Lippo Insurance Targetkan Premi Bruto Rp 1,4 Triliun
Logo BeritaSatu

Lippo Insurance Targetkan Premi Bruto Rp 1,4 Triliun

Senin, 10 Desember 2018 | 17:58 WIB
Oleh : Nida Sahara / HA

Jakarta - PT Lippo General Insurance Tbk (Lippo Insurance) sepanjang tahun 2018 menargetkan pendapatan premi bruto mencapai Rp 1,4 triliun. Nilai tersebut tumbuh tipis dibandingkan dengan perolehan premi bruto perseroan pada tahun 2017 yang sebesar Rp 1,39 triliun.

Presiden Direktur Lippo Insurance Agus Benjamin menjelaskan, secara industri memang asuransi umum sedang tertekan di semua bisnisnya. Namun, menurut dia, Lippo Insurance bisa tetap tumbuh dengan berkesinambungan dan pihaknya terus optimistis bisa tumbuh lebih baik lagi ke depannya.

"Tahun ini premi bruto totalnya Rp 1,4 triliun, naiknya tipis karena industri juga tipis tumbuhnya karena industri sedang tertekan. Tapi kami tetap berpikir tumbuh ke depan dengan sustainable, semua bisnis kami lihat dari asosiasi itu tertekan, tapi kami bisa tetap tumbuh," jelas Agus saat ditemui dalam peluncuran iMeditap di Jakarta, Senin (10/12).

Untuk tahun depan, pihaknya sudah menyusun target bisnis, tetapi dia tidak menyebut secara detail. Yang pasti, premi pada 2019 diproyeksikan bisa tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini, kata Agus.

Jika dirinci, komposisi asuransi kesehatan menjadi fokos perseroan dengan porsi 50% dari total bisnis. Sementara itu, asuransi properti sebanyak 25%, asuransi kendaraan sekitar 20%, dan sisanya lain-lain.

"Kita harus fokus ke segmen yang dikuasai, kami ada tiga bidang utama, kesehatan, properti, dan kendaraan. Semuanya tumbuh bersama, tapi kesehatan tumbuhnya memang lebih cepat, porsinya juga besar, 50%," ungkap Agus.

Terkait total aset, tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp 2,3 triliun, cenderung menurun dari aset tahun lalu yang sebesar Rp 2,36 triliun. Hal tersebut akibat dari investasi yang juga tertekan karena ekonomi sedang tidak stabil.

Di sisi lain, Agus juga mengungkapkan, sampai dengan November 2018 laba perseroan mencapai Rp 86 miliar. Pihaknya menyebut, tahun ini perolehan pendapatan perseroan sedikit menurun karena adanya dampak dari pendapatan hasil investasi yang nilainya menurun.

"Karena income itu ada dari operasional dan ada income dari investasi. Income operasional itu naiknya tinggi, artinya perusahaan kami meningkat, tapi sedikit turun itu dari income investasi, karena tahun lalu investasi besar, tahun ini menurun, karena investasi memang sedang berat sekarang," papar dia.

Menurut dia, hasil investasi perseroan menurun sekitar 4%. Hal tersebut karena portofolio investasi Lippo Insurance sebesar 20% yang berada di surat berharga negara (SBN) menurun nilainya yang membuat hasil investasi perseroan ikut tertekan.

"Kami banyak di SBN, hasil SBN itu kan menurun, semuanya kena dampak. Kami comply dengan aturan OJK 20% investasi di SBN, tapi nilainya turun, jadi hasil investasi turun, itu berdampak ke income," lanjut dia.

Luncurkan iMeditap
Untuk tahun depan, Agus menilai akan penuh dengan dinamika. Pihaknya melihat banyak aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari persaingan industri asuransi umum untuk tumbuh, hingga antisipasi permintaan klien. Dalam hal ini, Lippo Insurance terus memaksimalkan layanan untuk memenuhi kebutuhan pemegang polis.

Salah satunya dengan meluncurkan iMeditap, setiap pemegang polis asuransi kesehatan Lippo Insurance yang dilengkapi dengan iMeditap dapat melakukan pengobatan secara cardless (tanpa kartu) dan cashless (non tunai) sesuai paket produk yang dipilih. Pemegang polis hanya melakukan pemindaian atau scan QR Code dengan mengunduh aplikasi eBenefit pada ponsel pintarnya dan dapat melakukan pemindaian di bagian pendaftaran di Rumah Sakit rekanan Lippo Insurance.

