PLN Batubara Akusisi Perusahaan Tambang

PLN Batubara Akusisi Perusahaan Tambang
Ilustrasi batu bara. ( Foto: Antara )
Rangga Prakoso / FMB Jumat, 11 Januari 2019 | 18:12 WIB

Jakarta - PT PLN Batubara mengakuisisi 51 persen saham PT Banyan Koalindo Lestari (BKL). PLN Batubara merupakan anak usaha PT PLN (persero). Sedangkan Banyan merupakan anak usaha PT Atlas Resources Tbk. Berdasarkan keterbukaan informasi disebutkan PLN Batubara menjadi pemegang saham kendali BKN seiring dengan akuisisi 51 persen.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir membenarkan adanya akuisisi tersebut. Hanya saja dia menyebut prosesnya belum rampung. Namun dia tidak menjelaskan perihal apa saja yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan akuisisi tersebut. "Yang disampaikan itu benar, tetapi finalnya belum," kata Sofyan di Jakarta, Jumat (11/1).

Sofyan menjelaskan akuisisi tambang bertujuan untuk mengamankan pasokan suplai ke pembangkit listrik tenaga uap. Ditargetkan sekitar 30-40 persen pasokan batu bara akan berasal dari perusahaan tambang yang diakuisisi PLN. Sementara 60 persen sisanya dipasok oleh perusahaan swasta. "Itu harapan ke depan, mungkin kerja sama juga dengan PTBA," ujarnya.

Lebih lanjut Sofyan belum mau membeberkan pendanaan yang disiapkan untuk akuisisi perusahaan batu bara. Dia hanya menyebut alokasi anggaran terbesar disiapkan di tahun depan. Pada tahun ini PLN masih melakukan perhitungan mengenai akuisisi tersebut.

Dalam keterbukaan infomasi disebutkan Atlas memberikan pendanaan bagi PLN Batubara terkait investasi yang akan dilakukan. Pendanaan itu memberi kepastian kinerja dan kelangsungan operasional yang dilaksanakan oleh PLN Batubara. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan Atlas secara konsolidasi. Atlas memiliki izin usaha pertambangan di sejumlah daerah antara lain di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan di Papua.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE