Indonesia Punya 960 Startup Digital

Indonesia Punya 960 Startup Digital
Bekraf menggelar acara Demoday yang merupakan rangkaian terakhir program BEKUP, di Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Herman / YUD Jumat, 7 Desember 2018 | 19:59 WIB

Jakarta - Industri digital di Indonesia saat ini tengah menggeliat. Hal tersebut ditandai dengan menjamurnya industri startup dari berbagai sektor. Bahkan jumlah startup di Indonesia termasuk yang terbanyak di kawasan Asia Tenggara.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santoso Sungkari menyampaikan, berdasarkan hasil sensus yang dilakukan oleh Bekraf, jumlah startup digital di Indonesia saat ini mencapai 960 startup. Mereka adalah para startup yang berstatus sehat atau masih berjalan.

"Dari data terakhir yang kami miliki, ada 960 startup digital di Indonesia. Mereka ini para startup yang sehat, artinya punya modal untuk dijalankan, ada aktivitas dan ada produknya, meskipun sebagian belum untung," kata Hari Santoso Sungkari, di sela acara DemoDay program Bekraf for Pre-Startup (BEKUP), di Jakarta, Jumat (7/12).

Dari jumlah startup yang dimilik Indonesia tersebut, saat ini ada empat startup yang berstatus unicorn, yaitu gelar yang diberikan pada suatu startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Mereka adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik menambahkan, potensi startup Indonesia untuk menjadi unicorn selanjutnya sangatlah besar, mengingat pasar Indonesia yang sangat luas dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta. Bahkan ia optimistis jumlah startup unicorn dari Indonesia akan jauh lebih besar dibandingkan negara-negara tetangga.

"Startup kita punya potensi untuk jadi next unicorn. Tinggal menunggu apa terobosan dari para startup yang cocok dengan kebutuhan pasar Indonesia," ujar Ricky.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE