfokus kepada penambahan agen Laku Pandai daripada menambah cabang fisik untuk meningkatkan inklusi keuangan. Beberapa fitur dan layanan Agen46 yaitu layanan laku pandai untuk membuka rekening, BNI Pandai, setoran, dan tarik tunai gabungan. Agen46 juga mempunyai Layanan Keuangan Digital (LKD) yang meliputi Pendaftaran Uang Elektronik, Setor Tunai Uang Elektronik, Tarik Tunai Uang Elektronik.

Selain itu Agen46 bisa melayani e-payment juga yang meliputi transfer (sesama BNI dan antarbank), pembelian token listrik kdan coucher pulsa, serta pembayaran, seperti tagihan listrik, tagihan kartu kredit, personal loan, BPJS kesehatan/asuransi, tiket (kereta/pesawat).

Menjadi Agen46 sangatlah mudah dan dapat mendaftar dengan berbagai cara yaitu melalui cabang BNI terdekat, dapat juga melalui registrasi online, atau melalui aplikasi BNI Experience



Sumber: Investor Daily