Kementerian PUPR Berhentikan Sementara Bangun Jembatan di Wamena – Mumugu, Papua

Kementerian PUPR Berhentikan Sementara Bangun Jembatan di Wamena – Mumugu, Papua
Tiga korban tewas penembakan dan pembacokan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sekitar Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, tiba di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Senin (25/6) sekitar pukul 17.00 WIT. ( Foto: Beritasatu Tv )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 5 Desember 2018 | 09:26 WIB

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberhentikan sementara
sementara mulai 4 Desember 2018 kontrak pembangunan jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu – Mumugu, Papua, dan akan dilanjutkan kembali pekerjaannya sesuai rekomendasi dari pihak TNI dan Polri.

Keputusan ini menyusul telah terjadi peristiwa penembakan terhadap pekerja pembangunan Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, pada Minggu (2/12).

Kedua jembatan merupakan bagian dari Trans Papua segmen 5 yakni ruas Wamena – Habema – Mugi - Kenyam – Batas Batu - Mumugu dengan panjang 278,6 km. “Untuk sementara kami hentikan dulu,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Selasa (4/12).

Berdasarkan informasi dari Humas Polda Papua, bahwa peristiwa penembakan yang mengakibatkan puluhan pekerja meninggal dunia. Penembakan itu diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap pekerja dari PT Istaka Karya.

Basuki mengatakan, pembangunan ruas Wamena – Habema – Mugi - Kenyam – Batas Batu - Mumugu merupakan prioritas program dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagai implementasi visi Nawacita “Membangun dari Pinggiran”.

Presiden Jokowi pernah melakukan kunjungan kerja untuk memantau langsung progres pembangunan jalan pada ruas tersebut pada tanggal 10 Mei 2017, serta menugaskan Kementerian PUPR untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan pada ruas tersebut.

Dikatakan, pembangunan jalan dan jembatan pada ruas ini telah lama ditunggu oleh masyarakat setempat dan oleh karenanya sangat didukung oleh masyarakat Papua karena menjadi jalur terdekat dari Pelabuhan Mumugu dengan penduduk di kawasan Pegunungan Tengah. Keberadaan jalan tersebut sangat vital untuk mengurangi biaya logistik dan menurunkan tingkat kemahalan di kawasan Pegunungan Tengah, Papua.

Antara kurun waktu 2016 hingga 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Ditjen Bina Marga telah memprogramkan pembangunan 35 jembatan pada ruas Wamena – Habema - Mugi – Kenyam – Batas Batu - Mumugu untuk melengkapi prasarana jalan yang telah tersambung seluruhnya.

Dimana rinciannya adalah, pertama, 14 jembatan dikerjakan oleh PT Istaka Karya dengan nilai kontrak Rp 184 miliar dimana progresnya 11 jembatan sedang dalam pelaksanaan, 3 jembatan akan mulai dikerjakan tahun 2019.

Kedua, 21 jembatan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 246,8 miliar dimana progresnya 5 jembatan sudah selesai yakni Jembatan Gat III, Gat II, Arwana, Merek dan Wusi.

Sedangkan 9 jembatan sedang dalam pelaksanaan yakni Kali Kotek I, Kali Wolgilik, Kali Jun, Kali Labi, Kali Abeak, Kali Simal, Kali Moit, Kali Dumit dan Kali Rora.

“Namun sejak 4 bulan yang lalu telah dihentikan karena adanya korban/gangguan keamanan yang serius. Tujuh jembatan akan mulai dikerjakan pada tahun 2019,” kata dia.

Menurut Basuki, tanpa adanya jembatan, para pengguna jalan harus melintas sungai pada ruas ini. “Saat ini progres pembangunan 35 jembatan tersebut sudah selesai 70%,” kata dia.

Basuki mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi para staf, kontraktor maupun konsultan yang bekerja untuk dan atas nama Kementerian PUPR dan kementerian/lembaga lainnya untuk membangun infrastruktur demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan di Papua.

 



Sumber: Suara Pembaruan