Dukung Kinerja, Transcoal Pacific Datangkan Mother Vessel

Dukung Kinerja, Transcoal Pacific Datangkan Mother Vessel
PT Transcoal Pacific Tbk membeli satu unit Mother Vessel bernama MV Aquarius Ocean berbendera Singapura. (Foto: Dok Transcoal)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 6 Desember 2018 | 07:16 WIB

Jakarta - Emiten di sektor pelayaran, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) melalui anak usahanya, PT Sentra Makmur Lines membeli satu unit mother vessel bernama MV Aquarius Ocean berbendera Singapura pada akhir November 2018 lalu. Pembelian kapal ini untuk memperkuat armada perseroan dalam menunjang pekerjaan di masa mendatang.

"Mother vessel yang memiliki kelas Nippon Kaiji Kyokai memiliki GRT (gross register tonnage) dan NRT (net register tonnage) masing-masing 30.014 ton dan 18.486 ton," kata Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), Richard Talumewo, di Jakarta, Kamis (6/12).

Dia mengatakan, berdasarkan kontrak yang ada saat ini, volume pekerjaan Transcoal Pacific untuk pengangkutan batu bara adalah 42 juta metrik ton (MT) per tahun. Perinciannya, pekerjaan transshipment sebesar 24 juta MT per tahun dengan nilai kontrak sampai tahun 2021 Rp 3 triliun. Untuk pekerjaan long hauling sebesar 18 juta MT per tahun dengan nilai kontrak sampai 2027 sebesar Rp 13,3 triliun, dan untuk pengangkutan bijih nikel sebesar 1,1 juta MT per tahun dengan nilai kontrak sampai tahun 2023 adalah Rp 570 miliar.

Dengan volume pekerjaan ini, kata dia, Transcoal Pacific perlu mengoperasikan 22 set tug & barges dan tiga floating crane untuk kegiatan transshipment, 125 tug and barges dan 11 mother vessel untuk kegiatan long hauling batu bara, dan dua mother vessel untuk kegiatan pengangkutan bijih nikel di Sulawesi.  "Oleh karena itu, di bulan Januari 2019, perusahaan merencanakan untuk membeli mother vessel dan floating crane masing-masing 1 unit," kata dia.

Bisnis Transcoal Pacific terbagi dalam tiga lini utama yakni pengangkutan batu bara (mencakup loading, underway, discharging/loading into vessel), pengangkutan jarak jauh batu bara (long-hauling coal) dan pengangkutan minyak solar industri atau CPO dengan oil barge. Adapun armada kapai yang telah dimiiiki hingga kini barjumlah 13 kapal tunda dan 12 tongkang, satu Floating Terminal Station (FTS) serta beberapa mother vessel dan alat berat penunjang kegiatan operasional lainnya.

Berdasarkan kontrak di atas, pendapatan Transcoal Pacific diharapkan akan meningkat signifikan mencapai Rp 3 triliun per tahun.

Perseroan juga menargetkan hingga akhir tahun 2018 laba bersih akan naik sekitar 100 persen mencapai Rp 150 miliar dibandingkan raihan tahun 2017 sebesar Rp 88 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com