Dasar peluncuran iMeditap adalah karena seluruh pemegang polis perseroan memiliki smartphone yang pasti selalu dibawa, sedangkan kartu asuransi sering tertinggal.

"Biasanya untuk dapat manfaat tanpa bayar itu kan harus menggunakan kartu asuransi, tapi dengan iMeditap, klien tidak perlu bawa kartu dan tidak perlu bayar dulu untuk mendapat manfaat, cukup dengan scan QR Code dari aplikasi eBenefit saja bisa mendapat manfaat asuransi kesehatan," kata Agus.

Total Rumah Sakit rekanan Lippo Insurance sebanyak 1.000, saat ini sudah 582 Rumah Sakit rekanan yang menyediakan program iMeditap. Ke depan, diharapkan semua Rumah Sakit Rekanan perseroan sudah bisa menggunakan program iMeditap.

"Semua yang kami kembangkan ini berasal dari pemikiran untuk mempermudah klien untuk melakukan pengobatan di Rumah Sakit. Ini akan memudahkan klien mendapatkan manfaat hanya dengan scan QR Code," jelas Agus.

Pemegang polis asuransi kesehatan dapat melihat dan mencari Rumah Sakit rekanan terdekat termasuk jarak tempuh menuju Rumah Sakit tersebut. Selain itu, juga dapat melihat Claim Tracking, petunjuk dan prosedur klaim, buku panduan, daftar manfaat, dan fitur lainnya.

"Kami sudah mulai develop iMeditap ini sejak 2015, sudah ada 20.000 peserta yang pakai, dan selama tiga tahun dites. Kami launching di Desember ini, agar bisa memaksimalkan layanan untuk klien. Tapi nanti kuartal I, II, dan III 2019 kami juga punya program lain, bagaimana lebih memberikan pengalaman kepada klien," terang dia.

Terkait biaya investasi teknologi informasi, Agus enggan menyebutnya, namun ke depan memang harus mengembangkan teknologi agar bisa bersaing di tengah era digitalisasi.

"Besar kecil capex (capital expenditure) itu relatif, kalau kita mau maju dan berkembang pasti tidak berpikir besar atau kecil investasinya. Tapi yang penting membantu klien mendapatkan manfaat yang lebih mudah," tutur Agus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekspor Perikanan RI Naik 10%

Ekspor udang masih menjadi yang terbesar, mencapai US$ 1,8 miliar, dengan volume 180.000 ton.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Ekspor Lewat Tanjung Priok Naik 20%

Naiknya ekspor didorong dengan masuknya kapal-kapal berkapasitas hingga 11.000 TEUs.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Kuartal III-2018, Sentul City Raih Marketing Sales Rp 813 Miliar

Perseroan meraih pendapatan bersih (tidak diaudit) sebesar Rp 801,165 miliar.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Kunjungan Turis Wisata Halal Ditargetkan Tumbuh 42%

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) untuk wisata halal (halal tourism) ditargetkan tumbuh 42% pada tahun 2019 menjadi 5 juta

EKONOMI | 10 Desember 2018

3 BUMN Bangun Rusun Terintegrasi dengan Stasiun

Rusun sederhana itu terintegrasi dengan 3 stasiun kereta api, yakni Stasiun Rawa Buntu, Jurangmangu dan Cisauk.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Rupiah Ditutup Melemah 73 Poin Seiring Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.497-Rp 14.553 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Meski Ditutup Turun, IHSG Kedua Terbaik Asia

Bursa Filipina PSEi naik 112 poin (1,51 persen) mencapai 7.348.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Ikuti Bursa Asia, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Nikkei 225 turun 2,12 persen ke 21.219,5, Topix Tokyo turun 1,89 persen ke 1.589,81, Hang Seng Hong Kong turun 1,19 persen ke 25.752,38.

EKONOMI | 10 Desember 2018

PT Global Alwakil Indonesia Buka Pasar TKI di Timteng

Pihak swasta harus dilibatkan dalam urusan migrasi.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Mesir Pintu Masuk Ekspor ke Afrika

Secara geografis, Mesir adalah pintu masuk yang potensial, karena berada di dekat persinggungan Benua Asia, Afrika, dan Eropa, termasuk Terusan Suez.

EKONOMI | 10 Desember 2018


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS