Bekraf Gembleng Para Calon Startup Lewat Program BEKUP

Bekraf Gembleng Para Calon Startup Lewat Program BEKUP
Bekraf menggelar acara DemoDay yang merupakan rangkaian terakhir program BEKUP, di Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018 ( Foto: Herman / Herman )
Herman / MPA Jumat, 7 Desember 2018 | 18:46 WIB

 

Jakarta - Membangun ide bisnis jadi sebuah startup memang bukan perkara yang mudah. Sebagian besar calon startup bahkan harus mati atau terhenti di tahap-tahap awal akibat minimnya kemampuan yang dimiliki.

Untuk membantu calon pendiri startup agar bisa sukses berkembang di kemudian hari, Badan Ekonomi Kratif Indonesia (Bekraf) sudah menggulirkan program Bekraf for Pre-Startup atau disingkat BEKUP. Program ini telah memasuki tahun ketiga dan telah berhasil melahirkan banyak startup sukses.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santoso Sungkari memaparkan, untuk penyelenggaraan tahun ini, BEKUP telah dilaksanakan di 10 kota besar di Indonesia untuk menjaring calon startup yang potensial untuk dikembangkan. Para calon pendiri startup ini juga mendapatkan pembekalan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, sehingga pada akhirnya dapat meminimalisir risiko kegagalan di kemudian hari.

"Di program BEKUP ini, kita mempersiapkan yang di hulunya, membantu orang-orang yang memiliki ide bagus untuk diwujudkan menjadi sebuah startup, sehingga ke depannya bisa semakin memperkuat posisi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia," kata Hari Santoso, di acara DemoDay, di Jakarta, Jumat (7/12).

Dari kegiatan di 10 kota yang telah dilakukan Bekraf, sebanyak 30 calon startup telah terpilih mengikuti Demoday. Di tahap akhir ini, mereka diberi kesempatan untuk mempresentasikan bisnisnya di hadapan mitra inkubator, akselerator, investor, dan mitra strategis potensial lainnya.

"Setelah mengikuti kegiatan BEKUP ini, harapannya tentu saja akan lahir lebih banyak lagi startup-startup baru yang kuat dan andal. Beberapa lulusan Bekup juga sudah banyak yang mendapatkan investor. Contohnya Halallocal dan TransSmart yang juga sedang diinkubasi di IDX untuk siap  go public," ujar Hari.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE