Dorong Efisien Bisnis, Amartha Gunakan Tanda Tangan Digital

Dorong Efisien Bisnis, Amartha Gunakan Tanda Tangan Digital
Pengumuman kolaborasi antara PrivyID dan Amartha, di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Herman )
Herman / YUD Kamis, 6 Desember 2018 | 21:17 WIB

Jakarta - Penyelenggara layanan peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia, Amartha telah menggunakan tanda tangan digital untuk mengoptimalkan tugas para petugas lapangan yang menjangkau masyarakat desa. Dalam implementasi teknologi ini, Amartha bekerja sama dengan perusahaan penyedia tanda tangan digital, PrivyID.

"Penggunaan tanda tangan digital ini untuk meminimalkan penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi. Melalui kerja sama dengan PrivyID, kami juga berharap ini dapat mempercepat proses dengan men-digitize semua dokumen,” kata Vice President Amartha, Aria Widyanto, di Jakarta, Kamis (6/12).

Aria menjelaskan, pada Desember 2018, Amartha telah menyalurkan pembiayaan modal usaha sebesar Rp 699 miliar kepada lebih dari 166.000 pelaku usaha mikro perempuan di Indonesia.

Dengan semakin bertambahnya para pelaku usaha mikro perempuan yang bergabung di Amartha, para agen lapangan harus bekerja cepat, akurat dan efisien. Penggunaan kartu digital ini diharapkannya dapat membantu para petugas lapangan Amartha dalam menjangkau lebih banyak lagi masyarakat unbanked di desa.

"Amartha punya agen lapangan di 108 lokasi di daerah pelosok dengan rata-rata dua puluh ribu kontrak baru per bulan. Menggunakan tanda tangan digital PrivyID akan membantu kami mengurangi paper works, datanya juga masuk secara real-time dan akhirnya menaikkan efisiensi dan transparansi. Sehingga agen lapangan kami bisa fokus untuk mengedukasi warga. Kami juga ingin tanda tangan digital bisa mencegah maladministrasi dan penipuan,” ujar Aria.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE